Tampilkan postingan dengan label hijau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hijau. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juli 2014

Menikmati Pesona Indah Pantai Mutun

Lampung adalah salah satu wilayah di selatan Pulau Sumatera, yang berada di tengah selat dan samudera. Posisi Lampung yang berada di selatan, membuat provinsi ini kaya akan pantai. Ada banyak pantai Lampung yang indah dan masih alami. Jarak Lampung dan Jakarta yang tidak begitu jauh membuat banyak orang, terlebih para pekerja kantoran sering menghabiskan weekend mereka dengan berwisata alam ke pantai-pantai di Lampung. Sebut saja Pantai Mutun, yang terletak di Kecamatan Padang Cermin, berada sekitar 30 km dari Kota Bandar Lampung.

Saat ini, keindahan Pantai Mutun menjadi magnet wisata bagi masyarakat Lampung. Pantai Mutun selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dalam kota maupun luar kota. Selain pasir putihnya yang bersih dan airnya yang bening, ombak Pantai Mutun juga relatif tenang, sehingga cocok untuk dijadikan tujuan wisata keluarga, apalagi jika anda ingin sekali menceburkan diri ke dalam air. Jika anda ingin bersantai, di tepi pantai tersedia deretan gubuk yang bisa digunakan untuk sekedar duduk ataupun tidur-tiduran menikmati angin pantai yang bertiup sepoi-sepoi.

Pergi bersama anak-anak pastinya akan terasa seru bila benar-benar merasakan bagaimana air pantai. Oleh karena itu, pengelola Pantai Mutun telah menyediakan banyak wahana permainan, seperti kano, jet sky, waterboom, ban apung, dan perahu. Untuk menyewa perahu kano dengan kapasitas sendiri, pengunjung dikenakan tarif Rp 15.000-Rp 20.000 per orang, sementara jika ingin menyewa perahu kano kapasitas berdua, dikenakan tarif Rp 30.000 rupiah. Untuk banana boat, pengunjung dikenakan tarif Rp 25.000 per orang dan untuk masuk ke area waterboom, pengunjung dikenakan tarif Rp 10.000 per orang. Selain permainan-permainan ini, anda dan keluarga juga bisa memancing bersama. Untuk aktivitas ini, pihak Mutun sudah menyediakan peralatan memancing yang dapat anda sewa.


(http://anintyanovitasari.files.wordpress.com/2011/11/img_4833.jpg?w=300&h=225)

Jika anda melihat ke seberang pantai, akan terlihat sebuah pulau yang masih alami, asri, dan hijau, yang bernama Pulau Tangkil. Untuk mencapai pulau Tangkil, anda bisa menggunakan perahu dengan tarif Rp 10.000 per orang. Air laut di Pulau Tangkil masih lebih bersih sehingga anda bisa melihat secara langsung ikan-ikan yang berenang.


Pulau Tangkil
(anintyanovitasari.files.wordpress.com/2011/11/img_1700.jpg)

Setelah merasa puas beraktivitas di pantai, anda bisa beristirahat di gubuk-gubuk di tepi pantai ataupun langsung mencicipi makanan di café. Fasilitas umum yang disediakan di Pantai Mutun cukup lengkap, seperti ruang ganti dan toilet, masjid, restoran atau café, dan lokasi parkir yang luas. Di luar areal pantai, anda juga bisa menemukan berbagai kios yang menjual suvenir khas Lampung, seperti gantungan kunci, T-shirt, pajangan, hingga, gorden bukan kain melainkan kumpulan kerang yang telah dicuci bersih kemudian dirangkai selayaknya gorden.

Untuk bisa sampai ke Pantai ini, para pengunjung bisa memulai perjalanan dari Kota Bandar Lampung dengan jarak tempuh sekitar 25 km. Selama perjalanan, anda bisa menikmati suasana hijau di kiri dan kanan jalan. Ada begitu banyak pepohonan hijau, pemandangan pegunungan dan laut biru yang membuat mata dan hati ikut sejuk memandangnya.


(Dokumentasi Pribadi)

Oleh : Rahel Simbolon

Rabu, 26 Februari 2014

Uniknya Ayam Ketawa



Ayam ketawa? Apakah anda sudah pernah mendengar sebelumnya? Jika belum, rasa-rasanya akan timbul keingintahuan yang tinggi mengenai ayam ini. Sekilas jika kita melihatnya, sebenarnya ayam ketawa ini mirip dengan ayam-ayam lain pada umumnya. Perbedaan yang paling mencolok yaitu karakter suara berkokoknya yang menyerupai suara ketawa manusia. Karakter suara dan jumlah ayam ketawa sendiri yang masih terbatas membuat ayam ketawa menjadi satwa yang dilindungi. Nah, bagi anda yang belum mengetahui asal-usul dari ayam ketawa, ayam ini berasal dari daerah Sidrap, Sulawesi Selatan. Dahulu ayam ini hanya dipelihara oleh bangsawan-bangsawan kerajaan bugis sebagai simbol status sosial yang tinggi, hal itu menyebabkan jumlah ayam ketawa sangat terbatas. Keengganan masyarakat ketika itu untuk memeliharanya karena mereka merasa segan dan sebagai tanda penghormatan kepada para bangsawan-bangsawan tersebut. Namun, demi menjaga keselamatan ayam ketawa agar tidak punah, saat ini pemerintah sudah memperkenankan kepada masyarakat untuk memelihara dan membudidayakan ayam ketawa.

Ayam jenis ini merupakan ayam yang unik, kenapa? Selain suara berkokoknya yang menyerupai interval suara ketawa manusia, juga beberapa mempercayai bahwa ayam ketawa bisa mendatangkan hoki bagi kehidupan mereka. Jelas saja mereka mempercayai hal itu, sebab harga satu ekor ayam ketawa anakan berumur 10-15 hari berkisar antara 500 sampai 750 ribu, sedangkan untuk ayam ketawa dewasa yang sudah bisa berkokok ‘ketawa’ pasti bisa mencapai 5-10 juta rupiah, belum lagi ayam ketawa yang sering menjadi langganan juara dalam setiap lomba, hmm harganya bisa dipatok mencapai 50 juta rupiah. Wow, sangat menggiurkan bukan.

Kepercayaan-kepercayaan lain juga ditunjukkan sebagian tokoh masyarakat bugis terhadap ayam ketawa. Mereka mempercayai bahwa warna bulu dari ayam ketawa itu sendiri mengandung artian-artian khusus yang berpengaruh terhadap pemiliknya. Sehingga ada pengklasifikasian tertentu bagi ayam ketawa , seperti berikut :

  • Bakka : Ayam ketawa dengan warna dasar putih mengkilap, dengan variasi warna hitam, oranye, merah dan kaki berwarna hitam atau putih. Ayam ini dipercaya mampu mengembangkan/memperbanyak harta pemiliknya.
  • Ceppage : Ayam ketawa dengan warna dasar hitam, dengan variasi warna dasar hitam dan putih, bintik-bintik putih di bagian badan sampai pangkal leher dengan warna kaki hitam. Arti dari ayam ini adalah kebaikan rezeki kepada pemilik.
  • Lappung : Ayam ketawa dengan warna dasar hitam, ditambah variasi warna merah hati dan pada kakinya berwarna hitam. Ayam ketawa jenis ini membawa arti dapat menampung harta.
  • Koro : Memiliki warna dasar hitam dengan variasi bulu berwarna hijau, putih dan kuning mengkilap. Ayam ketawa jenis ini dipercaya mampu menunjukkan rezeki kepada pemiliknya.
  • Ijo Buota : Ayam ketawa dengan warna dasar hijau ditambah variasi merah, warna hitam pada sayap dan warna kuning pada kakinya. Arti dari ayam ketawa ini dipercaya membuat harta bertahan lama atau abadi.
  • Bori Tase’ : Mempunyai warna dasar Merah, dengan penambahan warna bintik-bintik kuning keemasan pada badannya. Ayam jenis ini juga dipercaya mendatangkan keberuntungan dan menambah rezeki.

Demikianlah ulasan singkat mengenai keunikan yang dimiliki ayam ketawa, ternyata dibalik karakternya yang unik, menyimpan banyak kepercayaan-kepercayaan masyarakat terhadapnya, ditambah lagi nilai ekonomisnya yang tinggi, lengkaplah sudah kelebihan-kelebihan dari ayam ketawa dibanding dengan ayam lainnya. Mudah-mudahan anda mulai tertarik untuk memilikinya, setidaknya menjaga satwa Indonesia agar tidak punah. Terima kasih

Oleh : Roma Doni
Referensi: http://ayam-gagak.blogspot.com
Sumber Photo : Google.com