Tampilkan postingan dengan label perahu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perahu. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juli 2014

Menikmati Keindahan Perpaduan Warna Danau Linow


Sumber : http://cybersulutnews.co.id/wp-content/uploads/2014/02/Danau-Linow-183449858.jpg

Tidak perlu sampai jauh-jauh terbang ke luar negeri hanya untuk berwisata. Indonesia sendiri mempunyai tempat-tempat wisata yang unik dan patut untuk dikunjungi. Danau Linow yang terletak di provinsi Sulawesi Utara dan tepatnya di kota Tomohon pasti dapat menjawab kebutuhan setiap kita yang ingin memilih tempat wisata yang unik. Danau Linow juga merupakan salah satu tempat wisata favorit di kota Tomohon ini. Sebenarnya apakah yang membuat Danau Linow ini terkenal unik?

Air di danau Linow dapat berubah menjadi warna-warna yang berbeda yaitu tepatnya ada 3 warna. Ada warna hijau, cokelat muda sampai biru. Tetapi, apakah yang membuat danau Linow bisa berubah warna? Danau Linow sendiri berhubungan dengan gunung Lokon di Tomohon. Oleh sebab itu, air di danau Linow mengandung belerang dengan kandungan yang tidak terlalu tinggi. Selain itu tanaman-tanaman air di danau Linow juga ikut berperan dalam perubahan warna di danau tersebut. Serta di siang hari, cahaya matahari dapat membiaskan air di danau Linow. Sungguh indah bila dapat menikmati perpaduan dari 3 warna di danau Linow ini.

Danau Linow dapat dikunjungi dengan mudah karena akses jalannya yang berhubungan dengan jalan utama. Tips bagi yang ingin berwisata ke danau Linow, sebaiknya dikunjungi pada saat cuaca tidak terlalu panas seperti pada saat pagi hari atau menjelang sore. Menikmati udara yang sejuk dan tidak terlalu panas juga menjadi satu hal yang dapat menarik minat pengunjung untuk berwisata ke tempat ini. Terutama bagi yang seharian bekerja dan lelah dapat berkunjung sebentar ke danau Linow untuk menyegarkan pikiran dan tubuh.

Di danau Linow juga tersedia alat transportasi berupa perahu kayuh atau kano. Bagi pengunjung yang ingin menelusuri danau Linow ini dapat menyewa alat transportasi ini. Tetapi ada yang tidak diperbolehkan yaitu menelusuri danau hingga mencapai daerah air yang panas dari gunung. Selain itu, pada saat cuaca tidak bersahabat terutama musim penghujan, pengunjung sebaiknya tidak menelusuri danau karena perahu kayuh atau kano yang kita tumpangi bisa-bisa oleng akibat angin kencang. Setelah puas menelusuri danau Linow, pengunjung juga mendapatkan pelayanan lain yaitu kafe yang tersedia di dekat bukit di sekitar danau. Sambil memandangi keindahan pesona danau Linow dengan ditemani secangkir kopi, pengunjung pasti akan merasa fresh kembali.

Harga yang ditawarkan bagi para pengunjung juga sangat terjangkau yaitu Rp.5000 per orang. Harga tersebut tidaklah sebanding dengan apa yang akan kita dapat di danau Linow ini. Mulai dari keindahan warna-warna air danaunya, tempatnya yang sejuk dan asri, kafe-kafe di sekitar danau yang siap melayani pengunjung, dan lain-lain. Semua itu pastinya akan membuat para pengunjung tidak mau melupakan danau Linow yang indah ini.

Oleh : Stevanus
Sumber:http://travel.kompas.com/read/2014/01/22/1334466/Linow.Danau.Tiga.Warna.di.Tomohon

Senin, 14 Juli 2014

Menikmati Pesona Indah Pantai Mutun

Lampung adalah salah satu wilayah di selatan Pulau Sumatera, yang berada di tengah selat dan samudera. Posisi Lampung yang berada di selatan, membuat provinsi ini kaya akan pantai. Ada banyak pantai Lampung yang indah dan masih alami. Jarak Lampung dan Jakarta yang tidak begitu jauh membuat banyak orang, terlebih para pekerja kantoran sering menghabiskan weekend mereka dengan berwisata alam ke pantai-pantai di Lampung. Sebut saja Pantai Mutun, yang terletak di Kecamatan Padang Cermin, berada sekitar 30 km dari Kota Bandar Lampung.

Saat ini, keindahan Pantai Mutun menjadi magnet wisata bagi masyarakat Lampung. Pantai Mutun selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dalam kota maupun luar kota. Selain pasir putihnya yang bersih dan airnya yang bening, ombak Pantai Mutun juga relatif tenang, sehingga cocok untuk dijadikan tujuan wisata keluarga, apalagi jika anda ingin sekali menceburkan diri ke dalam air. Jika anda ingin bersantai, di tepi pantai tersedia deretan gubuk yang bisa digunakan untuk sekedar duduk ataupun tidur-tiduran menikmati angin pantai yang bertiup sepoi-sepoi.

Pergi bersama anak-anak pastinya akan terasa seru bila benar-benar merasakan bagaimana air pantai. Oleh karena itu, pengelola Pantai Mutun telah menyediakan banyak wahana permainan, seperti kano, jet sky, waterboom, ban apung, dan perahu. Untuk menyewa perahu kano dengan kapasitas sendiri, pengunjung dikenakan tarif Rp 15.000-Rp 20.000 per orang, sementara jika ingin menyewa perahu kano kapasitas berdua, dikenakan tarif Rp 30.000 rupiah. Untuk banana boat, pengunjung dikenakan tarif Rp 25.000 per orang dan untuk masuk ke area waterboom, pengunjung dikenakan tarif Rp 10.000 per orang. Selain permainan-permainan ini, anda dan keluarga juga bisa memancing bersama. Untuk aktivitas ini, pihak Mutun sudah menyediakan peralatan memancing yang dapat anda sewa.


(http://anintyanovitasari.files.wordpress.com/2011/11/img_4833.jpg?w=300&h=225)

Jika anda melihat ke seberang pantai, akan terlihat sebuah pulau yang masih alami, asri, dan hijau, yang bernama Pulau Tangkil. Untuk mencapai pulau Tangkil, anda bisa menggunakan perahu dengan tarif Rp 10.000 per orang. Air laut di Pulau Tangkil masih lebih bersih sehingga anda bisa melihat secara langsung ikan-ikan yang berenang.


Pulau Tangkil
(anintyanovitasari.files.wordpress.com/2011/11/img_1700.jpg)

Setelah merasa puas beraktivitas di pantai, anda bisa beristirahat di gubuk-gubuk di tepi pantai ataupun langsung mencicipi makanan di café. Fasilitas umum yang disediakan di Pantai Mutun cukup lengkap, seperti ruang ganti dan toilet, masjid, restoran atau café, dan lokasi parkir yang luas. Di luar areal pantai, anda juga bisa menemukan berbagai kios yang menjual suvenir khas Lampung, seperti gantungan kunci, T-shirt, pajangan, hingga, gorden bukan kain melainkan kumpulan kerang yang telah dicuci bersih kemudian dirangkai selayaknya gorden.

Untuk bisa sampai ke Pantai ini, para pengunjung bisa memulai perjalanan dari Kota Bandar Lampung dengan jarak tempuh sekitar 25 km. Selama perjalanan, anda bisa menikmati suasana hijau di kiri dan kanan jalan. Ada begitu banyak pepohonan hijau, pemandangan pegunungan dan laut biru yang membuat mata dan hati ikut sejuk memandangnya.


(Dokumentasi Pribadi)

Oleh : Rahel Simbolon

Jumat, 11 Juli 2014

Indahnya Taman Segitiga Emas Kayu Agung


(Dokumentasi Pribadi)

Kayu Agung, yang merupakan Ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan patut berbangga, pasalnya beberapa hari lalu kota kecil ini menerima piala adipura untuk yang ke tujuh kalinya. Di Sumatera Selatan sendiri, kota Kayu Agung merupakan salah satu kota yang terkenal akan kebersihan dan tatanan kota yang rapi. Walaupun hanya kota kecil, Kayu Agung juga tidak kalah dengan Jakarta yang memiliki banyak taman kota. Sebut saja Taman Segi Tiga Emas, sebuah taman kota yang dibangun pada zaman pemerintahan Bupati Ishak Mekki. Sebenarnya taman itu bernama Taman Prof Amri Yahya, namun karena letak taman yang berada di dalam kawasan segitiga emas, maka jadilah taman itu disebut Taman Segitiga Emas. Sebelum taman ini berdiri, masyarakat Kayu Agung sering melakukan aktivitas olahraga di Lapangan Hatta yang berkapasitas terbatas.


(Dokumentasi Pribadi)

Secara tidak langsung , keberadaan Taman Segitiga Emas ini seakan menjadi icon Kayu Agung. Kebanyakan anak muda luar Kayu Agung lebih sering menyebut Taman Segitiga Emas, jika ditanya perihal kota tersebut. Letaknya yang strategis, yaitu di tengah jalan menuju Lampung dari Palembang, serta tatanan taman yang rapi, hijau, dan asri, membuat taman ini terlihat indah dari sudut mana pun. Setiap hari lokasi ini selalu dikunjungi oleh masyarakat, baik itu dari Kayu Agung, maupun dari luar Kayu Agung, seperti Palembang dan Indralaya, yang notabene adalah mahasiswa. Selain dikunjungi anak muda, taman Segitiga Emas juga sering dikunjungi oleh para keluarga. Di dalam taman, disediakan beberapa arena bermain anak-anak, seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan papan luncur, yang bisa digunakan secara cuma-cuma.


(Dokumentasi Pribadi)

Selain itu, kamu juga bisa menemukan alat olahraga sederhana di areal taman bermain, yang tentunya akan lebih asyik jika dimainkan saat sore hari, mengingat cuaca Kayu Agung yang sangat terik dan panas pada siang hari. Ditambah lagi, kamu bisa jogging mengelilingi taman pada saat sore hari. Hampir setiap malam pergantian tahun, taman segitiga emas dijadikan sebagai pusat berkumpulnya keluarga dan muda-mudi yang ingin merayakan malam pergantian tahun. Keberadaan arena bermain anak-anak membuat para orangtua tidak segan untuk mengajak anak-anak mereka, karena tentu anak-anak mereka tidak akan bosan.


(Dokumentasi Pribadi)

Jika berjalan ke tengah-tengah taman, kita akan menemukan sebuah monumen berbentuk perahu yang tengah berlayar, yang disebut perahu kajang. Menurut sejarah, pada zamannya, perahu kajang sangat berperan bagi perekonomian penduduk pinggiran sungai yang memperdagangkan tembikar ke pasar 16 ilir, Palembang. Namun, di era 1980-an, perahu kajang mulai menghilang seiring dengan masuknya berbagai produk buatan Cina yang murah.

Saat ini perahu kajang sudah tidak ada lagi, namun masyarakat tetap bisa melihat betapa perkasanya perahu kajang di masa dulu melalui replika perahu kajang di tengah-tengah Taman Segitiga Emas. Selain di taman, perahu kajang juga bisa terlihat saat kita memandang gedung olahraga di sebelah barat Taman Segitiga Emas, di mana gedung olahraga tersebut dibuat menyerupai perahu.

Perahu Kajang tinggal kenangan, namun kehadiran Taman Segitiga Emas telah membuat Perahu Kajang tetap bertahan.


(Dokumentasi Pribadi)

Oleh : Rahel Simbolon
Catatan:
Untuk sampai ke taman ini, kamu bisa menaiki travel tujuan Kayu Agung dari Palembang, dengan lama perjalanan 2 jam.

Kamis, 03 Juli 2014

Menikmati Hijau dan Sejuknya Situ Patenggang, Jawa Barat

Ciwidey memang memiliki nuansa alam yang elok. Selain Kawah Putih, masih ada Situ Patenggang yang tidak kalah cantik. Letaknya juga tidak jauh dari Kawah Putih. Situ Patenggang sendiri berasal dari bahasa Sunda, di mana Situ berarti danau sedangkan Patenggang berarti saling mencari. Konon katanya, asal muasal terciptanya Situ Patenggang erat kaitannya dengan kisah percintaan antara Ki Santang, seorang Putra Prabu dan Dewi Rengganis, Putri Titisan Dewi. Sekian lama mereka harus berpisah, namun karena besarnya cinta di antara keduanya, mereka pun berusaha saling mencari, hingga akhirnya kembali bertemu di tempat, yang saat ini disebut “Batu Cinta”. Setelah bertemu, Dewi Rengganis pun meminta Ki Santang untuk membuatkan danau berikut perahu yang akan digunakan untuk berlayar. Konon, perahu yang dibuat oleh Ki Santang kini telah menjadi pulau yang berbentuk hati, yang dinamakan Pulau Asmara. Masih menurut cerita, pasangan mana pun yang mengelilingi Pulau Asmara kelak kisah cintanya akan abadi seperti kisah cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis.


(Sumber: http://promobdg.com/isi/uploads/2013/02/cerita-batu-cinta.jpg)

Letak Situ Patenggang yang tidak jauh dari Kawah Putih membuat kebanyakan wisatawan yang menggunakan jasa angkutan umum, mengambil double trip, yaitu Kawah Putih dan Situ Patenggang. Bagi anda yang menggunakan angkutan umum, anda bisa melakukannya dengan mengikuti rute Terminal Leuwi Panjang-Terminal Ciwidey-Kawah Putih-Situ Patenggang, dengan mengeluarkan kocek Rp 70.000 (sudah termasuk tiket Kawah Putih-Situ Patenggang). Jika anda tidak mengambil double trip, dari Kawah Putih, anda bisa menggunakan jasa ojek menuju Situ Patenggang. Untuk masuk ke dalam lokasi, setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 15.000,-, tarif minibus Rp 11.000,-, dan tarif bus Rp 22.000,-.

Wisata alam Situ Patenggang memang nyaman sekali. Sejuknya udara bahkan di siang hari sekalipun membuat kita merasa damai. Sepanjang perjalanan, kita bisa melihat hamparan hijau perkebunan teh dan danau alam yang benar-benar indah. Suasana alami yang disuguhkan Situ Patenggang sungguh menyejukkan. Untuk menyusuri danau, anda bisa menggunakan jasa sewa perahu dengan kisaran harga Rp 150.000-Rp 250.000 per perahu atau bisa juga dengan menggunakan Angsa-Angsa yang berkisar Rp 25.000-Rp 50.000.


(Sumber: http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/08/10/167144_situ-patengan_663_382.jpg)

Setelah puas berjalan-jalan di sekitaran danau, sempatkan diri anda untuk berwisata belanja ataupun kuliner. Ada banyak penjual makanan dan oleh-oleh. Sore itu, kami pun menyempatkan diri untuk melihat oleh-oleh yang kebanyakan dodol dan strawberry. Jangan kaget bila saat sore harga jual oleh-oleh yang dijajakan dengan berjalan bisa turun drastis dibanding pagi dan siang hari. Itu semua dilakukan agar dagangan mereka habis terjual. Selain makanan, ada banyak penjual T-shirt yang menyediakan aneka T-shirt dengan gambar yang menarik tentang Jawa Barat dengan kisaran harga Rp 15.000-Rp 50.000, tergantung dari kualitas dan ukuran T-shirt.

Bagi wisatawan yang lebih suka wisata murah, mungkin wisata Situ Patenggang terkesan mahal dengan tiket masuknya, namun bila dilihat kembali pemandangan indah dan kesejukan yang bisa didapatkan, tentunya anda akan berpikir ulang untuk mengurungkan niat mengunjungi Situ Patenggang. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos cinta Situ Patenggang, objek wisata alam satu ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Oleh : Rahel Simbolon

Rabu, 26 Februari 2014

Menengok Wisata Kulon Progo - 2

b. Pantai Trisik

Pantai ini berada di tenggara Kulonprogo yaitu di Banaran, Galur (30km dari Yogyakarta). Pantai Trisik ialah pantai yang tepat untuk menikmati keindahan cakrawala laut lepas, sunrise dan sunset. Pantai yang juga menjadi tempat bagi para nelayan untuk mendaratkan perahunya serta untuk jual beli ikan segar dari laut. Terdapat laguna-laguna yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk perikanan. Di sebelah timur kawasan Pantai Trisik yang merupakan muara sungai Progo sering dimanfaatkan sebagai tempat pengamatan burung selain itu juga sebagai lokasi penangkaran habitat penyu.

c. Pantai Congot

Pantai Congot membentang sepanjang 6,5 Km, terletak di Jangkaran, Temon di sebelah banal Pantai Galagah (15 Km dari Wates). Sungai Bogowonto yang membatasi Purworejo dan Kulon Progo bermuara di Pantai Congot menjadi tempat pendaratan perahu nelayan dan terdapat tempat penjualan ikan untuk jual beli ikan segar. Tidak jauh dari Pantai Congot terdapat tempat ritual Gunung Lanang yang dimana tiap malam 1 Suro diadakan upacara ruwatan dan dilanjutkan larung pada pagi harinya.

Wisata alam di Kulonprogo berikuntnya adalah Goa Kiskendo. Goa Kiskendo salah satu obyek wisata yang terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo di Pegunungan Menoreh, terletak 36km dari Yogyakarta dan 21km dari Wates. Goa ini sangat menarik karena kita akan menjumpai ornamen-ornamen goa berupa stalaktit dan stalaknit. Goa ini juga terkenal dengan kesakralannya dan terdapat relief cerita wayang (legenda pertempuran Mahesosuro-Lembusuro melawan Sugriwo-Subali)

Setelah anda menginjak lokasi wisata ini maka terhampar pertamanan yang akan menghubungkan dengan anak tangga menuju dalam goa. Kemudian anda diharuskan menuruni tangga bak ular yang berkelok ke arah mulut Goa Kiskendo. Jika masuk ke dalam goa, anda akan menemukan tempat-tempat sakral yang sering digunakan untuk ritual, antara lain Pertapaan Kusuma, Pertapaan Ledhek, dan Pertapaan Santri Tani.

Inilah beberapa foto dari Goa Kiskendo:



Berikutnya ada Puncak Suroloyo, Suroloyo adalah Puncak tertinggi di Pegunungan Manoreh tingginya 1071m dpl, dengan pemandangan indah di perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah. Pengunjung bisa menikmati Candi Borobudur, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing di sisi utara dan Kota Yogyakarta serta Samudera Hindia di sisi selatan. Pengunjung juga dapat menikmati indahnya sunrise atau sunset.

Untuk menuju Suroloyo pengunjung harus melewati jalan berkelok tajam serta menakhlukkan tanjakan yang cukup curam, letaknya sendiri kira-kira 50km dari Yogyakarta, tepatnya di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamtan Samigaluh. Tidak hanya itu pengunjung masih harus menaiki anak tangga, untuk benar-benar sampai ke Puncak Suroloyo. Namun perjalanan panjang dan melelahkan itu tentu akan terbayarkan oleh keindahan pemandangan yang disajikan oleh Puncak Suroloyo. Selain sangat mengagumkan Suroloyo juga memiliki mitos, yaitu sebagai kiblat pancering bumi (pusat dari empat penjuru) di tanah Jawa. Masyarakat setempat percaya bahwa puncak ini adalah pertemuan dua garis yang ditarik dari utara ke selatan dan dari arah barat ke timur Pulau Jawa.

Dan seperti inilah pemandangan yang dapat kita lihat di Puncak Suroloyo:



Kulonprogo juga memiliki sebuah waduk yang juga merupakan satu-satunya waduk di DIY, yaitu Waduk Sermo. Letak waduk ini ada di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap (5km dari wates dan 36km dari Yogyakarta), luasnya sekitar 157hektar. Selain kita dapat menikmati wisata berkeliling waduk dengan perahu kita juga dapat menikmati indahnya alam, karena Waduk Sermo berlatar belakang hutan dan juga Pegunungan Manoreh.

Wisata yang juga dapat kita kunjungi adalah Pemandian Clereng, pemandian ini terletak di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih hanya sekitar 4km dari Wates. Clereng adalah tempat pemandian dengan kolam renang dari mata air alami clereng. Pemandian ini terletak di kawasan perbukitan yang di bawahnya mengalir mata air jernih yang juga di manfaatkan untuk air minum dan irigasi pertanian masyarakat setempat.



Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi:
http://thearoengbinangproject.com/wisata/wisata-kulon-progo/
https://sites.google.com/site/wisataairterjun/daerah-istimewa-yogjakarta/grojogan-watu-jonggol---kulon-progo
http://kalibiru.blogspot.com/