Tampilkan postingan dengan label keindahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keindahan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2014

Menyaksikan Pesona Keindahan Air Terjun Mursala di Pesisir Sibolga, Sumatera Utara


1. Film Mursala

Masih ingat Film Mursala? Film Indonesia produksi tahun 2013 yang mengangkat kearifan budaya Batak dan dibintangi oleh Rio Dewanto. Film Mursala ini mengangkat keindahan Pulau Mursala di Tapanuli Tengah. Pulau Mursala atau biasa juga disebut Mansalaar Island merupakan pulau berluaskan 8000 ha yang dihuni oleh berpuluh-puluh kepala keluarga. Di pulau ini kita bisa melihat keindahan air terjun ketinggian 35 m yang langsung jatuh ke permukaan laut. Mula-mula, air ini mengalir dari sebuah sungai pendek dengan panjang 700 m, kemudian sesampainya di tebing pulau, air ini mengalir di antara bebatuan granit berwarna merah. Setelah itu, air pun jatuh dari tebing pulau mengalir ke permukaan laut dengan jumlahnya yang banyak dan bunyi yang keras, terutama pada saat musim hujan. Jika keberadaannya ditelaah pada peta, pulau ini berada di antara Sibolga dan Nias.

Konon katanya, penamaan pulau ini dilakukan oleh nelayan setempat. Dahulu sekitar abad ke-7, bangsa Arab datang berbondong-bondong singgah ke Pantai Barus guna saling menukar komoditi. Sebelum sampai ke Barus, para pedagang Arab ini kerap beribadah di pulau besar. Hal ini pun berlangsung dalam waktu yang lama sehingga para nelayan pun menamakan pulau tersebut berdasarkan kebiasaan beribadah tersebut, yakni Mursala yang berasal dari kata “Mur” untuk sebutan Orang Arab dan Shalat.

Pulau Mursala dikelilingi oleh banyak pulau kecil yang umumnya tidak berpenduduk, seperti Pulau Silabu Na Godang, Pulau Silabu Na Menek, Pulau Puti, Pulau Kalimantung, dan Pulau Jambe. Kehadiran pulau-pulau kecil ini sangat mendukung keapikan Pulau Mursala sehingga sangat cocok dijadikan destinasi wisata. Selain itu, Pulau Mursala juga memiliki aneka ikan hias dan kekayaan bawah laut seperti terumbu karang. Oh ya, salah satu pulau kecil yang mengelilingi Pulau Mursala yakni Pulau Silabu Na Menek bisa menyita perhatian anda lewat keunikan tanaman bonsainya yang tumbuh subur di bebatuan curam.


2. Air Terjun Mursala

Bagi anda yang tertarik dengan aktivitas menyelam, anda bisa menemukan beberapa titik untuk melakukannya seperti di Teluk Labuah Hunik. Jika anda ingin berenang dan memancing, anda bisa beralih ke Pulau Jambe dan sekitarnya. Selain perairan yang dangkal, anda juga bisa menyaksikan keindahan bawah laut dan aneka ikan yang cantik. Bagi anda yang berjiwa petualang, anda bisa berkemah di pesisir pulau dan merasakan ketenangannya saat bermalam ditemani suara ombak. Pulau Mursala memiliki aneka tempat menarik yang patut dikunjungi, seperti Bonsai Pinang Merah yang tumbuh subur di bebatuan curam, Batu Garuda berbentuk burung yang menjorok di sebuah pantai curam di Pulau Silabu Na Menek, dan hamparan pantai berpasir putih Pulau Puti.

Pulau Mursala bisa dicapai jika telah sampai di Kota Sibolga. Jarak Kota Sibolga dan pusat Kota Medan sekitar 350 km dengan waktu tempuh 8 jam. Selain dengan kendaraan pribadi, anda juga bisa menggunakan angkutan umum jurusan Medan-Sibolga. Tarif yang dikenakan yakni Rp 100.000,00. Setelah sampai di Kota Sibolga, anda harus menyewa kapal cepat yang bisa ditemui di Pantai Bosur dan Pantai Pandan dengan waktu tempuh 2 jam. Tarif yang dikenakan sekitar 2 juta rupiah untuk perjalanan pulang pergi. Kapal cepat ini bisa mengangkut penumpang maksimal 20 orang awak kapal akan menunggu anda hingga puas menjelajahi pulau. Ada banyak pesona keindahan Pulau Mursala yang patut disaksikan, namun yang paling menarik untuk dilihat secara langsung tentu pemandangan air terjunnya yang langsung jatuh ke permukaan laut.

Oleh : Rahel Sombolon
Gambar:
1. http://www.indonesianfilmcenter.com/images/gallery/galIdFC_05042013_57157.jpg
2. http://www.yukpegi.com/wp-content/uploads/2014/03/1.Pulau-Mursala-Tempat-Syuting-Film-Holywood-di-Sumatera-Utara.2.jpg

Kamis, 11 September 2014

Menikmati Pesona Indah Danau Toba dan Sekitarnya


1. Pemandangan Danau Toba

Danau Toba adalah salah satu keagungan Tuhan yang tercipta di nusantara kita. Airnya yang jernih, udara yang sejuk dan segar, dan pemandangan yang begitu mempesona dengan aneka pegunungan hijau menjadikan Danau Toba menjadi tujuan wisata yang begitu mengagumkan. Danau Toba merupakan hasil letusan gunung berapi sekitar 70 ribu tahun yang lalu. Menurut perkiraan, efek letusan tersebut, terjadi kepunahan dan kematian massal. Letusan ini sangat memengaruhi keadaan dunia karena mengakibatkan perubahan iklim. Danau Toba memiliki luas 1145 km2 sehingga lebih layak disebut lautan dibanding danau. Di kawasan Asia Tenggara, Danau Toba merupakan danau terluas.

Danau Toba juga memiliki sebuah pulau di bagian tengahnya bernama Samosir. Pulau Samosir berada pada ketinggian 1000 m dpl. Dan ternyata di dalam Danau Toba, masih ada dua danau kecil, yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sidihoni yang berada tepat di tengah Samosir. Bila kita mengarahkan pandangan ke pinggir Danau Toba, kita bisa melihat air terjun yang mempesona dan Tanjung Unta, sebuah tanjung yang hampir serupa punggung unta.

Danau Toba atau dalam bahasa Batak sering disebut Tao Toba merupakan tempat yang sangat cocok bagi siapapun yang ingin bersantai, menghilangkan penat, merasakan ketenangan, dan juga keindahan gunung yang berderet. Letak Danau Toba yang berada 900 m dpl membuat udara di sekelilingnya terasa sejuk, segar, dan jauh dari polusi. Selain menikmati kesejukan udaranya dan keindahan panoramanya, pengunjung juga bisa berperahu dan berenang untuk semakin melihat keindahan tersebut dalam jarak yang dekat.

Jika anda ingin mengenal bagaimana masyarakat Batak di sekitar Danau Toba, anda bisa tinggal di Pulau Samosir untuk beberapa lama. Di sekitar Danau Toba, ada banyak penginapan yang bisa anda tempati selama anda menjelajahi Danau Toba, Pulau Samosir, dan sekitarnya. Di Pulau Samosir, anda bisa melihat aneka kuburan batu yang masih tradisional, rumah adat Batak Toba yang disebut Rumah Bolon, Makam Raja Sidabutar yang berusia 500 tahun, dan juga Patung Sigale-Gale, sebuah patung yang bisa menari. Selain itu, anda juga bisa mengunjungi Desa Janggah, tempat penghasil ulos dan juga Rumah Pengasingan Presiden Pertama RI, Soekarno yang berada di tepi Danau Toba. Umumnya para wisatawan meramaikan Danau Toba saat sedang liburan sekolah dan saat sedang ada festival tahunan seperti Festival Danau Toba. Di saat-saat seperti itu,  pengunjung bisa melihat bagaimana cara masyarakat Batak menghormati arwah nenek moyang mereka, melihat tarian dan juga nyanyian Batak yang sangat khas dengan iringan serulingnya.


2. Patung Sigale-gale

Danau Toba terletak di Kota Parapat. Jarak antara Parapat dan Medan sekitar 176 km dan dapat ditempuh dalam waktu 6 jam dengan menggunakan bus. Tersedia rute Medan-Parapat untuk bisa sampai ke tempat ini dengan tarif Rp 40.000,00. Untuk memudahkan pencarian bus, anda disarankan untuk sampai di Medan pada pagi hari, karena biasanya bus akan membawa pengunjung langsung ke Kawasan Danau Toba. Setibanya di Parapat, anda bisa menggunakan kapal feri menuju Pulau Samosir, yang beroperasi mulai pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore dengan tarif Rp 10.000. Sembari menunggu kapal berangkat, anda bisa mengarahkan kamera anda ke berbagai objek indah di sekitar danau.

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://lifeistravelling.files.wordpress.com/2012/02/toba-lake.jpg
2. http://tobalitour.com/news/4077935-si_gale_gale_puppet_pulau_samosir-829870457.jpg

Kamis, 21 Agustus 2014

Menikmati Keindahan Indonesia di Taman Nasional Ujung Kulon


1. Pulau Peucang

Indonesia memiliki banyak taman nasional untuk melindungi flora dan faunanya yang langka. Salah satu taman nasional yang populer di Indonesia adalah Taman Nasional Ujung Kulon , tempat perlindungan badak jawa dan hewan langka lainnya seperti banteng, owa jawa, luwak, anjing hutan dan burung-burung yang hampir punah. Di atas lahan 120.000 ha ini, para pengunjung TNUK bisa bertualang di alam bebas, seperti membabat hutan dan berpetualang mencari hewan-hewan yang hampir punah. Namun bagi anda yang kurang menyukai petualangan, anda bisa menikmati suasana santai di objek-objek wisata yang disediakan Taman Nasional Ujung Kulon. Ada beberapa objek wisata yang bisa anda nikmati, seperti berikut:

  1. Pulau Peucang

    Pulau ini banyak dikunjungi oleh karena keindahan kehidupan bawah lautnya dan aneka terumbu karang, sehingga sangat cocok untuk aktivitas diving dan snorkeling. Di pulau ini juga pengunjung bisa bercengkerama langsung dengan monyet ekor panjang dan rusa yang berkeliaran. Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan hiking ke sebuah batu besar bernama Karang Copong. Mengunjungi pulau ini sangat menyenangkan karena pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah dengan latar belakang keindahan laut.

  2. Pulau Panaitan

    Pulau ini berada di sisi barat laut Peucang. Dengan luas 17.500 Ha, pulau ini mempunyai spot diving seperti Legon Lentah, Legon Kadam, Karang Jajar, dan Legon Samadang. Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan surfing di lokasi bernama Teluk Kasuaris. Di sana ada sebuah titik yang dijuluki “One Palm Point”. Konon menurut para surfer, ombak pada titik ini cukup besar sehingga sangat difavoritkan.

  3. Padang Penggembalaan Cidaon

    Di padang ini pengunjung bisa melihat aneka satwa bergerak bebas, seperti burung merak, banteng, dan ayam hutan. Jika cuaca cerah, pengunjung bisa melihat banteng pada jam enam pagi hingga jam setengah delapan dan pada jam setengah lima sore hari. Para pengunjung tidak diperbolehkan untuk mendekati banteng karena bisa membuat aktivitas banteng yang tengah merumput menjadi terganggu. Pengunjung bisa melakukan pengamatan dengan menggunakan teropong.

Selain tempat-tempat di atas, masih ada objek wisata lainnya seperti Gua Sanghyangsirah yang erat dengan kehidupan Kian Santang dan selalu dikunjungi peziarah setiap bulan Maulid, Padang Penggembalaan Cibunar yang juga tempat para banteng merumput, Sumber Air Panas Cibiuk yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit, Habitat Owa Jawa di Curug Cikarang, dan Pantai Selatan. Untuk bisa sampai ke Taman Nasional Ujung Kulon, pengunjung bisa melalui dua jalur yakni darat dan laut. Jika menggunakan jalur darat, pengunjung bisa menggunakan angkutan umum dari Jakarta dengan bus jurusan Jakarta-Labuan lalu dilanjutkan dengan minibus jurusan Labuan-Tamanjaya, diperkirakan waktu tempuh sekitar 7 jam. Sementara jika menggunakan jalur laut, pengunjung bisa menyewa kapal dari Labuan, Sumur, ataupun Tamanjaya untuk menuju pulau.

Taman Nasional Ujung Kulon adalah salah satu taman nasional yang cukup populer di Indonesia oleh karena keberadaan badak jawanya. Selain keanekaragaman flora dan fauna yang dilindungi, taman nasional ini juga sungguh menakjubkan dengan keindahan laut dan padang rumputnya. Jika anda merasa tertarik untuk mengetahui kehidupan satwa dan keindahan alam tempatnya bermukim, silakan datang ke Taman Nasional Ujung Kulon, surga Indonesia di ujung barat Pulau Jawa.

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://www.ujungkulon.org/pulau/pulau-peucang

Senin, 21 Juli 2014

Menikmati Keindahan Perpaduan Warna Danau Linow


Sumber : http://cybersulutnews.co.id/wp-content/uploads/2014/02/Danau-Linow-183449858.jpg

Tidak perlu sampai jauh-jauh terbang ke luar negeri hanya untuk berwisata. Indonesia sendiri mempunyai tempat-tempat wisata yang unik dan patut untuk dikunjungi. Danau Linow yang terletak di provinsi Sulawesi Utara dan tepatnya di kota Tomohon pasti dapat menjawab kebutuhan setiap kita yang ingin memilih tempat wisata yang unik. Danau Linow juga merupakan salah satu tempat wisata favorit di kota Tomohon ini. Sebenarnya apakah yang membuat Danau Linow ini terkenal unik?

Air di danau Linow dapat berubah menjadi warna-warna yang berbeda yaitu tepatnya ada 3 warna. Ada warna hijau, cokelat muda sampai biru. Tetapi, apakah yang membuat danau Linow bisa berubah warna? Danau Linow sendiri berhubungan dengan gunung Lokon di Tomohon. Oleh sebab itu, air di danau Linow mengandung belerang dengan kandungan yang tidak terlalu tinggi. Selain itu tanaman-tanaman air di danau Linow juga ikut berperan dalam perubahan warna di danau tersebut. Serta di siang hari, cahaya matahari dapat membiaskan air di danau Linow. Sungguh indah bila dapat menikmati perpaduan dari 3 warna di danau Linow ini.

Danau Linow dapat dikunjungi dengan mudah karena akses jalannya yang berhubungan dengan jalan utama. Tips bagi yang ingin berwisata ke danau Linow, sebaiknya dikunjungi pada saat cuaca tidak terlalu panas seperti pada saat pagi hari atau menjelang sore. Menikmati udara yang sejuk dan tidak terlalu panas juga menjadi satu hal yang dapat menarik minat pengunjung untuk berwisata ke tempat ini. Terutama bagi yang seharian bekerja dan lelah dapat berkunjung sebentar ke danau Linow untuk menyegarkan pikiran dan tubuh.

Di danau Linow juga tersedia alat transportasi berupa perahu kayuh atau kano. Bagi pengunjung yang ingin menelusuri danau Linow ini dapat menyewa alat transportasi ini. Tetapi ada yang tidak diperbolehkan yaitu menelusuri danau hingga mencapai daerah air yang panas dari gunung. Selain itu, pada saat cuaca tidak bersahabat terutama musim penghujan, pengunjung sebaiknya tidak menelusuri danau karena perahu kayuh atau kano yang kita tumpangi bisa-bisa oleng akibat angin kencang. Setelah puas menelusuri danau Linow, pengunjung juga mendapatkan pelayanan lain yaitu kafe yang tersedia di dekat bukit di sekitar danau. Sambil memandangi keindahan pesona danau Linow dengan ditemani secangkir kopi, pengunjung pasti akan merasa fresh kembali.

Harga yang ditawarkan bagi para pengunjung juga sangat terjangkau yaitu Rp.5000 per orang. Harga tersebut tidaklah sebanding dengan apa yang akan kita dapat di danau Linow ini. Mulai dari keindahan warna-warna air danaunya, tempatnya yang sejuk dan asri, kafe-kafe di sekitar danau yang siap melayani pengunjung, dan lain-lain. Semua itu pastinya akan membuat para pengunjung tidak mau melupakan danau Linow yang indah ini.

Oleh : Stevanus
Sumber:http://travel.kompas.com/read/2014/01/22/1334466/Linow.Danau.Tiga.Warna.di.Tomohon

Jumat, 18 Juli 2014

MENIKMATI PESONA ALAM CURUG 7 BIDADARI SEMARANG – JAWA TENGAH

Indonesia merupakan negara yang luas yaitu  -+ 5.180.053 km2. Menakjubkan bukan? Berdasarkan pernyataan tersebut, banyak hal menarik yang dapat ditemui di Indonesia yang tersebar di berbagai belahan nusantara. Ragam pesona yang disuguhkan oleh alam Indonesia, memang tak ada habis-habisnya hingga membuat kita makin tertegun akan keelokannya. Namun, masih ada segelintir orang yang enggan untuk menikmati keindahan alam Indonesia dan lebih memilih untuk menikmati suasana alam luar Indonesia. Padahal, pesona alam negeri kita tak kalah juga dengan negara-negara lainnya. Berikut salah satu keindahan alam Indonesia yang patut untuk dikunjungi seperti “Air Terjun 7 Bidadari”.


1. Curug 7 Bidadari

Tempat wisata yang berlokasi di desa Keseneng, Sumowono-Kabupaten Semarang ini, sering disebut Curug 7 Bidadari oleh warga setempat. Curug berarti gerojogan banyu atau dalam istilah Indonesianya air terjun. Wisata lokal yang tak asing lagi bagi warga semarang ini, memiliki kisah yang unik hingga tempat ini di beri nama Curug 7 Bidadari. Konon, ada 7 bidadari yang turun dari kayangan untuk berendam di tempat ini supaya kutukan mereka lenyap. Alhasil dari cerita tersebutlah nama curug 7 bidadari didapat. Lokasi yang berjarak 9 km dari Bandungan dan 7 km dari Gedong Songo, memiliki pemandangan yang menakjubkan di sekitarnya seperti pepohonan hijau nan rimbun dan pemandangan asri lainnya. Sawah pun juga tak luput dari tempat ini sehingga banyak warga setempat yang lalu lalang guna mencari nafkah. Berkunjung ke tempat wisata ini tak perlu merogoh biaya terlalu dalam, kita dapat menikmati keindahan curug yang ketinggiannya kurang lebih 20 meter dengan 3 tingkatan air terjun di mana tingkatan pertama memiliki 1 air terjun, tingkatan selanjutnya terdiri dari 2 air terjun, dan tingkatan terakhir terdapat 4 air terjun yang bersebelahan. Banyak kepercayaan mengenai tempat ini, ada yang mengatakan jika sepasang muda mudi yang berkunjung ke sini akan menjadi sepasang kekasih yang langgeng. Selain itu, terdapat Kedung Wali mirip sebuah sumur yang berdiameter kurang lebih 70cm dengan sumber mata air yang tak ada habis-habisnya. Diyakini Kedung Wali ini memiliki berbagai khasiat seperti awet muda, mempercepat jodoh maupun rezeki, dll.


2. Kedung Wali

Terlepas dari benar atau tidak kepercayaan tersebut, tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi. Tak jauh dari lokasi juga, terdapat makam sesepuh desa Keseneng yakni Kyai Mandung dengan luas area makam 150 meter persegi. Yang hingga sekarang makamnya dikeramatkan


3. Makam Kyai Mandung

Curug 7 Bidadari ini dialiri langsung oleh sungai dari Gunung Ungaran sebab lokasi wisata ini tak jauh dari Gunung Ungaran. Berbagai fasilitas disediakan di Curug 7 Bidadari seperti tempat berkemah (camping ground), permainan outbound, gazebo sebagai tempat pertemuan atau kumpul-kumpul, tempat ziarah, mushola, toilet, area parkir, dll. Bagi anda pecinta alam atau ingin melepas penat dari hiruk pikuk dan panasnya kota, tak ada salahnya untuk mengunjungi curug 7 bidadari untuk merefreshingkan jiwa maupun pikiran.

Oleh : Ardan Esand
Gambar:
1. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqMAe7z2QWPL-qJMNbqVMSORkeuuPZt-VebRHBQHnQFYxE5klK5LST56JQvLOpks6y7HKCZYOrVpqXFXdCjp_weDyqBn0v8K5fyiVGhfZqTT8izebU8dSe_tPHFaolFNL3H7_EyNV-b94/s800/curug%2525207%252520bidadari.jpg
2. http://teamtouring.net/wp-content/uploads/2010/08/Kedung-Wali.jpg
3. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZuaepAX3GGfI9V6vAEz2YsWGZXml5ai0ukRVy1aJxxY4oJP55FDLwK080oONTFYpeH9a4QDFgD9C6rcygOF2InGeFFC74egUWBILZ-KQeW1i5uvjGgKqPufSNKIdTgKyZVBevEaF_dzfx/s1600/Foto-0008t.jpg

Senin, 16 Juni 2014

Yuk Berwisata ke Kawah Putih

Wisata alam Bandung memang tidak ada matinya. Setelah Tangkuban Perahu, masyarakat tengah gencarnya menjelajahi Kawah Putih, salah satu kawasan wisata alam yang berada di Ciwidey, Bandung Selatan. Panorama cantik yang ditampilkan Kawah Putih memang sungguh memikat. Beberapa film Indonesia juga pernah menampilkan objek wisata ini sebagai settingnya, seperti film Heart (Acha Septriasa - Irwansyah) dan Falling in Love (Mikha Tambayong - Boy William). Ciwidey memang tidak bisa terlepas dari Kawah Putih, bahkan sebagian besar orang mengidentikkan Ciwidey dengan Kawah Putih, padahal masih ada objek wisata alam lainnya yang berada di areal ini. Situ Patenggang, Rancaupas, dan Rancabali adalah contoh lain wisata alam yang terletak di Ciwidey. Namun dibanding ketiga ini, Kawah Putih memang paling memikat.


(Sumber: https://i1.ytimg.com)

Menurut sejarah, di abad X dan XII terjadi letusan Gunung Patuha yang menyebabkan terbentuknya kawah besar nan indah, namun karena penduduk setempat menganggap areal kawah sangat angker, tak ada satu pun penduduk yang berani memasuki kawasan kawah tersebut. Pada tahun 1837, Dr. Franz Wilhelm, seorang Belanda merasa penasaran dengan areal kawah yang sepi dan kosong. Ia pun bertanya pada penduduk setempat dan mendapatkan informasi bahwa lokasi tersebut merupakan pusat kerajaan makhluk halus dan sangat angker. Dengan logikanya, Dr. Franz tidak mempercayai hal tersebut dan malah menelusuri hutan yang mengelilingi areal tersebut. Sesampainya di puncak gunung, Dr. Franz kaget sekaligus takjub melihat danau berair hijau dengan semburan larva yang menurutnya sangat indah. Sejak saat itu, pemerintah Belanda mendirikan pabrik belerang di Kawah Putih dan sejak 1991 hingga sekarang Perum Perhutani mengelola objek wisata Kawah Putih.

Seiring dengan perjalanan waktu, mitos keangkeran terus berkembang. Bahkan masyarakat setempat masih percaya bahwa Kawah Putih adalah pusat berkumpulnya roh para leluhur. Namun mitos tersebut tidak membuat para pengunjung menjadi takut , terbukti kian hari pengunjung Kawah Putih semakin banyak, terutama di hari libur. Sebagian besar masyarakat lebih berpikir positif dengan melihat Kawah Putih dari segi keindahannya. “What a beautiful Kawah Putih. What an awesome You, God”. Sama seperti objek wisata alam lainnya, keindahan Kawah Putih juga merupakan salah satu bukti kehebatan Sang Pencipta.

Aksesibilitas

Perjalanan yang harus ditempuh untuk mencapai Kawah Putih memerlukan waktu dua jam dari Bandung. Jika anda menggunakan jasa transportasi darat, mulailah perjalanan dari Teminal Leuwi Panjang dengan menaiki mobil elf L300 Bandung-Ciwidey. Sesampainya di Terminal Ciwidey, anda harus menaiki angkot berwarna kuning jurusan Ciwidey-Situ Patenggang dan mintalah turun di pintu Gerbang Kawah Putih. Biasanya supir angkot menawarkan jasa charter, yaitu mengantarkan hingga Kawah Putih, menunggu, dan membawa anda kembali ke Terminal Ciwidey. Umumnya harga yang ditawarkan berkisar dari 60.000-80.000 (sudah termasuk tiket masuk Kawah Putih), tergantung dari kesepakatan rute yang ingin ditempuh, apakah hanya ke Kawah Putih saja atau mengunjungi Situ Patenggang juga, mengingat lokasi Kawah Putih dan Situ Patenggang yang tidak terlalu berjauhan. Tetapi jika anda ingin naik ke atas sendiri, anda bisa turun di Gerbang Kawah Putih lalu membeli tiket masuk dan tiket ontang-anting (jasa kendaraan yang disediakan pengelola Kawah Putih).


(Dokumentasi Pribadi)

Keindahan Kawah Putih memang tidak dapat dipungkiri. Pasir putih, air danau yang berwarna biru kehijauan ditambah warna langit yang biru bersih menghiasi atap kawah membuat para pengunjung seketika takjub. Tidak salah jika Ciwidey sangat diidentikkan dengan Kawah Putih, karena memang sebagian besar pengunjung beranggapan bahwa Kawah Putih yang terbagus. Tapi sebaiknya jangan terlalu lama berada di dekat kawah, karena bau belerang yang terhirup akan mengganggu pernapasan.


(Dokumentasi Pribadi)

Oleh: Rahel Simbolon

Jumat, 07 Maret 2014

Menikmati Sunset di Teluk Menado

Menado barangkali biasa dikenal sebagai kota pantai. Bahkan beberapa turis yang mengagumi keindahan kota ini kerap menyejajarkan kota Menado dengan kota-kota pantai dunia yang biasa dikunjungi wisatawan asing dari berbagai negara, seperti Miami (Florida) dan Los Angeles (California). Dan nampaknya bukan sesuatu yang berlebihan jika rasa kekaguman itu melahirkan berbagai bentuk pujian tadi. Malahan keindahannya tidak kalah dengan Sanur dan Kuta di Bali.

Yang lebih mengesankan, di sana ada sebuah kawasan wisata alternatif di Jl. Wolter Monginsidi sebagai kawasan modern pinggir pantai yang menghadap ke teluk Menado. Lokasinya berada di tepian pantai teluk Menado, sebelah selatan jantung kota Menado. Dan jika pengunjung tidak sedang menggunakan kendaraan pribadi, maka tidak perlu khawatir karena akses jalan menuju lokasi tersebut cukup mudah dan jaraknya cukup dekat, kurang lebih 10 menit dari pusat kota. Alternatif kendaraan umum seperti taksi dan mikrolet tersedia sebagai pilihan.

Di kawasan Jl. Wolter Monginsidi ini menyajikan bangunan-bangunan modern sebagai pusat perbelanjaan. Terdapat pula lapak pedagang kaki lima, kawasan kuliner, dan beberapa hotel. Tentunya tanpa mengurangi keindahan dan kebersihannya. Di tempat tersebut juga terdapat pusat informasi, ATM, Hotspot area, toilet, telepon umum, dan juga pangkalan taksi agar memudahkan pengunjung melakukan transaksi, mencari informasi, dan bepergian. Hal ini dikarenakan wawasan Jl. Walter Monginsidi tersebut memang bertujuan sebagai kawasan wisata dalam kota. Ia juga merupakan kawasan wisata belanja dan walking culture untuk memperkaya objek wisata yang telah ada sebelumnya, seperti; wisata alam, kesenian, dan budaya.

Dan di Jl. Wolter Monginsidi ini para pengunjung akan dimanjakan matanya dengan berbagai produk-produk yang ditawarkan. Berbagai produk tersebut antara lain, pakaian, aksesoris, perabotan rumah tangga, sepeda, mobil, alat-alat elektronik (telepon selular, televisi, kulkas, dan sebagainya). Selain itu di kawasan tersebut juga terdapat food court yang menjajakan berbagai jenis masakan. Mulai dari restoran cepat saji, restoran seafood, sampai dengan warung lesehan khas Yogyakarta juga bisa ditemui di sini. Tentunya di samping menu masakannya yang lezat dan nikmat, wisatawan akan merasa benar-benar dimanjakan ketika melihat panorama pantai dan langit yang indah di teluk Menado.

Lebih dari itu, setelah puas berbelanja dan menghilangkan kepenatan, stres, rasa lelah dengan berkeliling di kawasan tersebut, pengunjung juga bisa menikmati keindahan sunset dengan segala keajaibannya. Tentunya hal itu tidak bisa setiap hari disaksikan oleh mata kita, apalagi jika kita tidak berasal dari tempat-tempat daerah pantai. Barangkali keindahan sunset inilah yang paling ditunggu di saat-saat sore menjelang matahari pudar di ufuknya dengan pendaran warnanya yang menyaput seluruh permukaan langit dan air laut. Dan sepertinya anda pun perlu mencoba untuk mengunjunginya!

Oleh : Mayshiza Widya

Rabu, 26 Februari 2014

Indahnya Wisata Gunungkidul - 2

Mendengar nama Gunungkidul pasti yang terlintas dalam pikiran adalah, gersang, tandus, kering, terpencil... Itu adalah kata-kata atau pendapat orang-orang yang belum pernah berkunjung ke Gunungkidul. Tapi jangan salah, banyak sekali keindahan dan juga potensi wisata yang tersembunyi di daerah yang berada di sisi tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta itu. Ada banyak pilihan wisata di Gunungkidul seperti pantai, goa-goa karts yang menantang , stalaktit/stalakmit yang indah dan sungai-sungai bawah tanah yang menakjubkan, air terjun, dll. Berikut adalah daftar wisata-wisata di Gunungkidul:

3. Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun Sri Gerthuk ini berada di Desa Bleberan Kecamatan Playen. Air terjun ini dekat Sungai Oya, tempat pemancingan, susur sungai dengan perahu/pelampung.



4. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23? C – 27? C, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta.

Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, Gunung Nglanggeran dinyatakan sebagai Gunung Berapi Purba. Bongkahan batu yang menjulang tinggi seperti gedung bertingkat dan mall yang dulunya merupakan gunung berapi aktif (60juta tahun yang lalu) sekarang dapat kita duduki sambil menghirup udara segar sambil berfoto-foto.

Ada bangunan Joglo (Pendopo Joglo Kalisong) di pintu masuk dan bila kita melangkah ke jalan setapak untuk mendaki gunung, maka ada 3 bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang, sampai puncak gunung. Permadani hijau yang terhampar kala memandang ke bawah, melihat ladang, kebun, dan bangunan tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, menambah keindahan alam. Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata out bond, makrab, dan berkemah.

Fasilitas yang terdapat di kawasan Gunung Nglanggeran sudah sangat lengkap, sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman saat berwisata di sini. Fasilitas itu antara lain:

  1. Posko Kesehatan
  2. Pusat Informasi
  3. Balai Pertemuan
  4. Pusat Kuliner
  5. Home Stay
  6. Fasilitas MCK
  7. Fasilitas Ibadah
  8. Jalur pendakian; ringan,sedang,berat
  9. Camping Ground

Keterangan lain :

  • Jalur kendaraan roda empat/dua atau naik Ojek
  • Tiket Masuk Rp. 5.000, Parkir Rp.2.000
  • Jasa Pemandu Siang Rp.30.000/pemandu, Malam Rp.50.000/pemandu



5. Gunung Patuk  atau Bukit Hargodumilah

Tempat ini terletak di perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul. Bukit ini terletak di pintu gerbang masuk  wilayah Gunungkidul. Jika malam hari kita bisa melihat bentangan cahaya lampu seperti kumpulan bintang yang berada di bawah bukit (Piyungan dan sekitarnya). Jika siang hari dan tidak tertutup awan, dapat melihat keindahan pemandangan Gunung Merapi di sisi utara. Bukit ini sering disebut “Bukit Bintang”.

6. Gunung Kendil

Di Gunung Kendil kita bisa melihat keajaiban alam, yaitu adanya sumber air yang mengalir deras dari bongkahan batu besar atau bukit. Di sini kita juga bisa mendapati kolam renang, masjid dan juga tempat terapi untuk berbagai penyakit. Gunung Kendil ini berada di Kecamatan Ponjong.

7. Situs Gunungbang dan Situs Megalitik Sokoliman

Selain tempat-tempat wisata alam, di Gunungkidul juga ada tempat wisata yang berupa peninggalan sejarah. Situs Gunungbang dan juga Situs Megalitik Sokoliman merupakan situs megalitik yang sama-sama ada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Situs Gunungbang merupakan peninggalan sejarah berbentuk kubur batu, sedangkan Situs Megalitik Sokoliman merupakan peninggalan periode prasejarah berupa menhir, fragmen menhir, dan dinding kubur batu.

Selain obyek wisata di atas, masih banyak lokasi lain sebagai tujuan wisata di Kabupaten Gunungkidul seperti  pantai-pantai alami yang belum terekspose, goa-goa karst, situs-situs peninggalan sejarah, telaga, kawasan hutan lindung dan juga adanya desa wisata baru yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar sebagai wujud menciptakan lapangan kerja baru dan membantu kemajuan kepariwisataan di Gunungkidul.

Oleh : Novita Prahastiwi
Referensi :
http://kedaisusu01.blogspot.com/2012/10/daftar-obyek-wisata-di-gunungkidul.html
pontrenalitisham.wordpress.com/indahnya-gunungkidul/‎

Ragam Pariwisata Ragam Budaya Indonesia

Menilai kehidupan tak ubahnya seperti menilai buah-buahan yang berjejer di kios buah. Beberapa di antaranya menimbulkan hasrat jijik jika dilihat dari luar, namun setelah dicoba menimbulkan keinginan untuk terus mencoba lagi dan lagi. Lihat saja buah durian dan buah kiwi yang kulitnya tak enak untuk dilihat. Durian yang kulitnya memiliki duri-duri yang tajam rupanya memiliki daging yang begitu enak. Kiwi yang kulitnya bersisik rupanya setelah dicoba memiliki rasa yang manis. Sama halnya saat seseorang menilai kehidupan orang lain. Saat ia hanya melihat sisi luar orang tersebut tanpa masuk ke dalamnya, ia akan menilai seseorang tersebut dengan hal-hal yang negatif yang sebenarnya tak ada dalam diri orang tersebut.

Sebutlah Indonesia. Negeri yang indah, kaya akan keindahan alam, kaya akan budaya dan keragaman yang begitu membanggakan. Selama ini Indonesia hanya dikenal sebagai negara yang isinya hanyalah orang-orang miskin, orang-orang tak berpengetahuan, orang-orang yang tak peduli dengan alam dan sekitar, dan orang-orang yang kerjanya hanya mengambil hak orang lain, kriminal, korupsi, dan lain sebagainya. Mereka yang menilai Indonesia seperti ini adalah mereka yang tak pernah berusaha untuk masuk bahkan mengenal Indonesia secara dalam. Rasanya miris sekali saat mendengar ada begitu banyak hardikan dan caci maki yang ditujukan kepada negeri ini. Terkadang kita yang mendengar mungkin bisa sedikit memakluminya jika yang mencaci maki adalah mereka yang tidak berasal dari Indonesia, dalam artian mereka benar-benar tidak mengenal Indonesia. Tapi alangkah mirisnya jika mendengar cacian itu berasal dari mulut orang-orang Indonesia asli. Bagaimana mungkin umpatan dan caci maki itu ditujukan kepada tanah air yang melahirkannya. Memang selama ini Indonesia dikenal dengan nilai yang buruk, tapi apa salahnya mencoba untuk menyelami Indonesia. Mencari nilai-nilai positif dan berusaha untuk bersyukur dengan apa adanya Indonesia.

Coba lihat pariwisata dan kebudayaan yang terbentang dari kota Sabang hingga Merauke. Di tahun 2009 yang lalu pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Ada begitu banyak wisatawan mancanegera yang datang berkunjung untuk menikmati pariwisata dan kebudayaan negeri ini. Di sisi lain, kedatangan para wisatawan mendatangkan keuntungan bagi Indonesia karena dapat meningkatkan devisa. Memang kepercayaan dunia internasional terhadap pariwisata Indonesia sempat menurun akibat berbagai insiden pengeboman yang terjadi di Bali pada tahun 2002, bom JW Marriott pada tahun 2003, bom Kedutaan Besar Australia pada tahun 2005, dan Bom Jakarta pada tahun 2009. Untuk itu, sebagai upaya dalam mengembalikan kepercayaan dan meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia melanjutkan program “Tahun Kunjungan Indonesia” pada tahun 2009 dengan target 6,4 juta wisatawan dan perolehan devisa sebesar 6,4 miliar dolar AS. Program ini difokuskan pada pertemuan, insentif, konvensi, serta pertunjukan wisata laut dan terus dijalankan hingga tahun 2011 pemerintah Indonesia menetapkan Wonderful Indonesia sebagai manajemen merek baru pariwisata Indonesia.

Indonesia sendiri memiliki kawasan terumbu karang terkaya di dunia dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 3000 spesies ikan, 590 jenis karang batu, 2500 jenis moluska dan 1500 jenis udang-udangan. Raja Ampat di Provinsi Papua Barat adalah taman laut terbesar di Indonesia yang memiliki beraneka ragam biota laut. Taman laut Bunaken yang terletak di Sulawesi Utara memiliki hampir 70% spesies ikan di Pasifik Barat. Terumbu karang yang tersebar di taman nasional ini disebut tujuh kali lebih bervariasi dibandingkan dengan Hawaii. Enam di antara lima puluh taman nasional di Indonesia termasuk dalam Situs Warisan Dunia. Taman Nasional Lorentz Papua yang memiliki sekitar 42 spesies mamalia yang sebagian besarnya adalah hewan langka, memiliki lebih dari 1000 spesies ikan, diantaranya adalah ikan koloso. Taman Nasional Ujung Kulon yang dikenal karena hewan Badak Jawa Bercula Satu. Taman Nasional Komodo yang dikenal dengan satwa endemiknya, komodo, rusa, babi, dan burung serta Taman Nasional Kelimutu yang berada di Flores yang memiliki danau kawah dengan tiga warna yang berbeda.

Tidak hanya itu. Indonesia juga memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Gunung Bromo di Provinsi Jawa Timur yang dikenal sebagai lokasi wisata pegunungan untuk melihat matahari terbit maupun penunggangan kuda. Gunung Tangkuban Perahu yang terletak di Subang yang dapat menghasilkan mata air panas, yang mana sering dimanfaatkan untuk spa serta terapi pengobatan.

Bagaimana menurut sahabat? Indonesia begitu membanggakan bukan? Terlepas dari setiap sisi negatifnya, Indonesia terlihat begitu indah dengan pariwisatanya. Tidak hanya pariwisata. Kebudayaan Indonesia yang beragam juga menjadi salah satu nilai positif yang dapat diacungkan jempol. Berdasarkan data sensus 2010, Indonesia terdiri dari 1128 suku bangsa. Keberagaman suku bangsa tersebut mengakibatkan keberagaman hasil budaya seperti jenis tarian, alat musik, dan adat-istiadat di Indonesia. Beberapa pagelaran tari yang terkenal di dunia Internasional misalnya Sendratari Ramayana yang dipentaskan di kompleks Candi Prambanan, Tari Barongan, Tari Kecak, dan Tari Legong yang dipentaskan di Desa Wisata Batubulan Sukawati, Gianyar.

Beberapa tahun belakangan ini juga beberapa kota di Pulau Jawa mulai mengembangkan konsep Karnaval Fashion. Jember Fashion Carnaval di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jogja Java Carnaval di kota Yogyakarta dan Jak Karnaval di Kota Jakarta.

Bagaimana sahabat? Terbukti bukan, Indonesia adalah negeri yang indah? Jadi, kenapa harus malu dengan negeri sendiri? Beragam pariwisata dan budaya yang tersebar mulai dari Sabang hingga Merauke adalah bukti nyata keindahan Indonesia. Mari kita coba untuk mencintai Indonesia. Lihat apa yang ada di dalamnya, bukan apa yang ada di luarnya. Syukurilah apa yang ada di dalamnya. Karena dengan cara ini, niscaya Indonesia akan semakin diperlengkapi dengan keindahan yang lebih menakjubkan.

Oleh : Rahel Simbolon
Referensi : Pariwisata di Indonesia.Wikipedia Indonesia. Diakses pada 2 Juli 2012.