Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2014

Merasakan Perdamaian di Bukit Kasih Manado

Indonesia adalah bangsa yang majemuk, di mana di dalamnya terdapat banyak keragaman, mulai dari agama, suku, adat-istiadat, bahkan bahasa yang berbeda di setiap daerahnya. Keragaman inilah yang pada akhirnya membuat para founding fathers kita menetapkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya “Berbeda-beda tetap satu jua”. Di beberapa tempat di Indonesia, keragaman itu bisa berjalan dengan harmonis. Masyarakat yang berbeda agama dan suku tetap bisa hidup berdampingan satu sama lain. Di Pulau Sulawesi, masyarakat Minahasa mempraktikkan semboyan “Torang Samua Ba’saudara” dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dalam Bahasa Indonesia, semboyan itu berarti “Kita semua bersaudara”. Tidak hanya bisa dilihat dan didengar dari keseharian masyarakat Minahasa saja, semboyan ini juga bisa kita lihat pada sebuah objek wisata bernama Bukit Kasih. Bukit ini merupakan tempat wisata yang letaknya di kaki Gunung Soputan. Penamaan Bukit Kasih diberikan karena melihat orang-orang dengan berbagai agama bisa dengan damainya berkumpul di bukit ini. Dengan semboyan “Torang Samua Ba’saudara”nya, rakyat Minahasa menjadikan bukit ini sebagai simbol perdamaian sekaligus media agar kita selalu kita ingat akan kerukunan yang harus kita jalin antar umat beragama.

Areal wisata ini berada di lokasi sumber belerang, maka ketika anda menyusuri areal ini, pengunjung akan menemukan beberapa kawah belerang di kanan dan kiri jalan. Selain kawah, pengunjung juga bisa melihat bukit-bukit hijau yang hijau. Suasana kompleks wisata ini sangat asri. Memasuki kompleks wisata, pengunjung akan menemukan tugu toleransi yang berdekatan dengan pintu masuk. Penamaan Tugu Toleransi diberikan karena di setiap sisi tugu yang berbentuk segi lima ini terdapat gambar, simbol, dan kutipan ayat dari Kitab Suci kelima agama tersebut. Beranjak dari Tugu Toleransi, pengunjung harus menjejakkan langkahnya menuju puncak Bukit Kasih. Untuk mencapainya, pengunjung harus menaiki anak-anak tangga yang panjang. Perjalanan ini cukup melelahkan. Oleh karena itu, pengunjung disarankan untuk mengenakan sepatu yang aman dan nyaman. Jangan lupa untuk menyiapkan stamina semaksimal mungkin, mengingat perjalanan cukup curam. Tetapi, perjuangan melelahkan tersebut akan terbayarkan saat anda melihat pemandangan yang indah.


1. Tugu Toleransi

Dari jarak pandang yang jauh, pengunjung bisa melihat perbukitan yang rimbun dan kelima tempat ibadah di atas puncak Bukit Kasih. Jangan takut bila anda menemukan wajah berbentuk besar di dinding tebing. Wajah besar itu merupakan pahatan wajah nenek moyang penduduk Minahasa, Lumimuut, dan Toar. Pembuatan pahatan wajah ini dimaksudkan agar masyarakat tidak melupakan nenek moyangnya.

Di atas puncak Bukit Kasih, kita bisa menemukan kelima tempat ibadah, yaitu Masjid, Gereja Katolik dan Protestan, Vihara, dan Pura. Kelima tempat ibadah ini dihubungkan oleh anak tangga. Kelima tempat ibadah yang terhubung dan Tugu Toleransi merupakan simbol perdamaian bahwa setiap penganut agama yang berbeda tetap bisa hidup secara berdampingan. Selain kelima tempat ibadah tersebut, terdapat juga beberapa kolam berukuran kecil berisikan air panas yang bisa digunakan pengunjung untuk merendam kaki setelah lelah berjalan jauh. Dari atas puncak ini juga pengunjung bisa melihat birunya Danau Tondano.


2. Kelima Tempat Ibadah

Objek wisata Bukit Kasih berada di Desa Kanonangan, Kabupaten Minahasa, sekitar 55 kilometer dari sisi selatan Manado. Dari pusat Kota Manado, pengunjung bisa mencapai Bukit Kasih dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum dengan jarak tempuh 1 jam. Objek wisata ini juga memiliki beberapa fasilitas, seperti warung yang menjual makanan ringan, kolam air panas alami, dan hotel yang berada tidak jauh dari lokasi Bukit Kasih.

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://visitsindonesia.com/wp-content/uploads/2013/12/BKM.jpg
2. http://www.gocelebes.com/wp-content/uploads/2013/03/tempat-ibadah-bukit-kasih.jpg

Kamis, 28 Agustus 2014

Mengenali Keberadaan Kesultanan Deli Melalui Istana Maimun Medan


1. Istana Maimun Tampak Depan

Kota Medan adalah salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki banyak tujuan wisata. Selain Danau Toba yang ada di Pulau Samosir, masih ada tujuan wisata lainnya, baik itu wisata alam, kuliner, maupun sejarah. Salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi bila tengah berkunjung ke Medan adalah Istana Maimun. Istana Maimun merupakan istana peninggalan Kesultanan Deli yang berada di Jl. Brigjen Katamso, Sukaraja, Medan. Menurut sejarah, Istana Maimun didirikan pada tahun 1888 oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa dan diresmikan pada tahun 1891.

Ada satu yang unik dan membuat istana ini tampak beda dari istana-istana lainnya di Indonesia, yakni gaya arsitekturnya yang merupakan kombinasi unsur Melayu, Italia, Spanyol, dan India. Pengaruh Eropa itu dapat dilihat pada ornamen pintu dorong, lampu, lemari, meja, dan kursi istana. Selain pintu yang bergaya Spanyol, anda juga bisa melihat gaya arsitektur Belanda pada bentuk jendela dan pintu yang tinggi dan lebar. Oh ya, di depan tangga, anda bisa melihat prasasti dari batuan marmer yang ditulis dalam Bahasa Belanda, dengan menggunakan huruf Latin. Pengaruh Islam dapat dilihat pada bagian atap yang berbentuk lengkung yang menyerupai bentuk perahu yang terbalik. Biasanya bentuk seperti ini hanya dapat ditemukan pada bangunan di Timur Tengah.


2. Bagian Dalam Istana Maimun

Pada bagian ruang tamu, anda akan menemukan tahta yang warnanya didominasi oleh warna kuning. Ruang tamu dengan luas 412 m2 ini digunakan untuk menobatkan Sultan Deli dan untuk melakukan agenda tradisional yang lain. Selain itu, ruangan ini juga digunakan Sultan Deli untuk menerima kunjungan dari keluarga pada saat hari raya Islam. Adapun kemegahan Istana Maimun ini bisa terwujud karena semasa Deli masih di bawah naungan Kesultanan Deli, mereka bisa mengelola hasil perkebunan dengan baik, seperti minyak dan aneka rempah-rempah. Hasil bumi yang melimpah ini memberikan penghasilan yang sangat besar bagi Kesultanan Deli.

Kemegahan Istana Maimun tidak akan membuat anda bosan menikmatinya. Di dalam istana dengan warna khas Melayu ini, anda bisa melihat puluhan kamar di lantai dua, melihat berbagai koleksi istana yang antik, dan juga bisa menikmati hawa sejuk yang tentu akan membuat anda nyaman berada di dalamnya.. Adapun bangunan istana ini terdiri dari satu bangunan induk dan dua sayap kiri-kanan. Seratus meter dari Istana Maimun berdiri sebuah masjid bernama Masjid Raya Medan.

Istana Maimun dibuka bagi umum setiap harinya mulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB. Untuk bisa masuk ke dalam istana, pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp 5000,- bagi pengunjung dewasa dan Rp 3000,- bagi pengunjung anak-anak. Istana Maimun berlokasi di Kelurahan Aur, tepatnya di pusat Kota Medan. Untuk bisa sampai ke istana ini, pengunjung bisa menggunakan berbagai moda transportasi seperti angkutan umum, becak, ataupun becak motor. Letak Istana Maimun yang berada di tengah-tengah kota sangat memudahkan bagi siapapun yang datang berkunjung.

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://winnyalna.com/wp-content/uploads/2013/09/istana-maimun.jpg
2. http://www.wego.co.id/berita/wp-content/uploads/2013/07/Maimun.jpg

Rabu, 27 Agustus 2014

WISATA ISLAM DI MASJID SERIBU PINTU, TANGERANG


1. Masjid Pintu Seribu

Jika di Semarang ada Lawang Sewu sebagai wisata horornya, di Tangerang pun ada wisata religinya yakni di Masjid Pintu Seribu yang terkesan unik bagi siapapun saat berkunjung ke sana. Tentu saja tempat wisata ini dapat dikunjungi oleh berbagai kalangan usia. Masjid Seribu Pintu yang penuh dengan kenangan sejarah, jejak islam, serta menambah wawasan ini, dibangun di tanah seluas 1 hektar pada tahun 1978. Uniknya sebelum masjid ini dibangun, masjid ini tidak memakai rancangan gambar yang biasa dilakukan sebelum membangunnya. Sehingga masjid ini memiliki perpaduan arsitek yang bercampur-campur, yang dapat membuat pengunjung tertegun akannya.

Pendiri Masjid ini adalah warga keturunan Arab, di mana warga sekitar memanggilnya dengan sebutan Al-Faqir. Beliau merupakan santri dari Syekh Hami Abas Rawa Bokor, Ia juga membangun Masjid tersebut dengan biayanya sendiri. Masjid yang katanya memiliki seribu pintu ini, terletak di RT 01 RW 03, Kampung Bayur, Priuk Jaya, Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Banten. Untuk mencapai lokasi tak perlu sulit atau kerepotan, hanya dibutuhkan waktu yang tak lama dari pusat kota Tangerang. Ruangan dalam masjid ini nampak layaknya mushola dikarenakan ruangannya memiliki sekat-sekat. Adapun nama dari setiap mushola diantaranya mushola Fathulqorib, Tanbihul-Alqofilin, Durojatun Annasikin, Safinatu-Jannah, Fatimah hingga mushola Ratu Ayu, dengan masing-masing mushola memiliki luas area sekitar 4 meter.

Ada sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk yang ingin beristiqomah sepanjang malam, yaitu ruang tasbih. Untuk menuju lorong tasbih sangat gelap juga lembab dan memiliki banyak sekali pintu yang berkelok-kelok. Namun, tak perlu khawatir, karena setiap ruangan ada penunjuk jalannya. Di dalam ruang tasbih terdapat tasbih berukuran besar yang terbuat dari kayu dan terpajang di salah satu sudut ruang berteralis besi, memiliki 99 butir, berdiameter 10 cm dan tertulis Asma’ul Husna. Konon, tasbih tersebut merupakan tasbih terbesar di Indonesia.


2. Ruang Tasbih

Terdapat ornamen angka 999 yang menghiasi beberapa pintu di masjid ini. Di mana, angka 999 tersebut merupakan penggabungan antara 99 Asma’ul Husna dan 9 Wali Songo. Di antara pintu-pintu masjid dapat kita temui banyak lorong yang sempit dan gelap layaknya labirin.


3. Ornamen 999


4. Lorong Masjid Pintu Seribu

Masjid Seribu Pintu merupakan salah satu aset berharga bagi warga Tangerang yang pantas menjadi tempat wisata yang layak dan berbobot. Namun karena ruang lahan di kota Tangerang yang tak begitu luas, membuat pemerintah kota mencoba untuk memfokuskan fasilitas-fasilitas yang hendak diusung serta diresmikan secepatnya. Bahkan ada usulan jika setiap hari sabtu dan minggu diadakan wisata rohani ke Masjid Al-Adzom juga Masjid Seribu Pintu. Hal ini ditujukan agar Kota Tangerang tiap minggunya dipadati oleh pengunjung. Serta mengenal tempat wisata lainnya di kota Tangerang. Dan semoga artikel ini, dapat menjadikan Masjid Seribu Pintu dikenal oleh masyarakat luas.

Oleh : Ardan Esand
Gambar:
1. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR1TRRYkr-AC1TOwQVBI47BZ918449S9n3xKEqUhlqX8OPuQUqbg-tXIv0k1tTLZMS1G6oP2GkYShZvBErarLvxzUF88pKjppGmwFNRQyPkAkZMKQg69Z8sHK4tNYXab4Uxj6psFWeeTI/s1600/Masjid+Pintu+Seribu.jpg
2. http://store.tempo.co/cover/medium/foto/2012/03/16/s_11C29807.jpg
3. http://bantenculturetourism.com/wp-content/uploads/2011/05/12_1.jpg
4. http://neomisteri.com/wp-content/uploads/2012/10/Masjid-Pintu-Seribu-2.jpg

Senin, 21 Juli 2014

Menikmati Keindahan Perpaduan Warna Danau Linow


Sumber : http://cybersulutnews.co.id/wp-content/uploads/2014/02/Danau-Linow-183449858.jpg

Tidak perlu sampai jauh-jauh terbang ke luar negeri hanya untuk berwisata. Indonesia sendiri mempunyai tempat-tempat wisata yang unik dan patut untuk dikunjungi. Danau Linow yang terletak di provinsi Sulawesi Utara dan tepatnya di kota Tomohon pasti dapat menjawab kebutuhan setiap kita yang ingin memilih tempat wisata yang unik. Danau Linow juga merupakan salah satu tempat wisata favorit di kota Tomohon ini. Sebenarnya apakah yang membuat Danau Linow ini terkenal unik?

Air di danau Linow dapat berubah menjadi warna-warna yang berbeda yaitu tepatnya ada 3 warna. Ada warna hijau, cokelat muda sampai biru. Tetapi, apakah yang membuat danau Linow bisa berubah warna? Danau Linow sendiri berhubungan dengan gunung Lokon di Tomohon. Oleh sebab itu, air di danau Linow mengandung belerang dengan kandungan yang tidak terlalu tinggi. Selain itu tanaman-tanaman air di danau Linow juga ikut berperan dalam perubahan warna di danau tersebut. Serta di siang hari, cahaya matahari dapat membiaskan air di danau Linow. Sungguh indah bila dapat menikmati perpaduan dari 3 warna di danau Linow ini.

Danau Linow dapat dikunjungi dengan mudah karena akses jalannya yang berhubungan dengan jalan utama. Tips bagi yang ingin berwisata ke danau Linow, sebaiknya dikunjungi pada saat cuaca tidak terlalu panas seperti pada saat pagi hari atau menjelang sore. Menikmati udara yang sejuk dan tidak terlalu panas juga menjadi satu hal yang dapat menarik minat pengunjung untuk berwisata ke tempat ini. Terutama bagi yang seharian bekerja dan lelah dapat berkunjung sebentar ke danau Linow untuk menyegarkan pikiran dan tubuh.

Di danau Linow juga tersedia alat transportasi berupa perahu kayuh atau kano. Bagi pengunjung yang ingin menelusuri danau Linow ini dapat menyewa alat transportasi ini. Tetapi ada yang tidak diperbolehkan yaitu menelusuri danau hingga mencapai daerah air yang panas dari gunung. Selain itu, pada saat cuaca tidak bersahabat terutama musim penghujan, pengunjung sebaiknya tidak menelusuri danau karena perahu kayuh atau kano yang kita tumpangi bisa-bisa oleng akibat angin kencang. Setelah puas menelusuri danau Linow, pengunjung juga mendapatkan pelayanan lain yaitu kafe yang tersedia di dekat bukit di sekitar danau. Sambil memandangi keindahan pesona danau Linow dengan ditemani secangkir kopi, pengunjung pasti akan merasa fresh kembali.

Harga yang ditawarkan bagi para pengunjung juga sangat terjangkau yaitu Rp.5000 per orang. Harga tersebut tidaklah sebanding dengan apa yang akan kita dapat di danau Linow ini. Mulai dari keindahan warna-warna air danaunya, tempatnya yang sejuk dan asri, kafe-kafe di sekitar danau yang siap melayani pengunjung, dan lain-lain. Semua itu pastinya akan membuat para pengunjung tidak mau melupakan danau Linow yang indah ini.

Oleh : Stevanus
Sumber:http://travel.kompas.com/read/2014/01/22/1334466/Linow.Danau.Tiga.Warna.di.Tomohon

Jumat, 18 Juli 2014

MENIKMATI PESONA ALAM CURUG 7 BIDADARI SEMARANG – JAWA TENGAH

Indonesia merupakan negara yang luas yaitu  -+ 5.180.053 km2. Menakjubkan bukan? Berdasarkan pernyataan tersebut, banyak hal menarik yang dapat ditemui di Indonesia yang tersebar di berbagai belahan nusantara. Ragam pesona yang disuguhkan oleh alam Indonesia, memang tak ada habis-habisnya hingga membuat kita makin tertegun akan keelokannya. Namun, masih ada segelintir orang yang enggan untuk menikmati keindahan alam Indonesia dan lebih memilih untuk menikmati suasana alam luar Indonesia. Padahal, pesona alam negeri kita tak kalah juga dengan negara-negara lainnya. Berikut salah satu keindahan alam Indonesia yang patut untuk dikunjungi seperti “Air Terjun 7 Bidadari”.


1. Curug 7 Bidadari

Tempat wisata yang berlokasi di desa Keseneng, Sumowono-Kabupaten Semarang ini, sering disebut Curug 7 Bidadari oleh warga setempat. Curug berarti gerojogan banyu atau dalam istilah Indonesianya air terjun. Wisata lokal yang tak asing lagi bagi warga semarang ini, memiliki kisah yang unik hingga tempat ini di beri nama Curug 7 Bidadari. Konon, ada 7 bidadari yang turun dari kayangan untuk berendam di tempat ini supaya kutukan mereka lenyap. Alhasil dari cerita tersebutlah nama curug 7 bidadari didapat. Lokasi yang berjarak 9 km dari Bandungan dan 7 km dari Gedong Songo, memiliki pemandangan yang menakjubkan di sekitarnya seperti pepohonan hijau nan rimbun dan pemandangan asri lainnya. Sawah pun juga tak luput dari tempat ini sehingga banyak warga setempat yang lalu lalang guna mencari nafkah. Berkunjung ke tempat wisata ini tak perlu merogoh biaya terlalu dalam, kita dapat menikmati keindahan curug yang ketinggiannya kurang lebih 20 meter dengan 3 tingkatan air terjun di mana tingkatan pertama memiliki 1 air terjun, tingkatan selanjutnya terdiri dari 2 air terjun, dan tingkatan terakhir terdapat 4 air terjun yang bersebelahan. Banyak kepercayaan mengenai tempat ini, ada yang mengatakan jika sepasang muda mudi yang berkunjung ke sini akan menjadi sepasang kekasih yang langgeng. Selain itu, terdapat Kedung Wali mirip sebuah sumur yang berdiameter kurang lebih 70cm dengan sumber mata air yang tak ada habis-habisnya. Diyakini Kedung Wali ini memiliki berbagai khasiat seperti awet muda, mempercepat jodoh maupun rezeki, dll.


2. Kedung Wali

Terlepas dari benar atau tidak kepercayaan tersebut, tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi. Tak jauh dari lokasi juga, terdapat makam sesepuh desa Keseneng yakni Kyai Mandung dengan luas area makam 150 meter persegi. Yang hingga sekarang makamnya dikeramatkan


3. Makam Kyai Mandung

Curug 7 Bidadari ini dialiri langsung oleh sungai dari Gunung Ungaran sebab lokasi wisata ini tak jauh dari Gunung Ungaran. Berbagai fasilitas disediakan di Curug 7 Bidadari seperti tempat berkemah (camping ground), permainan outbound, gazebo sebagai tempat pertemuan atau kumpul-kumpul, tempat ziarah, mushola, toilet, area parkir, dll. Bagi anda pecinta alam atau ingin melepas penat dari hiruk pikuk dan panasnya kota, tak ada salahnya untuk mengunjungi curug 7 bidadari untuk merefreshingkan jiwa maupun pikiran.

Oleh : Ardan Esand
Gambar:
1. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqMAe7z2QWPL-qJMNbqVMSORkeuuPZt-VebRHBQHnQFYxE5klK5LST56JQvLOpks6y7HKCZYOrVpqXFXdCjp_weDyqBn0v8K5fyiVGhfZqTT8izebU8dSe_tPHFaolFNL3H7_EyNV-b94/s800/curug%2525207%252520bidadari.jpg
2. http://teamtouring.net/wp-content/uploads/2010/08/Kedung-Wali.jpg
3. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZuaepAX3GGfI9V6vAEz2YsWGZXml5ai0ukRVy1aJxxY4oJP55FDLwK080oONTFYpeH9a4QDFgD9C6rcygOF2InGeFFC74egUWBILZ-KQeW1i5uvjGgKqPufSNKIdTgKyZVBevEaF_dzfx/s1600/Foto-0008t.jpg

Selasa, 24 Juni 2014

Wisata Edukasi di Taman Pintar Yogyakarta

Jogja memang layak dijuluki sebagai Kota Pelajar. Berbagai destinasi wisata yang tersebar di berbagai sudut Jogja membuat para pengunjung bisa belajar secara langsung mengenai sejarah di masa lampau, seperti Museum Benteng Vredeburg, Taman Budaya, Keraton Yogyakarta, dan sebagainya. Namun selain wisata sejarah, Jogja juga memiliki tempat wisata edukasi di mana para pengunjung bisa belajar sekaligus berekreasi. Sebut saja, Taman Pintar Yogyakarta, wahana wisata yang terletak di kawasan Benteng Vredeburg, di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3. Wahana wisata yang memadukan edukasi dan rekreasi ini menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama siswa sekolah dasar.

Menurut sejarah, pembangunan Taman Pintar Yogyakarta berawal dari kepedulian Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap dunia pendidikan. Pemerintah berharap, dengan adanya Taman Pintar, para siswa dapat diperkenalkan dengan sains sejak usia dini, begitu juga dengan kreativitas anak yang diharapkan dapat lebih terasah, sehingga Indonesia tidak hanya menerima teknologi luar saja, tapi juga bisa menciptakan teknologi sendiri. Bangunan Taman Pintar sengaja dibuat berdekatan dengan Benteng Vredeburg dan Taman Budaya, dengan harapan tetap ada keterkaitan erat antar lokasi wisata tersebut. Grand opening Taman Pintar diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 16 Desember 2008.


Lokasi Vredeburg, Taman Budaya, dan Taman Pintar yang Berdekatan
(Dokumentasi Pribadi)

Ada lima zona di dalam Taman Pintar Yogyakarta, yaitu zona playground, zona PAUD, zona oval-kotak, zona memorabilia, dan zona planetarium. Zona playground merupakan ruang publik bagi pengunjung Taman Pintar, di mana tersedia berbagai arena rekreasi yang menyenangkan, yang bisa diakses secara gratis. Di zona playground ini, para pengunjung juga dapat menemukan berbagai tugu, seperti tugu keenam Presiden RI, tugu Bhinneka Tunggal Ika dan gong perdamaian nusantara yang diresmikan oleh Hamengku Buwono X.


Gong Perdamaian Nusantara
(Dokumentasi Pribadi)

Di zona PAUD yang diperuntukkan secara khusus bagi anak usia pra TK dan TK, disediakan berbagai permainan edukasi bagi anak-anak dengan menggunakan teknologi, diharapkan permainan ini dapat mengasah ketertarikan anak-anak pada teknologi. Di zona oval pengunjung bisa menikmati berbagai wahana seperti demo sains, cuaca, iklim, harmoni alam, terowongan ilusi, aquarium air tawar, kehidupan purba, dan zona agro. Di zona kotak, pengunjung bisa melihat secara langsung peraga hukum archimedes, sistem pengolahan air, pengolahan minyak bumi, pengolahan susu, dan perpustakaan. Sementara itu, di zona memorabilia, para pengunjung dapat menambah pengetahuan mengenai Sejarah Indonesia melalui peralatan peraga, seperti sejarah Kesultanan Yogyakarta, Tokoh Kepresidenan RI, dan Tokoh Pendidikan. Zona yang terakhir yaitu planetarium berisi peralatan peraga yang menampilkan pengetahuan mengenai dunia antariksa.

Adapun setiap zona bisa diakses dengan membeli tiket masuk, kecuali zona playground. Setiap zona mengenakan tarif tiket yang berbeda-beda, di mana harga tiket masuk zona PAUD sebesar Rp 3000, zona oval dan kotak dikenakan tarif Rp 10.000, untuk anak-anak dan Rp 18.000, untuk anak-anak, sementara zona planetarium mengenakan tarif Rp 15.000. Selain kelima zona di atas, pengunjung masih bisa menikmati wahana lain seperti desaku permai, rumah gerabah, rumah batik, dan wahana bahari yang tentunya tidak kalah mengasyikkan.

Taman Pintar hadir untuk mencerdaskan anak bangsa dalam kemasan yang menyenangkan namun tetap berisi. Segera ajak adik, teman, dan anak anda ke Taman Pintar Yogyakarta.


Gedung Kotak (Dokumentasi Pribadi)


Desaku Permai (http://www.tamanpintar.com)

Oleh: Rahel Simbolon

Selasa, 20 Mei 2014

Air Terjun Menawan, Wajib Dikunjungi di Indonesia

Liburan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Menikmati kebersamaan bersama keluarga tercinta adalah impian setiap orang di hari weekend. Obyek wisata di Indonesia sangat beragam dari persawahan, pegunungan hingga air terjun. Sudah semestinya rakyat Indonesia bersyukur dengan ciptaanNya, karena negeri tercinta, Indonesia sangat berlimpah ruah pemandangan yang indah, menawan hingga menakjubkan dua bola mata indah manusia. Air terjun, salah satu obyek wisata yang sangat menarik untuk dilihat, aliran deras airnya mampu membuat mata manusia terpana melihat keindahannya. Berikut ini beberapa air terjun menawan yang ada di Indonesia :

1. Air Terjun Tiu Kelep

Air terjun Tiu Kelep terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Untuk mencapai di air terjun Tiu Kelep, Anda dapat menempuh waktu antara dua-tiga jam dengan kendaraan roda empat dan berjarak kurang lebih 60 km dari Ibu Kota Mataram. Jika Anda berasal dari luar Pulau Lombok, maka sebaiknya menggunakan jasa tour guide agar tidak tersasar menuju ke sana. Keindahan air terjun Tiu Kelep sangatlah menawan, di mana tepat berada di kaki Gunung Rinjani, salah satu gunung yang masih aktif di Indonesia. Untuk ketinggian air terjun Tiu Kelep bisa mencapai antara 30-45 meter. Dan tepat di bawah air terjun Tiu Kelep kita bisa menikmati bermain di sungai, pengunjung dapat membasahi tubuhnya dengan derasnya air terjun Tiu Kelep ataupun hanya menikmati pemandangan di sekitar air terjun Tiu Kelep dengan memejamkan mata dan memanjatkan syukur atas ciptaan Tuhan yang maha indah. Debit air di air terjun Tiu Kelep ini cukup besar, ditambah udara yang segar dan sangat cocok bagi Anda yang ingin melepaskan kepenatan untuk berlibur di air terjun Tiu Kelep.


Sumber foto : http://lombok.panduanwisata.com/wisata-alam/pesona-9-air-terjun-di-lombok/

2. Air Terjun Maramo

Air Terjun Maramo berada di Provinsi Sulawesi Tenggara, di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo , Kabupaten Konawe Selatan yang terletak di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa. Keindahan air terjun Maramo terlihat secara alami di mana disebut dengan air terjun bertingkat yang ketinggiannya mencapai sekitar 100 meter. Air terjun Maramo mempunyai 7 tingkatan utama ditambah dengan 60 tingkatan kecil yang berfungsi sebagai kolam air. Daya pikat air terjun ini sangat identik dengan bebatuan yang bertingkat. Sangat cocok bagi kalian yang suka petualang di mana bisa menikmati bebatuan bertingkat sambil berjalan melewati batuan lainnya hingga mendaki sampai puncak.


Sumber foto : http://id.wikipedia.org/wiki/Air_Terjun_Moramo

3. Air Terjun Dua Warna

Air terjun dua warna berada di kota Medan, Sumatera Utara. Letaknya di Desa Durin Sirugun, Sibolangit, Sumatera Utara dan menempuh waktu selama 1-2 jam dari kota Medan dengan jarak kurang lebih 75 km. Medan dikenal dengan jalanan yang berliku dan jurang, jadi berhati-hatilah ketika menuju ke air terjun dua warna. Air terjun dua warna memiliki ketinggian 100 meter. Kenapa disebut dengan air terjun dua warna? Karena pada air terjun tersebut ada dua warna yakni biru jernih pada danau kecil dan putih keabu-abuan, sehingga terciptalah dua warna. Air terjun dua warna ini memiliki keindahan panorama alam yang indah ditambah dengan pepohonan yang rindang dan udaranya pun masih segar. Air terjun dua warna tepat berada di bawah kaki Gunung Sibayak.


Sumber foto : http://jalan2.com/city/medan/air-terjun-dua-warna/

Selamat liburan dan buanglah sampah pada tempatnya!

Oleh : Titis Ayuningsih

Rabu, 12 Maret 2014

Tentang Jogja - 1

Yogyakarta atau Jogjakarta. Siapa sih yang nggak tahu atau nggak kenal dengan kota yang satu ini?

Jogja terkenal dengan sebutan kota pelajar, karena di kota itu terdapat begitu banyak perguruan tinggi yang memiliki prestasi/predikat baik. Universitas Gajah Mada misalnya, Perguruan Tinggi yang satu ini menjadi incaran bukan hanya orang asli Jogja, tapi juga orang dari seluruh Indonesia. Ada juga Universitas Negeri Yogyakarta, untuk swasta ada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang merupakan PTS terbaik di Indonesia. Selain itu masih banyak Perguruan Tinggi lain yang ada di Jogja.

Selain terkenal sebagai kota pelajar, Jogja juga terkenal dengan kota budaya. Jogja memiliki lima kabupaten yang masing-masing kabupaten memiliki kebudayaan yang berbeda, dan merupakan ciri khas dari kabupaten atau daerah tersebut. Yogyakarta juga memiliki berbagai tempat wisata, yang sayang bila sampai terlewatkan. Tempat wisata itu diantaranya:

  1. Tugu Jogja

    Tugu Jogja merupakan simbol dari kota Yogyakarta, dan merupakan salah satu objek wisata di Jogja. Tugu Jogja dianggap memiliki nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, keraton Jogja dan Gunung Merapi.


    Siang hari


    Malam hari

  2. Jalan Malioboro

    Jalan Malioboro terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjual berbagai kerajinan khas Jogja seperti tas batik, baju batik, wayang kulit, kerajinan bambu, blangkon, miniatur kendaraan tradisional, dan segala macam aksesoris. Pada malam harinya akan banyak warung-warung lesehan yang menjual makanan khas Jogja yakni Gudeg. Sembari menikmati makan di lesehan kita dapat menikmati berbagai suguhan menarik dari para seniman Jogja, seperti musik, pantomim, lukisan, dll.


    Siang hari


    Malam hari

  3. Pasar Beringharjo

    Pasar ini masih berada di kawasan Malioboro yakni di Jalan A. Yani. Di Pasar Beringharjo kita bisa memperoleh oleh-oleh apa saja Khas Jogja, dari makanan, pakaian batik, kain batik sampai kerajinan. Bila pandai menawar kita juga bisa memperoleh barang dengan harga sangat murah. Pasar Beringharjo ini tak pernah sepi pengunjung, jadi harus sabar berdesak-desakkan dengan pengunjung lain.

  4. Benteng Vredeburg

    Benteng ini berada di sebelah Pasar Beringharjo. Di Benteng Vredeburg kita bisa memasuki diorama perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Pada bulan Juni-Juli, Benteng Vredeburg menjadi lokasi pelaksanaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY).


  5. Nol Kilometer

    Titik nol kilometer adalah sebuah titik yang menjadi patokan penentuan jarak antar daerah di Yogyakarta atau kota-kota lain di luar Yogyakarta. Kawasan di sekitar titik nol kilometer ini adalah kawasan wisata sejarah berupa bangunan-bangunan kuno yang sering disebut loji (bangunan-bangunan tua yang besar peninggalan Belanda). Kawasan nol kilometer juga menjadi sentra perekonomian bagi masyarakat Yogyakarta karena letaknya memang strategis. Suasana Nol kilometer pada malam hari akan lebih menarik dengan tambahan kerlap-kerlip lampu.


  6. Keraton Yogyakarta

    Keraton Yogyakarta adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga kini. Bangunan keraton adalah salah satu arsitektur istana Jawa yang baik, karena memiliki balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas, selain itu di kompleks keraton juga terdapat museum untuk menyimpan berbagai koleksi kesultanan. Keraton Yogyakarta ini adalah salah satu obyek wisata yang sayang sekali bila terlewatkan.


  7. Tamansari

    Tamansari adalah obyek wisata yang masih memiliki hubungan/keterkaitan dengan keraton Yogyakarta, letaknya di Jalan KH. Wahid Hasyim. Dulu Tamansari dimanfaatkan keluarga keraton untuk berkumpul dan bersantai dengan keluarganya, ada pula kolam untuk bermain anak-anak dan istri raja, di tamansari juga terdapat lorong bawah tanah yang digunakan sebagai jalan rahasia. Namun saat ini Tamansari hanya di manfaatkan sebagai tempat wisata.

Bersambung ke Bagian 2

Oleh: Novita Prahastiwi
Sumber: - http://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Yogyakarta
- http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan
- http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka
Sumber Gambar:
- http://yogyatrip.com/tugu-yogya-simbol-persatuan-kawula-gusti/
- http://kampusjogja.com/koleksi-foto-tugu-jogja/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Malioboro
- http://ranarast.wordpress.com/2013/03/08/never-lost-in-yogkayarta-3/
- http://www.yukpegi.com/indonesia/menikmati-wisata-peninggalan-belanda-di-benteng-vredeburg/
- http://yogyakarta.panduanwisata.com/hiburan/nol-kilometer-yogyakarta-tempat-favorit-berkumpulnya-wisatawan-dengan-keindahan-bangunan-tua-bersejarah/
- http://review-vacation-mahasiswa.blogspot.com/p/sebelum-saya-cerita-panjang-lebar.html
- http://www.indonesia-tourism.com/forum/showthread.php?383-Kraton-Ngayogyakarta-Hadiningrat-Yogyakarta-Indonesia
- http://raisaaryasheba.blogspot.com/2011/11/water-castle-taman-sari.html
- http://kangjava.wordpress.com/2011/08/08/alun-alun-kidul/
- http://wedotku.blogspot.com/2013/09/tempat-paling-gaul-yang-wajib-anda.html#pages/2

Jumat, 07 Maret 2014

Menikmati Sunset di Teluk Menado

Menado barangkali biasa dikenal sebagai kota pantai. Bahkan beberapa turis yang mengagumi keindahan kota ini kerap menyejajarkan kota Menado dengan kota-kota pantai dunia yang biasa dikunjungi wisatawan asing dari berbagai negara, seperti Miami (Florida) dan Los Angeles (California). Dan nampaknya bukan sesuatu yang berlebihan jika rasa kekaguman itu melahirkan berbagai bentuk pujian tadi. Malahan keindahannya tidak kalah dengan Sanur dan Kuta di Bali.

Yang lebih mengesankan, di sana ada sebuah kawasan wisata alternatif di Jl. Wolter Monginsidi sebagai kawasan modern pinggir pantai yang menghadap ke teluk Menado. Lokasinya berada di tepian pantai teluk Menado, sebelah selatan jantung kota Menado. Dan jika pengunjung tidak sedang menggunakan kendaraan pribadi, maka tidak perlu khawatir karena akses jalan menuju lokasi tersebut cukup mudah dan jaraknya cukup dekat, kurang lebih 10 menit dari pusat kota. Alternatif kendaraan umum seperti taksi dan mikrolet tersedia sebagai pilihan.

Di kawasan Jl. Wolter Monginsidi ini menyajikan bangunan-bangunan modern sebagai pusat perbelanjaan. Terdapat pula lapak pedagang kaki lima, kawasan kuliner, dan beberapa hotel. Tentunya tanpa mengurangi keindahan dan kebersihannya. Di tempat tersebut juga terdapat pusat informasi, ATM, Hotspot area, toilet, telepon umum, dan juga pangkalan taksi agar memudahkan pengunjung melakukan transaksi, mencari informasi, dan bepergian. Hal ini dikarenakan wawasan Jl. Walter Monginsidi tersebut memang bertujuan sebagai kawasan wisata dalam kota. Ia juga merupakan kawasan wisata belanja dan walking culture untuk memperkaya objek wisata yang telah ada sebelumnya, seperti; wisata alam, kesenian, dan budaya.

Dan di Jl. Wolter Monginsidi ini para pengunjung akan dimanjakan matanya dengan berbagai produk-produk yang ditawarkan. Berbagai produk tersebut antara lain, pakaian, aksesoris, perabotan rumah tangga, sepeda, mobil, alat-alat elektronik (telepon selular, televisi, kulkas, dan sebagainya). Selain itu di kawasan tersebut juga terdapat food court yang menjajakan berbagai jenis masakan. Mulai dari restoran cepat saji, restoran seafood, sampai dengan warung lesehan khas Yogyakarta juga bisa ditemui di sini. Tentunya di samping menu masakannya yang lezat dan nikmat, wisatawan akan merasa benar-benar dimanjakan ketika melihat panorama pantai dan langit yang indah di teluk Menado.

Lebih dari itu, setelah puas berbelanja dan menghilangkan kepenatan, stres, rasa lelah dengan berkeliling di kawasan tersebut, pengunjung juga bisa menikmati keindahan sunset dengan segala keajaibannya. Tentunya hal itu tidak bisa setiap hari disaksikan oleh mata kita, apalagi jika kita tidak berasal dari tempat-tempat daerah pantai. Barangkali keindahan sunset inilah yang paling ditunggu di saat-saat sore menjelang matahari pudar di ufuknya dengan pendaran warnanya yang menyaput seluruh permukaan langit dan air laut. Dan sepertinya anda pun perlu mencoba untuk mengunjunginya!

Oleh : Mayshiza Widya

Rabu, 26 Februari 2014

Indahnya Wisata Gunungkidul - 2

Mendengar nama Gunungkidul pasti yang terlintas dalam pikiran adalah, gersang, tandus, kering, terpencil... Itu adalah kata-kata atau pendapat orang-orang yang belum pernah berkunjung ke Gunungkidul. Tapi jangan salah, banyak sekali keindahan dan juga potensi wisata yang tersembunyi di daerah yang berada di sisi tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta itu. Ada banyak pilihan wisata di Gunungkidul seperti pantai, goa-goa karts yang menantang , stalaktit/stalakmit yang indah dan sungai-sungai bawah tanah yang menakjubkan, air terjun, dll. Berikut adalah daftar wisata-wisata di Gunungkidul:

3. Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun Sri Gerthuk ini berada di Desa Bleberan Kecamatan Playen. Air terjun ini dekat Sungai Oya, tempat pemancingan, susur sungai dengan perahu/pelampung.



4. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23? C – 27? C, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta.

Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, Gunung Nglanggeran dinyatakan sebagai Gunung Berapi Purba. Bongkahan batu yang menjulang tinggi seperti gedung bertingkat dan mall yang dulunya merupakan gunung berapi aktif (60juta tahun yang lalu) sekarang dapat kita duduki sambil menghirup udara segar sambil berfoto-foto.

Ada bangunan Joglo (Pendopo Joglo Kalisong) di pintu masuk dan bila kita melangkah ke jalan setapak untuk mendaki gunung, maka ada 3 bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang, sampai puncak gunung. Permadani hijau yang terhampar kala memandang ke bawah, melihat ladang, kebun, dan bangunan tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, menambah keindahan alam. Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata out bond, makrab, dan berkemah.

Fasilitas yang terdapat di kawasan Gunung Nglanggeran sudah sangat lengkap, sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman saat berwisata di sini. Fasilitas itu antara lain:

  1. Posko Kesehatan
  2. Pusat Informasi
  3. Balai Pertemuan
  4. Pusat Kuliner
  5. Home Stay
  6. Fasilitas MCK
  7. Fasilitas Ibadah
  8. Jalur pendakian; ringan,sedang,berat
  9. Camping Ground

Keterangan lain :

  • Jalur kendaraan roda empat/dua atau naik Ojek
  • Tiket Masuk Rp. 5.000, Parkir Rp.2.000
  • Jasa Pemandu Siang Rp.30.000/pemandu, Malam Rp.50.000/pemandu



5. Gunung Patuk  atau Bukit Hargodumilah

Tempat ini terletak di perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul. Bukit ini terletak di pintu gerbang masuk  wilayah Gunungkidul. Jika malam hari kita bisa melihat bentangan cahaya lampu seperti kumpulan bintang yang berada di bawah bukit (Piyungan dan sekitarnya). Jika siang hari dan tidak tertutup awan, dapat melihat keindahan pemandangan Gunung Merapi di sisi utara. Bukit ini sering disebut “Bukit Bintang”.

6. Gunung Kendil

Di Gunung Kendil kita bisa melihat keajaiban alam, yaitu adanya sumber air yang mengalir deras dari bongkahan batu besar atau bukit. Di sini kita juga bisa mendapati kolam renang, masjid dan juga tempat terapi untuk berbagai penyakit. Gunung Kendil ini berada di Kecamatan Ponjong.

7. Situs Gunungbang dan Situs Megalitik Sokoliman

Selain tempat-tempat wisata alam, di Gunungkidul juga ada tempat wisata yang berupa peninggalan sejarah. Situs Gunungbang dan juga Situs Megalitik Sokoliman merupakan situs megalitik yang sama-sama ada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Situs Gunungbang merupakan peninggalan sejarah berbentuk kubur batu, sedangkan Situs Megalitik Sokoliman merupakan peninggalan periode prasejarah berupa menhir, fragmen menhir, dan dinding kubur batu.

Selain obyek wisata di atas, masih banyak lokasi lain sebagai tujuan wisata di Kabupaten Gunungkidul seperti  pantai-pantai alami yang belum terekspose, goa-goa karst, situs-situs peninggalan sejarah, telaga, kawasan hutan lindung dan juga adanya desa wisata baru yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar sebagai wujud menciptakan lapangan kerja baru dan membantu kemajuan kepariwisataan di Gunungkidul.

Oleh : Novita Prahastiwi
Referensi :
http://kedaisusu01.blogspot.com/2012/10/daftar-obyek-wisata-di-gunungkidul.html
pontrenalitisham.wordpress.com/indahnya-gunungkidul/‎

Indahnya Wisata Gunungkidul - 1

Mendengar nama Gunungkidul pasti yang terlintas dalam pikiran adalah, gersang, tandus, kering, terpencil... Itu adalah kata-kata atau pendapat orang-orang yang belum pernah berkunjung ke Gunungkidul. Tapi jangan salah, banyak sekali keindahan dan juga potensi wisata yang tersembunyi di daerah yang berada di sisi tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta itu. Ada banyak pilihan wisata di Gunungkidul seperti pantai, goa-goa karts yang menantang, stalaktit/stalakmit yang indah dan sungai-sungai bawah tanah yang menakjubkan, air terjun, dll. Berikut adalah daftar wisata-wisata di Gunungkidul:

  1. Pantai

    Gunungkidul adalah surganya pencinta Pantai, ada banyak sekali pantai yang ada di Gunungkidul. Tinggal pilih mau pemandangan yang seperti apa, ada yang berpasir putih dan ada yang berpasir hitam. Tidak perlu jauh-jauh ke Bali untuk menikmati indahnya hamparan pasir putih, Gunungkidul menyuguhkan pantai pasir putih dengan ombak besar yang indah. Beberapa pantai di Gunungkidul, antaranya:

    • Pantai Baron
      Pantai ini berada di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Pantai ini menyuguhkan pantai dengan hamparan pasir hitamnya, memiliki aliran sungai bawah tanah, TPI (Tempat Pelelangan Ikan).
    • Pantai Kukup
      Pantai Kukup ini berada di sebelah timur pantai Baron dan masih berada di wilayah Desa Kemadang. Pantai ini terkenal dengan “Tanah Lot-nya Pula Jawa”. Di pantai ini kita bisa melihat pulau kecil dengan jembatan, gardu pandang, akuarium laut, hotel, rumah makan.

    • Pantai Indrayanti
      Letaknya Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus (di sebelah Timur Pantai Sundak). Pantai ini sebenarnya memiliki nama asli Pantai Pulang Syawal, namun orang lebih mengenalnya dengan nama Pantai Indrayanti yang sebenarnya adalah nama Kafe yang ada di pantai itu. Menyuguhkan pemandangan pasir putih yang menawan, dengan suasana seperti Kuta, karena banyaknya penyewaan payung.
    • Pantai Ngobaran
      Letak pantai ini berada di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari. Pantai yang tidak begitu luas namun terdapat bangunan pura dan setiap tahun diselenggarakan Upacara Melasti umat Hindu. Di pantai ini pula kita dapat menikmati sunset yang sangat indah saat senja.
    • Pantai Siung
      Pantai indah berpasir putih ini merupakan surganya pecinta olahraga panjat tebing. Pantai ini memiliki tebing dengan 250 titik pemanjatan dengan tingkat kesulitan berbeda. Tempat ini berada di Desa Purwodadi Kecamatan Tepus.
    • Pantai Gesing, Ngrenehan, Nguyahan, Sepanjang, Drini, Krakal, Sadranan, Slili, Ngandong, Sundak, Pok Tunggal, Timang, Jungwok, dan Sadeng.
  2. Goa-Goa Karst

    Di Gunungkidul terdapat lebih dari 400 goa yang tersebar di berbagai tempat. Beberapa di antaranya bersambungan satu sama lain. Ini adalah beberapa goa yang ada di Gunungkidul:

    • Goa Pindul
      Letak Goa ini ada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Walaupun letak Goa ini cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta, pengunjung tidak perlu khawatir untuk mencapai kawasan wisata ini. Saat ini sudah banyak jasa yang menawarkan untuk mengantar pengunjung, asal pengunjung sudah memasuki wilayah Gunungkidul di pinggir-pinggir jalan sudah terdapat banyak spanduk/plang “Antar Goa Pindul”. Goa Pindul ini menawarkan fasilitas susur sungai di dalam goa menggunakan ban karet dan baju pelampung, dengan biaya yang terjangkau.
    • Goa Kalisuci
      Letak goa ini di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Kita dapat menikmati susur goa dan sungai (wisata cave tubing) di Kalisuci.

    • Goa Jomblang-Grubug
      Goa ini berada di Desa Pacarejo Kecamatan Semanu. Goa ini merupakan perpaduan antara goa vertikal (luweng) dan horisontal. Pengunjung bisa menikmati pancaran bias sinar  matahari menembus lobang gua yang terkenal dengan sebutan "Cahaya Surga".
    • Goa Bribin
      Letaknya berada di Desa Dadapayu Kecamatan Semanu. Goa ini merupakan tempat proyek pengangkatan air sungai bawah tanah untuk masyarakat sekitar kerjasama dengan Jerman.

    • Goa Cerme
      Goa Cerme berada di Desa Giritirto, Kecamatan Purwosari (Berbatasan dengan Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul). Di dalam Goa terdapat stalaktit dan stalakmit yang indah, sungai bawah tanah, banyak kelelawar. Menurut cerita, Goa Cerme dulu   digunakan para Walisongo untuk menyebarkan agama Islam di Jawa dan tempat membahas pendirian Masjid Demak.
    • Goa Sioyot, Gelatik, Langse, Maria Tritis, Rancang- Kencono, Jlamprong, Gesing, Sinden, Cokro, Lowo, Paesan, dan masih banyak goa-goa lain di Gunungkidul.

Oleh : Novita Prahastiwi
Referensi :
http://kedaisusu01.blogspot.com/2012/10/daftar-obyek-wisata-di-gunungkidul.html
pontrenalitisham.wordpress.com/indahnya-gunungkidul/‎

Eksotika Alam Hutan Kina Bukit Unggul



Dulu, ada sebuah cerita di mana segerombolan orang terpaksa mengungsi ke hutan. Tetapi kehidupan di sana memang berat. Satu persatu mereka sakit dan meninggal dunia. Semua gejalanya sama. Badan terasa sakit, berkeringat disertai demam yang tinggi. Tetapi ada seorang yang mampu bertahan hidup. Dalam kesendirian dan rasa sakit, ia merayap mencari sumber air. Ketika sampai di kubangan, ia pun segera meminum air itu. Anehnya, semakin lama sakitnya malah semakin baik. Setelah diselidiki, ternyata ada khasiat obat di kubangan itu. Dan pohon tumbang yang terendam air itulah penyebabnya. Ternyata, itulah pohon kina yang sampai kini terkenal menjadi obat penyakit malaria.

Dan sensasi pohon kina itu bisa kita temukan pada sebuah agrowisata bernama Bukit Unggul. Ini merupakan kawasan hutan kina yang dikelola oleh PTPN VIII. Bahkan ada pabrik pengolahannya juga. Kawasan ini terletak di desa Cipanjalu kecamatan Cilengkrang kabupaten Bandung. Letaknya unik, karena ada di tengah, berbatasan dengan kabupaten Bandung Barat (kecamatan Lembang), kabupaten Subang, kabupaten Sumedang dan kota Bandung. Lokasinya sekitar 11 km dari arah alun-alun Ujungberung, Bandung. Tapi bisa juga dicapai dari arah Cibodas Lembang sejauh 17 km.

Jalan menuju arah sana memang tidak bagus. Apalagi sejak dari desa Ciporeat, keadaannya berlubang dan berbatu-batu. Tetapi apa yang akan didapatkan sungguh merupakan suatu kepuasan. Bagaimana bebauan pepohonan menusuk hidung. Angin hutan bertiup sepoi-sepoi menyegarkan badan. Suatu keadaan yang sangat kontras dengan kota yang penuh polusi dan kebisingan.

Sepanjang kanan kiri jalan diapit jurang dan bukit yang penuh pohon kina atau Eucalyptus. Bunga-bunga liar pun seolah tak mau kehilangan pesona, tumbuh dengan suburnya. Tak puas rasanya mata memandangi eksotika gunung dan bukit di sekitarnya. Bagi aku pribadi, inilah refreshing yang sebenarnya.

Jalanan memang cukup sepi. Tak banyak orang berlalu lalang. Juga tak banyak rumah di kiri kanan jalan. Tapi sering kita berpapasan dengan grup pecinta sepeda yang ingin menaklukkan medan yang cukup berat. Bagi mereka, wisata Bukit Unggul mempunyai tantangan tersendiri. Selain jalannya yang tidak bersahabat, arealnya menanjak terus. Pastinya dibutuhkan stamina yang prima untuk menggowes sepedanya.

Masuk kawasan hutan lebih dalam, jalannya juga cukup besar. Kami lalu berhenti di sebuah warung untuk minum dan beristirahat sejenak. Ada beberapa rumah penduduk sederhana. Sambil minum kami berbincang dengan seorang bapak yang sudah lama tinggal di sana. Ia menunjukkan bukit-bukit yang mengelilingi tempat kami berada. Jaraknya terlihat cukup dekat. Ada gunung Palasari, gunung Manglayang dan bukit Tunggul yang terlihat paling dekat.

Lalu dia menceritakan sesuatu yang unik. Katanya kalau pergi ke pasar, penduduk harus menempuh perjalanan sejauh 17 km ke Lembang. Dan bukan ke Ujungberung yang jaraknya lebih dekat. Hal itu dikarenakan akses ke Lembang lebih bagus dengan tersedianya sarana transportasi berupa ojek dan jalan yang lebih bagus.

Setelah istirahat sejenak, atas petunjuk bapak itu, kami melanjutkan perjalanan. Kawasan wisatalah tujuannya. Di sana kami disuguhi berbagai pemandangan yang lebih menakjubkan lagi. Selain penangkaran rusa, kami juga bisa melihat camping ground. Ada juga sebuah pemancingan yang dikelilingi taman dengan bunga-bunganya yang menawan. Airnya tercurah menjadi semacam air terjun buatan menuju sungai. Tempat itu dinamakan situ Sangkuriang.

Melewati sungai banyak batu-batu besar yang cocok untuk mereka yang suka bernarsis ria. Latar belakangnya benar-benar hutan alami yang gelap dan cukup menyeramkan. Ada alur sungai yang airnya jernih sekali. Tapi kita harus melewati jembatan dari kayu yang kalau diinjak akan sedikit bergoyang.

Oh ya, beberapa kali kami berpapasan dengan burung perkutut yang hinggap. Rasanya ingin sekali menangkapnya karena lucu. Tetapi , tentu saja tidak kami lakukan. Kami kan harus menjaga kelestarian alam. Semoga saja burung-burung itu tidak ada yang menangkap untuk dipelihara. Keberadaan mereka yang bebas biarlah tetap jadi penyeimbang alam.

Keluar dari kawasan itu, menuju arah lain kita bisa melihat pemandangan taman dengan air terjunnya yang eksotik. curug Batu Sangkur Dekat sana ada taman bertingkat yang dipenuhi bunga-bunga aneka rupa. Belum saung-saung yang disebarkan di beberapa lokasi memudahkan pengunjung untuk mengaso dan menikmati pemandangan dari atas.

Bagi mereka yang menyukai tantangan bisa mencoba flying fox. Wow, pasti tak akan terlupakan mencoba tantangan satu itu. Bayangkan saja, meluncur dari ketinggian dengan pemandangan warna-warni taman yang indah. Sayangnya, aku tidak punya keberanian melakukan itu.

Oh ya, kalau mau berekreasi ke Bukit Unggul, sebaiknya membawa persediaan makanan dan air dari rumah. Sebab, hanya ada sedikit warung yang berjualan. Kawasan ini belum ramai seperti kawasan wisata lainnya. Tetapi bagi aku, sekali lagi, inilah refreshing yang sebenarnya.

Oleh : Dewi Iriani

Yuk, Liburan Ke Pulau Seribu - 2

Cara Murah Ke Pulau Seribu

Nah, setelah Anda tahu begitu banyaknya tempat wisata di Pulau Seribu. Tentunya, ada sebagian Anda yang menginginkan cara murah ke Pulau Seribu. Secara umum ada tiga cara murah yang bisa Anda lakukan.

  1. Gunakanlah Biro Wisata Perjalanan

    Banyak orang yang kurang mengetahui bahwa untuk melakukan wisata yang bisa mengunjungi banyak tempat dan memiliki guide, maka berangkatlah menggunakan biro wisata perjalanan atau travel. Anda bisa mencari informasinya melalui surat kabar atau melalui internet. Biasanya, ada travel yang menjanjikan perjalanan murah ke Pulau Seribu.

    Tentu saja, pihak travel akan menjanjikan untuk Anda jenis-jenis paket yang disediakan. Anda mesti memilihnya. Jika berangkat menggunakan biro wisata perjalanan atau travel, Anda mesti legowo mungkin ada lokasi wisata yang kurang mengena di hati. Namun penulis menyarankan untuk menikmati saja. Bisa jadi, setelah Anda mengunjunginya akan menyenangkan.
  2. 2. Hubungi Hotel-Hotel di Sekitar Pulau Seribu

    Selain menggunakan biro wisata perjalanan atau travel, Anda juga bisa menghubungi hotel-hotel yang terdapat di Pulau Seribu. Tanyakan saja, apakah hotel tersebut memiliki paket tour wisata di sekitar Pulau Seribu. Biasanya, pihak hotel memiliki. Sehingga Anda yang datang dari luar provinsi atau kota tak kebingungan saat wisata di Pulau Seribu. Umumnya, pihak hotel juga menyediakan Guide.

    Yang membedakan menggunakan paket hotel dengan paket biro wisata perjalanan adalah, jika Anda berasal dari luar pulau jawa, maka Anda mesti membeli tiket pesawat sendiri. Jika menggunakan biro wisata perjalanan atau travel, maka Anda tak lagi memikirkan biaya tiket pesawat. Umumnya, paket yang disediakan pihak travel sudah termasuk dengan tiket pesawat return (pulang pergi).
  3. 3. Melalui Teman

    Nah, ini juga termasuk cara murah liburan ke Pulau Seribu. Anda tinggal mencari teman, apakah ada yang tinggal di sekitar Pulau Seribu. Jika ada, maka tanyakanlah kepadanya, siap atau tidak menemani Anda wisata di Pulau Seribu. Maka, Anda bakal murah dalam hal guide dan tempat penginapan jika teman Anda mengizinkan tinggal di rumahnya selama liburan.

    Atau, Anda bisa memintanya untuk mencarikan hotel murah di Pulau Seribu. Sehingga tugas Anda hanya mencari tiket murah ke Jakarta. Ini jelas sangat bisa membuat wisata perjalanan Anda ke Pulau Seribu menjadi murah. Anda tak perlu membayar guide. Dan pastinya, teman Anda pasti paham jenis wisata yang mana paling menarik dan sesuai.

    Ini sangat berbeda dengan menggunakan paket biro wisata perjalanan. Menggunakan biro wisata perjalanan, ketika Anda tidak menyukai paket wisata yang dipilih, maka tidak bisa untuk segera cepat kembali atau membatalkan paket.

    Berbeda juga dengan menggunakan paket hotel yang Anda hubungi via telepon atau informasi yang didapat di internet. Pasalnya, jika Anda merasa tidak nyaman dan kurang menikmati paket yang ditawarkan, maka Anda tidak bisa begitu saja pindah ke hotel yang lain.
Nah, inilah bentuk-bentuk wisata yang ada di Pulau Seribu. Plus, di artikel ini pun dipaparkan cara murah untuk ke Pulau Seribu. Semuanya tergantung pada pilihan Anda. Semoga liburan Anda di Pulau Seribu murah dan menyenangkan.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution

Yuk, Liburan Ke Pulau Seribu - 1

Saat ini sudah hampir memasuki musim liburan panjang anak-anak. Yang paling menyenangkan di saat liburan adalah melakukan wisata. Kebanyakan orang melakukan wisata ke tempat yang belum pernah dikunjunginya. Haruskah wisata ke luar negeri? Rasanya tak perlu. Di Negeri ini cukup banyak tempat wisata yang sangat menakjubkan. Salah satunya adalah Pulau Seribu.

Pulau Seribu yang terdapat di Jakarta adalah salah satu tempat wisata yang jadi rujukan banyak orang. Bukan lantaran namanya yang menunjukkan bahwa pulaunya ada seribu. Penamaan pulau seribu lebih didasari karena jumlahnya cukup banyak. Bayangkan, ada 342 pulau. Selain itu, dinobatkan sebagai pulau seribu, karena gugusan pulau tepat berhadapan dengan Teluk Jakarta.

Ada Apa Saja di Pulau Seribu?

Wah, pastinya Anda dan keluarga ingin tahu apa saja yang ada di Pulau Seribu, bukan? Di Pulau Seribu, bukan saja tempat wisata saja yang ada. Tempat sejarah juga ada, termasuk di dalamnya makam habib. Bagi yang suka berziarah, ke Pulau Seribu bisa memiliki dua tujuan. Yaitu, wisata dan ziarah.

Lima lokasi sejarah yang ada di Pulau Seribu adalah:

  1. Ada makam Habib Ali yang terletak di Pulau Panggang. Habib Ali wafat pada tahun 1895.
  2. Ada juga bekas kantor Asisten Duizen Eilanden yang dibangun pada tahun 1980-an. Posisi kantor tersebut terdapat di Pulau Panggang.
  3. Ada juga makam legenda Darah Putih yang terdapat juga di Pulang Panggang.
  4. Ada makam Syarif Maulana Syarifuddin.
  5. Ada makam Sultan Mahmud Zakaria.

Sedangkan tempat wisata yang bisa Anda kunjungi di Pulau Seribu adalah.

  1. Jika Anda memiliki hobi wisata bahari dan senang mengamati jenis-jenis satwa seperti penyu, maka penulis menyarankan Anda untuk mengunjungi Pulau Pramuka, Pulau Semak Daun, Pulau Kepala dan Pulau Panggang.
  2. Jika Anda memiliki hobi suka melakukan Diving di laut, plus ingin melihat bekas-bekas kapal karam, penulis menyarankan Anda untuk mengunjungi Pulau Opak dan Pulau Karang Congkak.
  3. Jika Anda memiliki hobi wisata bahari alami, artinya tidak terdapat di dalamnya pengelolaan yang dilakukan pemerintah ataupun pihak swasta, maka penulis menyarankan untuk mengunjungi Pulau Panjang, Pulau Putri, Pulau Pelangi dan Pulau Perak.
  4. Jika Anda tergolong orang yang suka snorkeling, penulis menyarankan untuk mengunjungi Pulau Semut, Pulau Karang Kroja, Pulau Kotok Besar, dan Pulau Gosong Laga.
  5. Bila Anda pencinta burung dan sangat menyukai aneka jenis suara burung, maka penulis menganjurkan untuk mengunjungi pulau kerajaan.
  6. Jika Anda ingin melihat para penderita kusta atau ingin tahu sebuah rumah sakit yang disiapkan secara khusus untuk penderita penyakit kusta, maka kunjungilah Pulau Bidadari.
  7. Jika Anda tergolong orang yang suka melihat peninggalan-peninggalan Belanda saat menjajah negeri ini, plus benteng yang memiliki air tawar yang jernih dan bersih, maka kunjungilah Pulau Kahyangan.
  8. Nah, bagi Anda yang memiliki hobi memancing, maka kunjungilah pulau Damar. Di pulau ini juga terdapat mercusuar yang sudah cukup lama usianya. Mercusuar tersebut dibangun masa pemerintahan Hindia Belanda, tepatnya di tahun 1879.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution

Menengok Wisata Kulon Progo - 2

b. Pantai Trisik

Pantai ini berada di tenggara Kulonprogo yaitu di Banaran, Galur (30km dari Yogyakarta). Pantai Trisik ialah pantai yang tepat untuk menikmati keindahan cakrawala laut lepas, sunrise dan sunset. Pantai yang juga menjadi tempat bagi para nelayan untuk mendaratkan perahunya serta untuk jual beli ikan segar dari laut. Terdapat laguna-laguna yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk perikanan. Di sebelah timur kawasan Pantai Trisik yang merupakan muara sungai Progo sering dimanfaatkan sebagai tempat pengamatan burung selain itu juga sebagai lokasi penangkaran habitat penyu.

c. Pantai Congot

Pantai Congot membentang sepanjang 6,5 Km, terletak di Jangkaran, Temon di sebelah banal Pantai Galagah (15 Km dari Wates). Sungai Bogowonto yang membatasi Purworejo dan Kulon Progo bermuara di Pantai Congot menjadi tempat pendaratan perahu nelayan dan terdapat tempat penjualan ikan untuk jual beli ikan segar. Tidak jauh dari Pantai Congot terdapat tempat ritual Gunung Lanang yang dimana tiap malam 1 Suro diadakan upacara ruwatan dan dilanjutkan larung pada pagi harinya.

Wisata alam di Kulonprogo berikuntnya adalah Goa Kiskendo. Goa Kiskendo salah satu obyek wisata yang terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo di Pegunungan Menoreh, terletak 36km dari Yogyakarta dan 21km dari Wates. Goa ini sangat menarik karena kita akan menjumpai ornamen-ornamen goa berupa stalaktit dan stalaknit. Goa ini juga terkenal dengan kesakralannya dan terdapat relief cerita wayang (legenda pertempuran Mahesosuro-Lembusuro melawan Sugriwo-Subali)

Setelah anda menginjak lokasi wisata ini maka terhampar pertamanan yang akan menghubungkan dengan anak tangga menuju dalam goa. Kemudian anda diharuskan menuruni tangga bak ular yang berkelok ke arah mulut Goa Kiskendo. Jika masuk ke dalam goa, anda akan menemukan tempat-tempat sakral yang sering digunakan untuk ritual, antara lain Pertapaan Kusuma, Pertapaan Ledhek, dan Pertapaan Santri Tani.

Inilah beberapa foto dari Goa Kiskendo:



Berikutnya ada Puncak Suroloyo, Suroloyo adalah Puncak tertinggi di Pegunungan Manoreh tingginya 1071m dpl, dengan pemandangan indah di perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah. Pengunjung bisa menikmati Candi Borobudur, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing di sisi utara dan Kota Yogyakarta serta Samudera Hindia di sisi selatan. Pengunjung juga dapat menikmati indahnya sunrise atau sunset.

Untuk menuju Suroloyo pengunjung harus melewati jalan berkelok tajam serta menakhlukkan tanjakan yang cukup curam, letaknya sendiri kira-kira 50km dari Yogyakarta, tepatnya di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamtan Samigaluh. Tidak hanya itu pengunjung masih harus menaiki anak tangga, untuk benar-benar sampai ke Puncak Suroloyo. Namun perjalanan panjang dan melelahkan itu tentu akan terbayarkan oleh keindahan pemandangan yang disajikan oleh Puncak Suroloyo. Selain sangat mengagumkan Suroloyo juga memiliki mitos, yaitu sebagai kiblat pancering bumi (pusat dari empat penjuru) di tanah Jawa. Masyarakat setempat percaya bahwa puncak ini adalah pertemuan dua garis yang ditarik dari utara ke selatan dan dari arah barat ke timur Pulau Jawa.

Dan seperti inilah pemandangan yang dapat kita lihat di Puncak Suroloyo:



Kulonprogo juga memiliki sebuah waduk yang juga merupakan satu-satunya waduk di DIY, yaitu Waduk Sermo. Letak waduk ini ada di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap (5km dari wates dan 36km dari Yogyakarta), luasnya sekitar 157hektar. Selain kita dapat menikmati wisata berkeliling waduk dengan perahu kita juga dapat menikmati indahnya alam, karena Waduk Sermo berlatar belakang hutan dan juga Pegunungan Manoreh.

Wisata yang juga dapat kita kunjungi adalah Pemandian Clereng, pemandian ini terletak di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih hanya sekitar 4km dari Wates. Clereng adalah tempat pemandian dengan kolam renang dari mata air alami clereng. Pemandian ini terletak di kawasan perbukitan yang di bawahnya mengalir mata air jernih yang juga di manfaatkan untuk air minum dan irigasi pertanian masyarakat setempat.



Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi:
http://thearoengbinangproject.com/wisata/wisata-kulon-progo/
https://sites.google.com/site/wisataairterjun/daerah-istimewa-yogjakarta/grojogan-watu-jonggol---kulon-progo
http://kalibiru.blogspot.com/

Menengok Wisata Kulon Progo - 1

Kulonprogo adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Yogyakarta. Meski kabupaten ini dikatakan sebagai kabupaten terbelakang di Yogyakarta, namun kalau kita mau menengok sejenak, begitu banyak wisata alam yang dapat kita kunjungi di tempat ini.

Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru misalnya, wisata ini terletak di Perbukitan Menoreh, Kulonprogo, Yogyakarta, berada pada ketinggian 450m dpl. Lokasi wisata ini ialah di sebelah barat Kota Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 40 km (+ 1 jam perjalanan) atau hanya berjarak 10 km dari Kota Wates, Ibukota Kabupaten Kulonprogo.

Wisata Alam ini dibangun atas inisiatif masyarakat di sekitar hutan Negara yang berkeinginan agar hutan tersebut tetap tumbuh hijau, sejuk, dan lestari. Pengembangan wisata alam ini tidak lepas dari proses panjang upaya masyarakat di sekitar hutan dalam memulihkan keadaan hutan yang dulunya tandus dan gersang.

Salah satu daya tarik kawasan wisata alam ini adalah bentang alamnya yang merupakan harmonisasi antara hijaunya hutan dengan hamparan berbukit yang sangat luas dengan pemandangan yang sangat indah dan mempesona. Keelokan alam ini semakin menarik ketika dipadukan dengan suasana masyarakat Desa yang ramah, santun, yang masih kental dengan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan, yang juga masih mempertahankan beraneka ragam seni budaya tradisional.

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru antara lain: Outbound Training, Wisata Pedesaan, Wisata Budaya, Wisata Pendidikan, Wisata Keluarga, Wisata Terapi, Down Hill, bagi yang suka dengan tentangan bisa juga Off-Road dan Wisata Trekking.



Wisata berikutnya ialah Wisata Grojogan Watu Jonggol, letaknya di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh (42km dari Yogyakarta). Grojogan Watu Jonggol berada di ketinggian 900m dpl, yang terletak di pegunungan Menoreh di dalam kawasan Desa Wisata Nglinggo.  Grojogan ini memiliki ketinggian sekitar 60m.  Selain Grojogan Watu Jonggol di kawasan ini juga terdapat dua air terjun lagi yaitu Kedung Cumpleng dan yang satunya biasa disebut Curug Nglinggo. Untuk menuju ke lokasi ke dua air terjun ini cukup sulit di mana harus melewati jalan setapak dan menuruni lembah yang dalam.  Hanya ke lokasi Grojogan Watu Jonggol saja yang mudah di akses karena sudah dibuatkan jalan setapak. Wisata yang letaknya juga ada di dekat grojogan ini adalah Wisata Perkebunan Teh Nglinggo.

Ini adalah beberapa foto dari Grojogan Watu Jonggol :



Nah..., wisata berikutnya ialah Pantai. Pantai-pantai di Kulonprogo ini memiliki pasir hitam dan karena tidak terhalang oleh gunung seperti pantai-pantai di Gunungkidul kita bisa menikmati sunset dan sunrise sambil duduk di tepi-tepi pantai. Pantai di Kulonprogo antaranya:

a. Pantai Glagah

Pantai Glagah berada kira-kira 10km dari Kota Wates. Pantai ini merupakan pantai dengan hamparan pasir yang luas dan akan semakin indah saat sunrise ataupun sunset. Di Pantai Glagah ini juga terdapat pemecah ombak yang jarang kita temui di Pantai-Pantai lain, dan ini menambah daya tarik Pantai Glagah tentunya. Selain itu terdapat kawasan gumuk pasir dengan rumput grinting dan laguna glagah untuk berperahu wisata, olahraga kano, kayak ataupun berenang. Selain itu juga ada agrowisata buah naga, melon, semangka dan cabai yang dikelola oleh masyarakat.

Kawasan Glagah juga sering dipakai untuk event rutin motocross, festival layang-layang di bulan juli, dan pesta kembang api tahun baru. Pantai Glagah menjadi muara Sungai Serang yang sekaligus pintu masuk ke Pelabuhan Ikan Tanjung Adi Karta. Sisi barat sungai serang menjadi camping ground dan dermaga wisata.



Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi:
http://thearoengbinangproject.com/wisata/wisata-kulon-progo/
https://sites.google.com/site/wisataairterjun/daerah-istimewa-yogjakarta/grojogan-watu-jonggol---kulon-progo
http://kalibiru.blogspot.com/