Tampilkan postingan dengan label karang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2014

Menikmati Keindahan Indonesia di Taman Nasional Ujung Kulon


1. Pulau Peucang

Indonesia memiliki banyak taman nasional untuk melindungi flora dan faunanya yang langka. Salah satu taman nasional yang populer di Indonesia adalah Taman Nasional Ujung Kulon , tempat perlindungan badak jawa dan hewan langka lainnya seperti banteng, owa jawa, luwak, anjing hutan dan burung-burung yang hampir punah. Di atas lahan 120.000 ha ini, para pengunjung TNUK bisa bertualang di alam bebas, seperti membabat hutan dan berpetualang mencari hewan-hewan yang hampir punah. Namun bagi anda yang kurang menyukai petualangan, anda bisa menikmati suasana santai di objek-objek wisata yang disediakan Taman Nasional Ujung Kulon. Ada beberapa objek wisata yang bisa anda nikmati, seperti berikut:

  1. Pulau Peucang

    Pulau ini banyak dikunjungi oleh karena keindahan kehidupan bawah lautnya dan aneka terumbu karang, sehingga sangat cocok untuk aktivitas diving dan snorkeling. Di pulau ini juga pengunjung bisa bercengkerama langsung dengan monyet ekor panjang dan rusa yang berkeliaran. Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan hiking ke sebuah batu besar bernama Karang Copong. Mengunjungi pulau ini sangat menyenangkan karena pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah dengan latar belakang keindahan laut.

  2. Pulau Panaitan

    Pulau ini berada di sisi barat laut Peucang. Dengan luas 17.500 Ha, pulau ini mempunyai spot diving seperti Legon Lentah, Legon Kadam, Karang Jajar, dan Legon Samadang. Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan surfing di lokasi bernama Teluk Kasuaris. Di sana ada sebuah titik yang dijuluki “One Palm Point”. Konon menurut para surfer, ombak pada titik ini cukup besar sehingga sangat difavoritkan.

  3. Padang Penggembalaan Cidaon

    Di padang ini pengunjung bisa melihat aneka satwa bergerak bebas, seperti burung merak, banteng, dan ayam hutan. Jika cuaca cerah, pengunjung bisa melihat banteng pada jam enam pagi hingga jam setengah delapan dan pada jam setengah lima sore hari. Para pengunjung tidak diperbolehkan untuk mendekati banteng karena bisa membuat aktivitas banteng yang tengah merumput menjadi terganggu. Pengunjung bisa melakukan pengamatan dengan menggunakan teropong.

Selain tempat-tempat di atas, masih ada objek wisata lainnya seperti Gua Sanghyangsirah yang erat dengan kehidupan Kian Santang dan selalu dikunjungi peziarah setiap bulan Maulid, Padang Penggembalaan Cibunar yang juga tempat para banteng merumput, Sumber Air Panas Cibiuk yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit, Habitat Owa Jawa di Curug Cikarang, dan Pantai Selatan. Untuk bisa sampai ke Taman Nasional Ujung Kulon, pengunjung bisa melalui dua jalur yakni darat dan laut. Jika menggunakan jalur darat, pengunjung bisa menggunakan angkutan umum dari Jakarta dengan bus jurusan Jakarta-Labuan lalu dilanjutkan dengan minibus jurusan Labuan-Tamanjaya, diperkirakan waktu tempuh sekitar 7 jam. Sementara jika menggunakan jalur laut, pengunjung bisa menyewa kapal dari Labuan, Sumur, ataupun Tamanjaya untuk menuju pulau.

Taman Nasional Ujung Kulon adalah salah satu taman nasional yang cukup populer di Indonesia oleh karena keberadaan badak jawanya. Selain keanekaragaman flora dan fauna yang dilindungi, taman nasional ini juga sungguh menakjubkan dengan keindahan laut dan padang rumputnya. Jika anda merasa tertarik untuk mengetahui kehidupan satwa dan keindahan alam tempatnya bermukim, silakan datang ke Taman Nasional Ujung Kulon, surga Indonesia di ujung barat Pulau Jawa.

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://www.ujungkulon.org/pulau/pulau-peucang

Rabu, 26 Februari 2014

Yuk, Liburan Ke Pulau Seribu - 1

Saat ini sudah hampir memasuki musim liburan panjang anak-anak. Yang paling menyenangkan di saat liburan adalah melakukan wisata. Kebanyakan orang melakukan wisata ke tempat yang belum pernah dikunjunginya. Haruskah wisata ke luar negeri? Rasanya tak perlu. Di Negeri ini cukup banyak tempat wisata yang sangat menakjubkan. Salah satunya adalah Pulau Seribu.

Pulau Seribu yang terdapat di Jakarta adalah salah satu tempat wisata yang jadi rujukan banyak orang. Bukan lantaran namanya yang menunjukkan bahwa pulaunya ada seribu. Penamaan pulau seribu lebih didasari karena jumlahnya cukup banyak. Bayangkan, ada 342 pulau. Selain itu, dinobatkan sebagai pulau seribu, karena gugusan pulau tepat berhadapan dengan Teluk Jakarta.

Ada Apa Saja di Pulau Seribu?

Wah, pastinya Anda dan keluarga ingin tahu apa saja yang ada di Pulau Seribu, bukan? Di Pulau Seribu, bukan saja tempat wisata saja yang ada. Tempat sejarah juga ada, termasuk di dalamnya makam habib. Bagi yang suka berziarah, ke Pulau Seribu bisa memiliki dua tujuan. Yaitu, wisata dan ziarah.

Lima lokasi sejarah yang ada di Pulau Seribu adalah:

  1. Ada makam Habib Ali yang terletak di Pulau Panggang. Habib Ali wafat pada tahun 1895.
  2. Ada juga bekas kantor Asisten Duizen Eilanden yang dibangun pada tahun 1980-an. Posisi kantor tersebut terdapat di Pulau Panggang.
  3. Ada juga makam legenda Darah Putih yang terdapat juga di Pulang Panggang.
  4. Ada makam Syarif Maulana Syarifuddin.
  5. Ada makam Sultan Mahmud Zakaria.

Sedangkan tempat wisata yang bisa Anda kunjungi di Pulau Seribu adalah.

  1. Jika Anda memiliki hobi wisata bahari dan senang mengamati jenis-jenis satwa seperti penyu, maka penulis menyarankan Anda untuk mengunjungi Pulau Pramuka, Pulau Semak Daun, Pulau Kepala dan Pulau Panggang.
  2. Jika Anda memiliki hobi suka melakukan Diving di laut, plus ingin melihat bekas-bekas kapal karam, penulis menyarankan Anda untuk mengunjungi Pulau Opak dan Pulau Karang Congkak.
  3. Jika Anda memiliki hobi wisata bahari alami, artinya tidak terdapat di dalamnya pengelolaan yang dilakukan pemerintah ataupun pihak swasta, maka penulis menyarankan untuk mengunjungi Pulau Panjang, Pulau Putri, Pulau Pelangi dan Pulau Perak.
  4. Jika Anda tergolong orang yang suka snorkeling, penulis menyarankan untuk mengunjungi Pulau Semut, Pulau Karang Kroja, Pulau Kotok Besar, dan Pulau Gosong Laga.
  5. Bila Anda pencinta burung dan sangat menyukai aneka jenis suara burung, maka penulis menganjurkan untuk mengunjungi pulau kerajaan.
  6. Jika Anda ingin melihat para penderita kusta atau ingin tahu sebuah rumah sakit yang disiapkan secara khusus untuk penderita penyakit kusta, maka kunjungilah Pulau Bidadari.
  7. Jika Anda tergolong orang yang suka melihat peninggalan-peninggalan Belanda saat menjajah negeri ini, plus benteng yang memiliki air tawar yang jernih dan bersih, maka kunjungilah Pulau Kahyangan.
  8. Nah, bagi Anda yang memiliki hobi memancing, maka kunjungilah pulau Damar. Di pulau ini juga terdapat mercusuar yang sudah cukup lama usianya. Mercusuar tersebut dibangun masa pemerintahan Hindia Belanda, tepatnya di tahun 1879.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution

Pulau Dewata Ikon Bisnis Travelling Indonesia - 2 (Habis)

Pantai Bingin sebagai salah satu wisata pantai yang belum diketahui oleh sebagian orang memiliki keindahan yang khas dan unik. Pantai ini memiliki pasir bertekstur kasar dengan hamparan karang di tepiannya. Meskipun begitu, hamparan karang ini jadi keunggulan, yakni ketika air laut surut hamparan karang ini membentuk kolam-kolam berarus tenang yang cocok untuk berenang. Selain itu, wisata pantai yang masih belum diketahui banyak orang adalah Pantai Teluk Jimbaran. Teluk Jimbaran ini memiliki 3 pantai, yakni Pantai Kedonganan, Pantai Kelan, dan Pantai Suluban. Pantai Kedonganan ini dikenal sebagai pusat seafood segar di Bali karena menawarkan berbagai macam jenis ikan segar. Sedangkan, Pantai Kelan sebagai salah satu spot terbaik melihat matahari terbenam. Adapun Pantai Suluban memiliki keunikan tersendiri karena akses menuju pantai harus melewati jalan yang berada di bawah batu karang.

Selain, objek wisata pantai ternyata Pulau Dewata juga menyajikan wisata sejarah yang tidak kalah menarik dan tentunya bermanfaat karena tempat wisata ini sebagai salah satu peninggalan zaman dahulu yang menyimpan segudang nilai-nilai sejarah salah satunya adalah wisata Istana Tampaksiring Bali. Tampaksiring ini terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Istana ini menyimpan nilai sejarah yang penuh makna.

Nama “Tampak Siring” itu sendiri memiliki sejarah, 'Tampak' yang berarti Telapak, dan 'Siring' yang berarti miring, berarti 'Tampaksiring' sendiri berarti 'Telapak Miring' yang merupakan sebuah kisah dari seorang raja yang sakti mandraguna, namun karena kesaktian nya itu, ia sombong dan ingin disembah oleh masyarakat. Lantas hal itu membuat dewa murka, dan mengirim pasukan nya untuk mengejar raja ini. Kemudian sang raja angkara murka ini pun lari ke tengah hutan (yang sekarang menjadi wisata ini), untuk menghilangkan jejaknya agar terhindar dari pasukan dewa itu, akhirnya ia memiringkan langkahnya agar tidak meninggalkan jejak. Nah, karena hal itulah tempat ini dinamakan sebagai 'Tampaksiring'.

Selain itu, Istana ini merupakan salah satu peninggalan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno yang dibangun setelah proklamasi kemerdekaan RI. Wisata Istana Tampaksiring ini menyajikan dan menawarkan keindahan alam yang masih asri nan alami, yakni semilir udara sejuk yang kaya akan oksigen dan juga tempat pemandian yang populer di kalangan masyarakat.


Gambar 4. Istana Tampaksiring

Sederetan beberapa objek wisata Pulau Dewata tersebut dijadikan ikon wisata di Indonesia yang paling diminati dan menjadi tempat wisata populer dan favorit di kalangan wisatawan baik domestik maupun wisatawan asing yang sepanjang hari menjadi tujuan wisata utama atau travelling di Pulau Dewata. Oleh karena itu, Bali yang memiliki beraneka tempat wisata dijadikan lahan bisnis khususnya travelling. Tak heran, masyarakat berlomba-lomba untuk membuka bisnis baik ranah bisnis perhotelan hingga bisnis kuliner yang menawarkan sederetan makanan khas. Semakin banyaknya wisatawan domestik maupun wisatawan asing yang berkunjung ke Pulau Dewata maka omset pendapatan daerah mampu mengangkat citra Bali sebagai ikon wisata dan sekaligus mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar khususnya dan bagi Indonesia pada umumnya.

Oleh : Wantie Espe

Ragam Pariwisata Ragam Budaya Indonesia

Menilai kehidupan tak ubahnya seperti menilai buah-buahan yang berjejer di kios buah. Beberapa di antaranya menimbulkan hasrat jijik jika dilihat dari luar, namun setelah dicoba menimbulkan keinginan untuk terus mencoba lagi dan lagi. Lihat saja buah durian dan buah kiwi yang kulitnya tak enak untuk dilihat. Durian yang kulitnya memiliki duri-duri yang tajam rupanya memiliki daging yang begitu enak. Kiwi yang kulitnya bersisik rupanya setelah dicoba memiliki rasa yang manis. Sama halnya saat seseorang menilai kehidupan orang lain. Saat ia hanya melihat sisi luar orang tersebut tanpa masuk ke dalamnya, ia akan menilai seseorang tersebut dengan hal-hal yang negatif yang sebenarnya tak ada dalam diri orang tersebut.

Sebutlah Indonesia. Negeri yang indah, kaya akan keindahan alam, kaya akan budaya dan keragaman yang begitu membanggakan. Selama ini Indonesia hanya dikenal sebagai negara yang isinya hanyalah orang-orang miskin, orang-orang tak berpengetahuan, orang-orang yang tak peduli dengan alam dan sekitar, dan orang-orang yang kerjanya hanya mengambil hak orang lain, kriminal, korupsi, dan lain sebagainya. Mereka yang menilai Indonesia seperti ini adalah mereka yang tak pernah berusaha untuk masuk bahkan mengenal Indonesia secara dalam. Rasanya miris sekali saat mendengar ada begitu banyak hardikan dan caci maki yang ditujukan kepada negeri ini. Terkadang kita yang mendengar mungkin bisa sedikit memakluminya jika yang mencaci maki adalah mereka yang tidak berasal dari Indonesia, dalam artian mereka benar-benar tidak mengenal Indonesia. Tapi alangkah mirisnya jika mendengar cacian itu berasal dari mulut orang-orang Indonesia asli. Bagaimana mungkin umpatan dan caci maki itu ditujukan kepada tanah air yang melahirkannya. Memang selama ini Indonesia dikenal dengan nilai yang buruk, tapi apa salahnya mencoba untuk menyelami Indonesia. Mencari nilai-nilai positif dan berusaha untuk bersyukur dengan apa adanya Indonesia.

Coba lihat pariwisata dan kebudayaan yang terbentang dari kota Sabang hingga Merauke. Di tahun 2009 yang lalu pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Ada begitu banyak wisatawan mancanegera yang datang berkunjung untuk menikmati pariwisata dan kebudayaan negeri ini. Di sisi lain, kedatangan para wisatawan mendatangkan keuntungan bagi Indonesia karena dapat meningkatkan devisa. Memang kepercayaan dunia internasional terhadap pariwisata Indonesia sempat menurun akibat berbagai insiden pengeboman yang terjadi di Bali pada tahun 2002, bom JW Marriott pada tahun 2003, bom Kedutaan Besar Australia pada tahun 2005, dan Bom Jakarta pada tahun 2009. Untuk itu, sebagai upaya dalam mengembalikan kepercayaan dan meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia melanjutkan program “Tahun Kunjungan Indonesia” pada tahun 2009 dengan target 6,4 juta wisatawan dan perolehan devisa sebesar 6,4 miliar dolar AS. Program ini difokuskan pada pertemuan, insentif, konvensi, serta pertunjukan wisata laut dan terus dijalankan hingga tahun 2011 pemerintah Indonesia menetapkan Wonderful Indonesia sebagai manajemen merek baru pariwisata Indonesia.

Indonesia sendiri memiliki kawasan terumbu karang terkaya di dunia dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 3000 spesies ikan, 590 jenis karang batu, 2500 jenis moluska dan 1500 jenis udang-udangan. Raja Ampat di Provinsi Papua Barat adalah taman laut terbesar di Indonesia yang memiliki beraneka ragam biota laut. Taman laut Bunaken yang terletak di Sulawesi Utara memiliki hampir 70% spesies ikan di Pasifik Barat. Terumbu karang yang tersebar di taman nasional ini disebut tujuh kali lebih bervariasi dibandingkan dengan Hawaii. Enam di antara lima puluh taman nasional di Indonesia termasuk dalam Situs Warisan Dunia. Taman Nasional Lorentz Papua yang memiliki sekitar 42 spesies mamalia yang sebagian besarnya adalah hewan langka, memiliki lebih dari 1000 spesies ikan, diantaranya adalah ikan koloso. Taman Nasional Ujung Kulon yang dikenal karena hewan Badak Jawa Bercula Satu. Taman Nasional Komodo yang dikenal dengan satwa endemiknya, komodo, rusa, babi, dan burung serta Taman Nasional Kelimutu yang berada di Flores yang memiliki danau kawah dengan tiga warna yang berbeda.

Tidak hanya itu. Indonesia juga memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Gunung Bromo di Provinsi Jawa Timur yang dikenal sebagai lokasi wisata pegunungan untuk melihat matahari terbit maupun penunggangan kuda. Gunung Tangkuban Perahu yang terletak di Subang yang dapat menghasilkan mata air panas, yang mana sering dimanfaatkan untuk spa serta terapi pengobatan.

Bagaimana menurut sahabat? Indonesia begitu membanggakan bukan? Terlepas dari setiap sisi negatifnya, Indonesia terlihat begitu indah dengan pariwisatanya. Tidak hanya pariwisata. Kebudayaan Indonesia yang beragam juga menjadi salah satu nilai positif yang dapat diacungkan jempol. Berdasarkan data sensus 2010, Indonesia terdiri dari 1128 suku bangsa. Keberagaman suku bangsa tersebut mengakibatkan keberagaman hasil budaya seperti jenis tarian, alat musik, dan adat-istiadat di Indonesia. Beberapa pagelaran tari yang terkenal di dunia Internasional misalnya Sendratari Ramayana yang dipentaskan di kompleks Candi Prambanan, Tari Barongan, Tari Kecak, dan Tari Legong yang dipentaskan di Desa Wisata Batubulan Sukawati, Gianyar.

Beberapa tahun belakangan ini juga beberapa kota di Pulau Jawa mulai mengembangkan konsep Karnaval Fashion. Jember Fashion Carnaval di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jogja Java Carnaval di kota Yogyakarta dan Jak Karnaval di Kota Jakarta.

Bagaimana sahabat? Terbukti bukan, Indonesia adalah negeri yang indah? Jadi, kenapa harus malu dengan negeri sendiri? Beragam pariwisata dan budaya yang tersebar mulai dari Sabang hingga Merauke adalah bukti nyata keindahan Indonesia. Mari kita coba untuk mencintai Indonesia. Lihat apa yang ada di dalamnya, bukan apa yang ada di luarnya. Syukurilah apa yang ada di dalamnya. Karena dengan cara ini, niscaya Indonesia akan semakin diperlengkapi dengan keindahan yang lebih menakjubkan.

Oleh : Rahel Simbolon
Referensi : Pariwisata di Indonesia.Wikipedia Indonesia. Diakses pada 2 Juli 2012.