Tampilkan postingan dengan label air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2014

Menyaksikan Pesona Keindahan Air Terjun Mursala di Pesisir Sibolga, Sumatera Utara


1. Film Mursala

Masih ingat Film Mursala? Film Indonesia produksi tahun 2013 yang mengangkat kearifan budaya Batak dan dibintangi oleh Rio Dewanto. Film Mursala ini mengangkat keindahan Pulau Mursala di Tapanuli Tengah. Pulau Mursala atau biasa juga disebut Mansalaar Island merupakan pulau berluaskan 8000 ha yang dihuni oleh berpuluh-puluh kepala keluarga. Di pulau ini kita bisa melihat keindahan air terjun ketinggian 35 m yang langsung jatuh ke permukaan laut. Mula-mula, air ini mengalir dari sebuah sungai pendek dengan panjang 700 m, kemudian sesampainya di tebing pulau, air ini mengalir di antara bebatuan granit berwarna merah. Setelah itu, air pun jatuh dari tebing pulau mengalir ke permukaan laut dengan jumlahnya yang banyak dan bunyi yang keras, terutama pada saat musim hujan. Jika keberadaannya ditelaah pada peta, pulau ini berada di antara Sibolga dan Nias.

Konon katanya, penamaan pulau ini dilakukan oleh nelayan setempat. Dahulu sekitar abad ke-7, bangsa Arab datang berbondong-bondong singgah ke Pantai Barus guna saling menukar komoditi. Sebelum sampai ke Barus, para pedagang Arab ini kerap beribadah di pulau besar. Hal ini pun berlangsung dalam waktu yang lama sehingga para nelayan pun menamakan pulau tersebut berdasarkan kebiasaan beribadah tersebut, yakni Mursala yang berasal dari kata “Mur” untuk sebutan Orang Arab dan Shalat.

Pulau Mursala dikelilingi oleh banyak pulau kecil yang umumnya tidak berpenduduk, seperti Pulau Silabu Na Godang, Pulau Silabu Na Menek, Pulau Puti, Pulau Kalimantung, dan Pulau Jambe. Kehadiran pulau-pulau kecil ini sangat mendukung keapikan Pulau Mursala sehingga sangat cocok dijadikan destinasi wisata. Selain itu, Pulau Mursala juga memiliki aneka ikan hias dan kekayaan bawah laut seperti terumbu karang. Oh ya, salah satu pulau kecil yang mengelilingi Pulau Mursala yakni Pulau Silabu Na Menek bisa menyita perhatian anda lewat keunikan tanaman bonsainya yang tumbuh subur di bebatuan curam.


2. Air Terjun Mursala

Bagi anda yang tertarik dengan aktivitas menyelam, anda bisa menemukan beberapa titik untuk melakukannya seperti di Teluk Labuah Hunik. Jika anda ingin berenang dan memancing, anda bisa beralih ke Pulau Jambe dan sekitarnya. Selain perairan yang dangkal, anda juga bisa menyaksikan keindahan bawah laut dan aneka ikan yang cantik. Bagi anda yang berjiwa petualang, anda bisa berkemah di pesisir pulau dan merasakan ketenangannya saat bermalam ditemani suara ombak. Pulau Mursala memiliki aneka tempat menarik yang patut dikunjungi, seperti Bonsai Pinang Merah yang tumbuh subur di bebatuan curam, Batu Garuda berbentuk burung yang menjorok di sebuah pantai curam di Pulau Silabu Na Menek, dan hamparan pantai berpasir putih Pulau Puti.

Pulau Mursala bisa dicapai jika telah sampai di Kota Sibolga. Jarak Kota Sibolga dan pusat Kota Medan sekitar 350 km dengan waktu tempuh 8 jam. Selain dengan kendaraan pribadi, anda juga bisa menggunakan angkutan umum jurusan Medan-Sibolga. Tarif yang dikenakan yakni Rp 100.000,00. Setelah sampai di Kota Sibolga, anda harus menyewa kapal cepat yang bisa ditemui di Pantai Bosur dan Pantai Pandan dengan waktu tempuh 2 jam. Tarif yang dikenakan sekitar 2 juta rupiah untuk perjalanan pulang pergi. Kapal cepat ini bisa mengangkut penumpang maksimal 20 orang awak kapal akan menunggu anda hingga puas menjelajahi pulau. Ada banyak pesona keindahan Pulau Mursala yang patut disaksikan, namun yang paling menarik untuk dilihat secara langsung tentu pemandangan air terjunnya yang langsung jatuh ke permukaan laut.

Oleh : Rahel Sombolon
Gambar:
1. http://www.indonesianfilmcenter.com/images/gallery/galIdFC_05042013_57157.jpg
2. http://www.yukpegi.com/wp-content/uploads/2014/03/1.Pulau-Mursala-Tempat-Syuting-Film-Holywood-di-Sumatera-Utara.2.jpg

Senin, 21 Juli 2014

Menikmati Keindahan Perpaduan Warna Danau Linow


Sumber : http://cybersulutnews.co.id/wp-content/uploads/2014/02/Danau-Linow-183449858.jpg

Tidak perlu sampai jauh-jauh terbang ke luar negeri hanya untuk berwisata. Indonesia sendiri mempunyai tempat-tempat wisata yang unik dan patut untuk dikunjungi. Danau Linow yang terletak di provinsi Sulawesi Utara dan tepatnya di kota Tomohon pasti dapat menjawab kebutuhan setiap kita yang ingin memilih tempat wisata yang unik. Danau Linow juga merupakan salah satu tempat wisata favorit di kota Tomohon ini. Sebenarnya apakah yang membuat Danau Linow ini terkenal unik?

Air di danau Linow dapat berubah menjadi warna-warna yang berbeda yaitu tepatnya ada 3 warna. Ada warna hijau, cokelat muda sampai biru. Tetapi, apakah yang membuat danau Linow bisa berubah warna? Danau Linow sendiri berhubungan dengan gunung Lokon di Tomohon. Oleh sebab itu, air di danau Linow mengandung belerang dengan kandungan yang tidak terlalu tinggi. Selain itu tanaman-tanaman air di danau Linow juga ikut berperan dalam perubahan warna di danau tersebut. Serta di siang hari, cahaya matahari dapat membiaskan air di danau Linow. Sungguh indah bila dapat menikmati perpaduan dari 3 warna di danau Linow ini.

Danau Linow dapat dikunjungi dengan mudah karena akses jalannya yang berhubungan dengan jalan utama. Tips bagi yang ingin berwisata ke danau Linow, sebaiknya dikunjungi pada saat cuaca tidak terlalu panas seperti pada saat pagi hari atau menjelang sore. Menikmati udara yang sejuk dan tidak terlalu panas juga menjadi satu hal yang dapat menarik minat pengunjung untuk berwisata ke tempat ini. Terutama bagi yang seharian bekerja dan lelah dapat berkunjung sebentar ke danau Linow untuk menyegarkan pikiran dan tubuh.

Di danau Linow juga tersedia alat transportasi berupa perahu kayuh atau kano. Bagi pengunjung yang ingin menelusuri danau Linow ini dapat menyewa alat transportasi ini. Tetapi ada yang tidak diperbolehkan yaitu menelusuri danau hingga mencapai daerah air yang panas dari gunung. Selain itu, pada saat cuaca tidak bersahabat terutama musim penghujan, pengunjung sebaiknya tidak menelusuri danau karena perahu kayuh atau kano yang kita tumpangi bisa-bisa oleng akibat angin kencang. Setelah puas menelusuri danau Linow, pengunjung juga mendapatkan pelayanan lain yaitu kafe yang tersedia di dekat bukit di sekitar danau. Sambil memandangi keindahan pesona danau Linow dengan ditemani secangkir kopi, pengunjung pasti akan merasa fresh kembali.

Harga yang ditawarkan bagi para pengunjung juga sangat terjangkau yaitu Rp.5000 per orang. Harga tersebut tidaklah sebanding dengan apa yang akan kita dapat di danau Linow ini. Mulai dari keindahan warna-warna air danaunya, tempatnya yang sejuk dan asri, kafe-kafe di sekitar danau yang siap melayani pengunjung, dan lain-lain. Semua itu pastinya akan membuat para pengunjung tidak mau melupakan danau Linow yang indah ini.

Oleh : Stevanus
Sumber:http://travel.kompas.com/read/2014/01/22/1334466/Linow.Danau.Tiga.Warna.di.Tomohon

Senin, 14 Juli 2014

Menikmati Pesona Indah Pantai Mutun

Lampung adalah salah satu wilayah di selatan Pulau Sumatera, yang berada di tengah selat dan samudera. Posisi Lampung yang berada di selatan, membuat provinsi ini kaya akan pantai. Ada banyak pantai Lampung yang indah dan masih alami. Jarak Lampung dan Jakarta yang tidak begitu jauh membuat banyak orang, terlebih para pekerja kantoran sering menghabiskan weekend mereka dengan berwisata alam ke pantai-pantai di Lampung. Sebut saja Pantai Mutun, yang terletak di Kecamatan Padang Cermin, berada sekitar 30 km dari Kota Bandar Lampung.

Saat ini, keindahan Pantai Mutun menjadi magnet wisata bagi masyarakat Lampung. Pantai Mutun selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dalam kota maupun luar kota. Selain pasir putihnya yang bersih dan airnya yang bening, ombak Pantai Mutun juga relatif tenang, sehingga cocok untuk dijadikan tujuan wisata keluarga, apalagi jika anda ingin sekali menceburkan diri ke dalam air. Jika anda ingin bersantai, di tepi pantai tersedia deretan gubuk yang bisa digunakan untuk sekedar duduk ataupun tidur-tiduran menikmati angin pantai yang bertiup sepoi-sepoi.

Pergi bersama anak-anak pastinya akan terasa seru bila benar-benar merasakan bagaimana air pantai. Oleh karena itu, pengelola Pantai Mutun telah menyediakan banyak wahana permainan, seperti kano, jet sky, waterboom, ban apung, dan perahu. Untuk menyewa perahu kano dengan kapasitas sendiri, pengunjung dikenakan tarif Rp 15.000-Rp 20.000 per orang, sementara jika ingin menyewa perahu kano kapasitas berdua, dikenakan tarif Rp 30.000 rupiah. Untuk banana boat, pengunjung dikenakan tarif Rp 25.000 per orang dan untuk masuk ke area waterboom, pengunjung dikenakan tarif Rp 10.000 per orang. Selain permainan-permainan ini, anda dan keluarga juga bisa memancing bersama. Untuk aktivitas ini, pihak Mutun sudah menyediakan peralatan memancing yang dapat anda sewa.


(http://anintyanovitasari.files.wordpress.com/2011/11/img_4833.jpg?w=300&h=225)

Jika anda melihat ke seberang pantai, akan terlihat sebuah pulau yang masih alami, asri, dan hijau, yang bernama Pulau Tangkil. Untuk mencapai pulau Tangkil, anda bisa menggunakan perahu dengan tarif Rp 10.000 per orang. Air laut di Pulau Tangkil masih lebih bersih sehingga anda bisa melihat secara langsung ikan-ikan yang berenang.


Pulau Tangkil
(anintyanovitasari.files.wordpress.com/2011/11/img_1700.jpg)

Setelah merasa puas beraktivitas di pantai, anda bisa beristirahat di gubuk-gubuk di tepi pantai ataupun langsung mencicipi makanan di café. Fasilitas umum yang disediakan di Pantai Mutun cukup lengkap, seperti ruang ganti dan toilet, masjid, restoran atau café, dan lokasi parkir yang luas. Di luar areal pantai, anda juga bisa menemukan berbagai kios yang menjual suvenir khas Lampung, seperti gantungan kunci, T-shirt, pajangan, hingga, gorden bukan kain melainkan kumpulan kerang yang telah dicuci bersih kemudian dirangkai selayaknya gorden.

Untuk bisa sampai ke Pantai ini, para pengunjung bisa memulai perjalanan dari Kota Bandar Lampung dengan jarak tempuh sekitar 25 km. Selama perjalanan, anda bisa menikmati suasana hijau di kiri dan kanan jalan. Ada begitu banyak pepohonan hijau, pemandangan pegunungan dan laut biru yang membuat mata dan hati ikut sejuk memandangnya.


(Dokumentasi Pribadi)

Oleh : Rahel Simbolon

Selasa, 20 Mei 2014

Air Terjun Menawan, Wajib Dikunjungi di Indonesia

Liburan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Menikmati kebersamaan bersama keluarga tercinta adalah impian setiap orang di hari weekend. Obyek wisata di Indonesia sangat beragam dari persawahan, pegunungan hingga air terjun. Sudah semestinya rakyat Indonesia bersyukur dengan ciptaanNya, karena negeri tercinta, Indonesia sangat berlimpah ruah pemandangan yang indah, menawan hingga menakjubkan dua bola mata indah manusia. Air terjun, salah satu obyek wisata yang sangat menarik untuk dilihat, aliran deras airnya mampu membuat mata manusia terpana melihat keindahannya. Berikut ini beberapa air terjun menawan yang ada di Indonesia :

1. Air Terjun Tiu Kelep

Air terjun Tiu Kelep terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Untuk mencapai di air terjun Tiu Kelep, Anda dapat menempuh waktu antara dua-tiga jam dengan kendaraan roda empat dan berjarak kurang lebih 60 km dari Ibu Kota Mataram. Jika Anda berasal dari luar Pulau Lombok, maka sebaiknya menggunakan jasa tour guide agar tidak tersasar menuju ke sana. Keindahan air terjun Tiu Kelep sangatlah menawan, di mana tepat berada di kaki Gunung Rinjani, salah satu gunung yang masih aktif di Indonesia. Untuk ketinggian air terjun Tiu Kelep bisa mencapai antara 30-45 meter. Dan tepat di bawah air terjun Tiu Kelep kita bisa menikmati bermain di sungai, pengunjung dapat membasahi tubuhnya dengan derasnya air terjun Tiu Kelep ataupun hanya menikmati pemandangan di sekitar air terjun Tiu Kelep dengan memejamkan mata dan memanjatkan syukur atas ciptaan Tuhan yang maha indah. Debit air di air terjun Tiu Kelep ini cukup besar, ditambah udara yang segar dan sangat cocok bagi Anda yang ingin melepaskan kepenatan untuk berlibur di air terjun Tiu Kelep.


Sumber foto : http://lombok.panduanwisata.com/wisata-alam/pesona-9-air-terjun-di-lombok/

2. Air Terjun Maramo

Air Terjun Maramo berada di Provinsi Sulawesi Tenggara, di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo , Kabupaten Konawe Selatan yang terletak di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa. Keindahan air terjun Maramo terlihat secara alami di mana disebut dengan air terjun bertingkat yang ketinggiannya mencapai sekitar 100 meter. Air terjun Maramo mempunyai 7 tingkatan utama ditambah dengan 60 tingkatan kecil yang berfungsi sebagai kolam air. Daya pikat air terjun ini sangat identik dengan bebatuan yang bertingkat. Sangat cocok bagi kalian yang suka petualang di mana bisa menikmati bebatuan bertingkat sambil berjalan melewati batuan lainnya hingga mendaki sampai puncak.


Sumber foto : http://id.wikipedia.org/wiki/Air_Terjun_Moramo

3. Air Terjun Dua Warna

Air terjun dua warna berada di kota Medan, Sumatera Utara. Letaknya di Desa Durin Sirugun, Sibolangit, Sumatera Utara dan menempuh waktu selama 1-2 jam dari kota Medan dengan jarak kurang lebih 75 km. Medan dikenal dengan jalanan yang berliku dan jurang, jadi berhati-hatilah ketika menuju ke air terjun dua warna. Air terjun dua warna memiliki ketinggian 100 meter. Kenapa disebut dengan air terjun dua warna? Karena pada air terjun tersebut ada dua warna yakni biru jernih pada danau kecil dan putih keabu-abuan, sehingga terciptalah dua warna. Air terjun dua warna ini memiliki keindahan panorama alam yang indah ditambah dengan pepohonan yang rindang dan udaranya pun masih segar. Air terjun dua warna tepat berada di bawah kaki Gunung Sibayak.


Sumber foto : http://jalan2.com/city/medan/air-terjun-dua-warna/

Selamat liburan dan buanglah sampah pada tempatnya!

Oleh : Titis Ayuningsih

Rabu, 26 Februari 2014

Eksotika Alam Hutan Kina Bukit Unggul



Dulu, ada sebuah cerita di mana segerombolan orang terpaksa mengungsi ke hutan. Tetapi kehidupan di sana memang berat. Satu persatu mereka sakit dan meninggal dunia. Semua gejalanya sama. Badan terasa sakit, berkeringat disertai demam yang tinggi. Tetapi ada seorang yang mampu bertahan hidup. Dalam kesendirian dan rasa sakit, ia merayap mencari sumber air. Ketika sampai di kubangan, ia pun segera meminum air itu. Anehnya, semakin lama sakitnya malah semakin baik. Setelah diselidiki, ternyata ada khasiat obat di kubangan itu. Dan pohon tumbang yang terendam air itulah penyebabnya. Ternyata, itulah pohon kina yang sampai kini terkenal menjadi obat penyakit malaria.

Dan sensasi pohon kina itu bisa kita temukan pada sebuah agrowisata bernama Bukit Unggul. Ini merupakan kawasan hutan kina yang dikelola oleh PTPN VIII. Bahkan ada pabrik pengolahannya juga. Kawasan ini terletak di desa Cipanjalu kecamatan Cilengkrang kabupaten Bandung. Letaknya unik, karena ada di tengah, berbatasan dengan kabupaten Bandung Barat (kecamatan Lembang), kabupaten Subang, kabupaten Sumedang dan kota Bandung. Lokasinya sekitar 11 km dari arah alun-alun Ujungberung, Bandung. Tapi bisa juga dicapai dari arah Cibodas Lembang sejauh 17 km.

Jalan menuju arah sana memang tidak bagus. Apalagi sejak dari desa Ciporeat, keadaannya berlubang dan berbatu-batu. Tetapi apa yang akan didapatkan sungguh merupakan suatu kepuasan. Bagaimana bebauan pepohonan menusuk hidung. Angin hutan bertiup sepoi-sepoi menyegarkan badan. Suatu keadaan yang sangat kontras dengan kota yang penuh polusi dan kebisingan.

Sepanjang kanan kiri jalan diapit jurang dan bukit yang penuh pohon kina atau Eucalyptus. Bunga-bunga liar pun seolah tak mau kehilangan pesona, tumbuh dengan suburnya. Tak puas rasanya mata memandangi eksotika gunung dan bukit di sekitarnya. Bagi aku pribadi, inilah refreshing yang sebenarnya.

Jalanan memang cukup sepi. Tak banyak orang berlalu lalang. Juga tak banyak rumah di kiri kanan jalan. Tapi sering kita berpapasan dengan grup pecinta sepeda yang ingin menaklukkan medan yang cukup berat. Bagi mereka, wisata Bukit Unggul mempunyai tantangan tersendiri. Selain jalannya yang tidak bersahabat, arealnya menanjak terus. Pastinya dibutuhkan stamina yang prima untuk menggowes sepedanya.

Masuk kawasan hutan lebih dalam, jalannya juga cukup besar. Kami lalu berhenti di sebuah warung untuk minum dan beristirahat sejenak. Ada beberapa rumah penduduk sederhana. Sambil minum kami berbincang dengan seorang bapak yang sudah lama tinggal di sana. Ia menunjukkan bukit-bukit yang mengelilingi tempat kami berada. Jaraknya terlihat cukup dekat. Ada gunung Palasari, gunung Manglayang dan bukit Tunggul yang terlihat paling dekat.

Lalu dia menceritakan sesuatu yang unik. Katanya kalau pergi ke pasar, penduduk harus menempuh perjalanan sejauh 17 km ke Lembang. Dan bukan ke Ujungberung yang jaraknya lebih dekat. Hal itu dikarenakan akses ke Lembang lebih bagus dengan tersedianya sarana transportasi berupa ojek dan jalan yang lebih bagus.

Setelah istirahat sejenak, atas petunjuk bapak itu, kami melanjutkan perjalanan. Kawasan wisatalah tujuannya. Di sana kami disuguhi berbagai pemandangan yang lebih menakjubkan lagi. Selain penangkaran rusa, kami juga bisa melihat camping ground. Ada juga sebuah pemancingan yang dikelilingi taman dengan bunga-bunganya yang menawan. Airnya tercurah menjadi semacam air terjun buatan menuju sungai. Tempat itu dinamakan situ Sangkuriang.

Melewati sungai banyak batu-batu besar yang cocok untuk mereka yang suka bernarsis ria. Latar belakangnya benar-benar hutan alami yang gelap dan cukup menyeramkan. Ada alur sungai yang airnya jernih sekali. Tapi kita harus melewati jembatan dari kayu yang kalau diinjak akan sedikit bergoyang.

Oh ya, beberapa kali kami berpapasan dengan burung perkutut yang hinggap. Rasanya ingin sekali menangkapnya karena lucu. Tetapi , tentu saja tidak kami lakukan. Kami kan harus menjaga kelestarian alam. Semoga saja burung-burung itu tidak ada yang menangkap untuk dipelihara. Keberadaan mereka yang bebas biarlah tetap jadi penyeimbang alam.

Keluar dari kawasan itu, menuju arah lain kita bisa melihat pemandangan taman dengan air terjunnya yang eksotik. curug Batu Sangkur Dekat sana ada taman bertingkat yang dipenuhi bunga-bunga aneka rupa. Belum saung-saung yang disebarkan di beberapa lokasi memudahkan pengunjung untuk mengaso dan menikmati pemandangan dari atas.

Bagi mereka yang menyukai tantangan bisa mencoba flying fox. Wow, pasti tak akan terlupakan mencoba tantangan satu itu. Bayangkan saja, meluncur dari ketinggian dengan pemandangan warna-warni taman yang indah. Sayangnya, aku tidak punya keberanian melakukan itu.

Oh ya, kalau mau berekreasi ke Bukit Unggul, sebaiknya membawa persediaan makanan dan air dari rumah. Sebab, hanya ada sedikit warung yang berjualan. Kawasan ini belum ramai seperti kawasan wisata lainnya. Tetapi bagi aku, sekali lagi, inilah refreshing yang sebenarnya.

Oleh : Dewi Iriani