Tampilkan postingan dengan label air terjun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air terjun. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 September 2014

Menyaksikan Pesona Keindahan Air Terjun Mursala di Pesisir Sibolga, Sumatera Utara


1. Film Mursala

Masih ingat Film Mursala? Film Indonesia produksi tahun 2013 yang mengangkat kearifan budaya Batak dan dibintangi oleh Rio Dewanto. Film Mursala ini mengangkat keindahan Pulau Mursala di Tapanuli Tengah. Pulau Mursala atau biasa juga disebut Mansalaar Island merupakan pulau berluaskan 8000 ha yang dihuni oleh berpuluh-puluh kepala keluarga. Di pulau ini kita bisa melihat keindahan air terjun ketinggian 35 m yang langsung jatuh ke permukaan laut. Mula-mula, air ini mengalir dari sebuah sungai pendek dengan panjang 700 m, kemudian sesampainya di tebing pulau, air ini mengalir di antara bebatuan granit berwarna merah. Setelah itu, air pun jatuh dari tebing pulau mengalir ke permukaan laut dengan jumlahnya yang banyak dan bunyi yang keras, terutama pada saat musim hujan. Jika keberadaannya ditelaah pada peta, pulau ini berada di antara Sibolga dan Nias.

Konon katanya, penamaan pulau ini dilakukan oleh nelayan setempat. Dahulu sekitar abad ke-7, bangsa Arab datang berbondong-bondong singgah ke Pantai Barus guna saling menukar komoditi. Sebelum sampai ke Barus, para pedagang Arab ini kerap beribadah di pulau besar. Hal ini pun berlangsung dalam waktu yang lama sehingga para nelayan pun menamakan pulau tersebut berdasarkan kebiasaan beribadah tersebut, yakni Mursala yang berasal dari kata “Mur” untuk sebutan Orang Arab dan Shalat.

Pulau Mursala dikelilingi oleh banyak pulau kecil yang umumnya tidak berpenduduk, seperti Pulau Silabu Na Godang, Pulau Silabu Na Menek, Pulau Puti, Pulau Kalimantung, dan Pulau Jambe. Kehadiran pulau-pulau kecil ini sangat mendukung keapikan Pulau Mursala sehingga sangat cocok dijadikan destinasi wisata. Selain itu, Pulau Mursala juga memiliki aneka ikan hias dan kekayaan bawah laut seperti terumbu karang. Oh ya, salah satu pulau kecil yang mengelilingi Pulau Mursala yakni Pulau Silabu Na Menek bisa menyita perhatian anda lewat keunikan tanaman bonsainya yang tumbuh subur di bebatuan curam.


2. Air Terjun Mursala

Bagi anda yang tertarik dengan aktivitas menyelam, anda bisa menemukan beberapa titik untuk melakukannya seperti di Teluk Labuah Hunik. Jika anda ingin berenang dan memancing, anda bisa beralih ke Pulau Jambe dan sekitarnya. Selain perairan yang dangkal, anda juga bisa menyaksikan keindahan bawah laut dan aneka ikan yang cantik. Bagi anda yang berjiwa petualang, anda bisa berkemah di pesisir pulau dan merasakan ketenangannya saat bermalam ditemani suara ombak. Pulau Mursala memiliki aneka tempat menarik yang patut dikunjungi, seperti Bonsai Pinang Merah yang tumbuh subur di bebatuan curam, Batu Garuda berbentuk burung yang menjorok di sebuah pantai curam di Pulau Silabu Na Menek, dan hamparan pantai berpasir putih Pulau Puti.

Pulau Mursala bisa dicapai jika telah sampai di Kota Sibolga. Jarak Kota Sibolga dan pusat Kota Medan sekitar 350 km dengan waktu tempuh 8 jam. Selain dengan kendaraan pribadi, anda juga bisa menggunakan angkutan umum jurusan Medan-Sibolga. Tarif yang dikenakan yakni Rp 100.000,00. Setelah sampai di Kota Sibolga, anda harus menyewa kapal cepat yang bisa ditemui di Pantai Bosur dan Pantai Pandan dengan waktu tempuh 2 jam. Tarif yang dikenakan sekitar 2 juta rupiah untuk perjalanan pulang pergi. Kapal cepat ini bisa mengangkut penumpang maksimal 20 orang awak kapal akan menunggu anda hingga puas menjelajahi pulau. Ada banyak pesona keindahan Pulau Mursala yang patut disaksikan, namun yang paling menarik untuk dilihat secara langsung tentu pemandangan air terjunnya yang langsung jatuh ke permukaan laut.

Oleh : Rahel Sombolon
Gambar:
1. http://www.indonesianfilmcenter.com/images/gallery/galIdFC_05042013_57157.jpg
2. http://www.yukpegi.com/wp-content/uploads/2014/03/1.Pulau-Mursala-Tempat-Syuting-Film-Holywood-di-Sumatera-Utara.2.jpg

Selasa, 12 Agustus 2014

Inilah Kawah Putih ala Sumatera Utara, Namanya Tinggi Raja


1. Dolok Tinggi Raja

Jika mendengar nama Sumatera Utara, mungkin yang ada di benak kita hanyalah pemandangan indah Danau Toba, perkebunan jeruk Brastagi, ataupun lucunya gerakan tarian boneka Sigale-gale. Padahal, Sumatera Utara tidak hanya terbatas pada hal-hal itu saja. Selain Kawah Putih Ciwidey, masih ada Kawah Putih lain yang tidak kalah indahnya, sebut saja Tinggi Raja. Cagar Alam Tinggi Raja terletak di Desa Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahen Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Keberadaan Cagar Alam ini yang jauh dari hiruk-pikuk masyarakat kota membuat objek wisata Tinggi Raja seakan hilang.

Konon menurut sejarah, Cagar Alam Tinggi Raja berasal dari kutukan Raja Desa Bauan terhadap anaknya yang melanggar peraturan memakan hati kerbau. Sang Anak Raja berusaha melarikan lari, namun kematian tidak dapat terelakkan. Setelah air panas menghantam dirinya, sang anak raja mati, hingga kemudian terbentuklah bukit kapur.

Pada dasarnya, Tinggi Raja sudah ditemukan sejak ratusan tahun lalu, sangat disayangkan aksesibilitasnya sangat sulit, jalan menuju Cagar Alam Tinggi Raja sangat terjal dan rusak. Menurut penuturan masyarakat setempat, objek wisata Tinggi Raja bisa kembali terkenal karena anggota TNI telah memperbaiki akses jalan, sehingga bisa diketahui oleh wisatawan. Untuk mencapai Tinggi Raja yang terletak 95 kilometer dari kota Medan, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam dari pusat kota Medan. Terdapat dua alternatif perjalanan untuk mencapai objek wisata ini. Alternatif pertama dimulai dari Medan - Tebing Tinggi - Nagori Dolok - Tinggi Raja, sedangkan alternatif dimulai dari Medan - Deli Serdang - Bangun Purba - Nagori Dolok - Tinggi Raja. Meskipun rute pertama lebih singkat, namun kenyataannya memakan waktu lebih lama dibandingkan rute kedua. Adapun akses jalan yang harus dilalui oleh pengunjung didominasi oleh jalan aspal dan selebihnya adalah jalan terjal yang dipenuhi kerikil tajam.

Sangat disayangkan memang, akses menuju tempat seindah Tinggi Raja tidak seindah tempatnya. Dalam hal ini, pemerintah dapat dikatakan kurang memperhatikan cagar ala mini. Beruntungnya, anggota TNI membuat kawasan ini sebagai tempat pelatihan militer, dikarenakan kawasannya yang masih asri. Oleh karena itulah, anggota TNI berusaha memperbaiki akses jalan menuju Tinggi Raja. Namun, tenang saja. Meskipun jalur yang harus dilalui cukup sulit bahkan kurang menyenangkan karena begitu melelahkan, semua itu akan terbayar saat anda tiba di Tinggi Raja dan menyaksikan keindahannya secara langsung.

Sesampainya di Tinggi Raja, anda bisa menyaksikan bukit kapur yang terlihat seperti salju di bagian teratas bukit. Bukit kapur itu mengeluarkan aroma belerang. Kemudian di bawah bukit kapur tersebut, anda akan menjumpai sebuah danau berisi air panas berwarna biru. Selain itu, anda juga bisa menuruni anak tangga yang berjumlah seratus dan menapaki hutan. Jika di bukit teratas, anda menjumpai bukit kapur yang seperti bukit salju, maka tidak jauh dari seratus anak tangga, anda bisa melihat indahnya warna-warni bukit kapur yang juga menghasilkan air terjun panas. Di bawah air terjun panas tersebut terdapat sungai bersih yang dibuat untuk pemandian bagi wisatawan.


2. Dolok Tinggi Raja

Jika selama ini, anda hanya mengenal bukit belerang di Kawah Putih, Jawa Barat, maka itu, mari beranjak ke Pulau Sumatera. Ada Cagar Alam yang memiliki karakter yang sama dengan Kawah Putih Ciwidey, bernama Tinggi Raja. Semoga saja pemerintah setempat bisa lebih memperhatikan keberadaan Cagar Alam Tinggi Raja dengan memperbaiki akses jalan. Di luar sulitnya akses jalan, Tinggi Raja tetaplah indah dan mempesona. What a beautiful Indonesia. Ayo kita ke Tinggi Raja!

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://hanminlynn.com/dolok-tinggi-raja/
2. http://hanminlynn.com/dolok-tinggi-raja/

Jumat, 18 Juli 2014

MENIKMATI PESONA ALAM CURUG 7 BIDADARI SEMARANG – JAWA TENGAH

Indonesia merupakan negara yang luas yaitu  -+ 5.180.053 km2. Menakjubkan bukan? Berdasarkan pernyataan tersebut, banyak hal menarik yang dapat ditemui di Indonesia yang tersebar di berbagai belahan nusantara. Ragam pesona yang disuguhkan oleh alam Indonesia, memang tak ada habis-habisnya hingga membuat kita makin tertegun akan keelokannya. Namun, masih ada segelintir orang yang enggan untuk menikmati keindahan alam Indonesia dan lebih memilih untuk menikmati suasana alam luar Indonesia. Padahal, pesona alam negeri kita tak kalah juga dengan negara-negara lainnya. Berikut salah satu keindahan alam Indonesia yang patut untuk dikunjungi seperti “Air Terjun 7 Bidadari”.


1. Curug 7 Bidadari

Tempat wisata yang berlokasi di desa Keseneng, Sumowono-Kabupaten Semarang ini, sering disebut Curug 7 Bidadari oleh warga setempat. Curug berarti gerojogan banyu atau dalam istilah Indonesianya air terjun. Wisata lokal yang tak asing lagi bagi warga semarang ini, memiliki kisah yang unik hingga tempat ini di beri nama Curug 7 Bidadari. Konon, ada 7 bidadari yang turun dari kayangan untuk berendam di tempat ini supaya kutukan mereka lenyap. Alhasil dari cerita tersebutlah nama curug 7 bidadari didapat. Lokasi yang berjarak 9 km dari Bandungan dan 7 km dari Gedong Songo, memiliki pemandangan yang menakjubkan di sekitarnya seperti pepohonan hijau nan rimbun dan pemandangan asri lainnya. Sawah pun juga tak luput dari tempat ini sehingga banyak warga setempat yang lalu lalang guna mencari nafkah. Berkunjung ke tempat wisata ini tak perlu merogoh biaya terlalu dalam, kita dapat menikmati keindahan curug yang ketinggiannya kurang lebih 20 meter dengan 3 tingkatan air terjun di mana tingkatan pertama memiliki 1 air terjun, tingkatan selanjutnya terdiri dari 2 air terjun, dan tingkatan terakhir terdapat 4 air terjun yang bersebelahan. Banyak kepercayaan mengenai tempat ini, ada yang mengatakan jika sepasang muda mudi yang berkunjung ke sini akan menjadi sepasang kekasih yang langgeng. Selain itu, terdapat Kedung Wali mirip sebuah sumur yang berdiameter kurang lebih 70cm dengan sumber mata air yang tak ada habis-habisnya. Diyakini Kedung Wali ini memiliki berbagai khasiat seperti awet muda, mempercepat jodoh maupun rezeki, dll.


2. Kedung Wali

Terlepas dari benar atau tidak kepercayaan tersebut, tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi. Tak jauh dari lokasi juga, terdapat makam sesepuh desa Keseneng yakni Kyai Mandung dengan luas area makam 150 meter persegi. Yang hingga sekarang makamnya dikeramatkan


3. Makam Kyai Mandung

Curug 7 Bidadari ini dialiri langsung oleh sungai dari Gunung Ungaran sebab lokasi wisata ini tak jauh dari Gunung Ungaran. Berbagai fasilitas disediakan di Curug 7 Bidadari seperti tempat berkemah (camping ground), permainan outbound, gazebo sebagai tempat pertemuan atau kumpul-kumpul, tempat ziarah, mushola, toilet, area parkir, dll. Bagi anda pecinta alam atau ingin melepas penat dari hiruk pikuk dan panasnya kota, tak ada salahnya untuk mengunjungi curug 7 bidadari untuk merefreshingkan jiwa maupun pikiran.

Oleh : Ardan Esand
Gambar:
1. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqMAe7z2QWPL-qJMNbqVMSORkeuuPZt-VebRHBQHnQFYxE5klK5LST56JQvLOpks6y7HKCZYOrVpqXFXdCjp_weDyqBn0v8K5fyiVGhfZqTT8izebU8dSe_tPHFaolFNL3H7_EyNV-b94/s800/curug%2525207%252520bidadari.jpg
2. http://teamtouring.net/wp-content/uploads/2010/08/Kedung-Wali.jpg
3. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZuaepAX3GGfI9V6vAEz2YsWGZXml5ai0ukRVy1aJxxY4oJP55FDLwK080oONTFYpeH9a4QDFgD9C6rcygOF2InGeFFC74egUWBILZ-KQeW1i5uvjGgKqPufSNKIdTgKyZVBevEaF_dzfx/s1600/Foto-0008t.jpg

Selasa, 17 Juni 2014

Menggali Pesona Kudus

Jika kita mendengar nama Kota Kudus maka tak ayal yang terbentang di isi kepala adalah tentang industri rokoknya. Tidak salah memang, perusahaan rokok sudah dirintis dan berkembang pesat di Kudus sejak abad ke 19, sejak itu pula muncul perusahaan-perusahaan lain yang merajai pasar dan masih eksis hingga saat ini.

Meskipun begitu, kabupaten yang terletak di Jawa Tengah ini juga menyimpan keunikannya sendiri. Seperti gadis kecil, kecantikan Kudus masih terlihat malu-malu dan kalah gemerlap dengan nama besar industri rokoknya.

Padahal jika kita mau menggali ada beberapa tempat menarik yang dapat dikunjungi di kota ini, diantaranya adalah:

  1. Menara Kudus

    Bangunan kuno ini diperkirakan dibangun pada abad ke 16 oleh Ja’far Sodiq atau Sunan Kudus, salah seorang ulama besar waktu itu. Menara ini sesungguhnya berdiri di dalam kompleks masjid, sekaligus makam Sunan Kudus sendiri.

    Yang membuat bangunan ini unik yaitu bentuknya yang juga menyerupai candi, bahkan di area depan terdapat gapura yang juga asli dengan arsitektur hindu yang kental. Hal-hal ini disebut-sebut sebagai bukti bahwa Islam di Kudus waktu itu diajarkan dengan jalan akulturasi budaya sehingga berjalan dengan sukses.


    Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

    Di sekitar menara ini terdapat kompleks pedagang karena sampai sekarang kompleks Menara Kudus masih ramai dikunjungi peziarah, terutama pada malam Jum’at. Karena keeksotisannya dan kekentalannya terhadap Islam, kompleks Menara Kudus ini pernah digunakan tempat pengambilan gambar dalam sebuah film lokal.

  2. Wisata Colo

    Kudus bagian utara merupakan daerah pegunungan yang terkenal dengan nama Gunung Muria. Di kaki Gunung Muria inilah desa Colo berada. Dengan kenampakan alam khas pegunungan dan cuaca yang lembut membuat banyak wisatawan yang datang kemari untuk berlibur melepas lelah. Jika saat sore tiba kadang-kadang kita bisa melihat atlet-atlet bulu tangkis klub Djarum sedang berlatih di sini.

    Daerah Colo juga terdapat makam seorang ulama yang terkenal dengan nama Sunan Muria. Beliau merupakan salah seorang ulama besar yang menyebarkan agama Islam di sekitar gunung Muria. Pada hari-hari tertentu daerah ini juga ramai oleh peziarah yang ingin melakukan wisata rohani.


    Sumber Gambar: https://rumahedelweiss.files.wordpress.com/2011/07/colo.jpg

    Wisatawan juga dapat bermain di air terjun di daerah ini, meskipun tidak terlalu besar tapi air yang sejuk cukup bermanfaat untuk melepas stres.Untuk memfasilitasi pengunjung, pemerintah telah membangun sebuah hotel yang cukup baik di daerah ini.

  3. Mata Air Tiga Rasa

    Jika kita meneruskan perjalanan dari air terjun Montel yang terletak di kawasan Colo, maka kita dapat mencapai sebuah tempat yang tenang dan teduh karena dikelilingi pepohonan besar. Tempat ini sesungguhnya juga merupakan sebuah makam seorang ulama, namun yang terkenal di sini yaitu 3 buah mata air yang memiliki rasa berbeda. Inilah yang dinamakan Mata Air Tiga Rasa.


    Sumber Gambar: http://www.tempatwisatamu.com/wp-content/uploads/2013/11/kudus-3-rasa.jpg

    Untuk mencapai daerah ini pengunjung dapat berjalan kaki atau menyewa jasa ojek dari kawasan Colo. Perkebunan kopi muria akan terlihat di kanan kiri jalan menuju tempat ini. Mata Air Tiga Rasa relatif masih sepi karena tidak semua kalangan mengetahui kawasan wisata ini.

  4. Museum Kretek

    Museum ini merupakan museum yang berisi dokumentasi tentang segala hal yang berhubungan dengan produksi rokok di Kudus. Di sini pengunjung dapat mengamati alur sejarah industri rokok, termasuk bungkus-bungkus rokok asli bahkan dari zaman sebelum Indonesia merdeka.


    Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

    Pengunjung juga akan mengetahui cara-cara membuat rokok tradisional dari diorama yang dipertontonkan di museum ini. Alat-alat pembuat rokok asli juga dipajang di sini. Di halaman museum terdapat rumah asli khas Kudus dengan perabotan yang juga semakin menggambarkan kondisi sebenarnya.

    Baru-baru ini juga dibangun arena bermain air sehingga anak-anak juga bisa belajar sekaligus berlibur di museum ini.

Oleh: Arena Bayu

Selasa, 03 Juni 2014

Pulau Moyo, Terlalu Manis untuk Tak Dikunjungi


Pulau Moyo [sumber: http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/25/1028309moyooo780x390.jpg]

Tersebutlah satu pulau hening dan damai. Dan seorang putri cantik dari negeri yang jauh mendatangi tempat itu untuk menepis kekalutan hatinya. Selama tiga hari dua malam ia menghabiskan waktu mendengarkan suara-suara meneduhkan dari sekelilingnya. Ia yang datang dengan mata sayu, berkat keheningan dan kedamaian tempat itu, ia pun pulang dengan mata penuh binar.

Pulau dan putri cantik itu bukanlah cerita dongeng. Mereka nyata. Pulau itu bernama Pulau Moyo, dan putri itu bernama Lady Diana. Barangkali nama putri itu tidak asing bagi banyak orang—ia putri Inggris istri Pangeran Charles yang meninggal pada 1997. Tapi Pulau Moyo? Barangkali ini masih asing bagi orang Indonesia. Jika dikatakan ini sebagai daerah wisata, barangkali pula tempat yang indah ini masih belum-belum dikenal oleh para wisatawan dan pelancong.

Pulau Moyo ini merupakan yang terbesar kedua di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ia ditetapkan sebagai taman buru dan taman laut pada September 1986. Awalnya berupa suaka alam dan margasatwa. Luas pulau yang berada di bagian utara Sumbawa ini adalah 30.000 hektar. Panjangnya dari selatan ke utara 27 km. Sedangkan dari barat ke timur sekitar 8-20 km.

Lady Diana mendatangi Pulau Moyo ini pada Senin pagi 16 Agustus 1993 bersama 11 anggota rombongannya, tiga wanita sebaya, dan beberapa pengawalnya. Ia menumpang kapal cruise Aman XI ke pulau Moyo. Waktu itu diserang ‘galau’. Rumah tangganya bersama Pangeran Charles sedang tidak baik. Barangkali itulah sebabnya ia datang ke Pulau yang terkenal karena kesunyian dan ketenangannya ini. Ia mengusir kalut hatinya dengan mendengar kicau burung gosong, suara langkah kaki rusa, babi hutan, sapi liar dan kera abu-abu. Bayangkanlah di sore hari putri cantik ini datang menyendiri menyaksikan dan mendengarkan percik air terjun Mata Jitu dan Diwu Mbai. Hmmm..


Salah satu air terjun di Pulau Moyo [sumber: http://www.pulaumoyo.com/images/portfolio/popup/matajt.jpg]

Meski pernah didatangi Lady Diana—juga selebritis dunia seperti Mick Jagger—tempat ini tetap masih asing bagi para wisatawan nasional, bahkan lokal. Padahal tempat ini menyediakan sajian pemandangan alam yang natural serta beberapa jenis hewan langka dan air terjun yang menyejukkan.

Cara menuju ke Pulau Moyo

Misalkan anda berada di luar wilayah Nusa Tenggara Barat, dan belum pernah mengunjungi Pulau Moyo di sebelah utara Sumbawa ini, ada beberapa alternatif untuk menuju ke sana: ambillah garis start dari Mataram. Anda bisa menggunakan jalan darat atau udara. Untuk darat, anda bisa menyewa mobil travel yang akan menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam. Atau jika menempuh perjalanan udara, anda bisa menggunakan jasa Maskapai yang buka setiap hari dari Mataram-Sumbawa Besar. Pesawat Fokker 50 dan sebuah Maskapai yang terbang setiap Selasa dan Jumat akan menerbangkan anda ke selama 35 menit.

Jika sudah tiba di Sumbawa, berangkatlah ke pantai di Kenanga Beach Cottage. Dari sana anda bisa berangkat menggunakan kapal ke Pulau Moyo. Kapal akan berlabuh di Labuhan Aji, sebuah pelabuhan tempat para penduduk lokal dan backpacker menumpang kapal sumbangan Amanwana Resort yang gratis bagi penduduk lokal, dan dikenakan biaya Rp. 15.000 untuk yang bukan orang lokal.


Transportasi penyeberangan menuju Pulau Moyo [sumber: http://www.pulaumoyo.com/potojarum.html]

Anda tak perlu khawatir soal mencari tempat tinggal. Anda bisa tinggal di rumah penduduk di dekat pantai atau di penginapan sederhana yang ada di sana. Jika anda memilih penginapan, anda mengeluarkan biaya sekira Rp. 150.000 per malam. Sudah termasuk makan tiga kali sehari.

Hanya memang anda harus bersiap-siap untuk kondisi seperti ini di Pulau Moyo: di pulau itu anda tak akan mendapatkan satu pun mobil, listrik hanya menyala pada malam hari, kondisi jalan tak rata, dan untuk menuju beberapa tempat tujuan wisata, seperti air terjun Mata Jitu dan Diwu Mbai, jalan menanjak dan sedikit berdebu.

Tapi sekali anda tiba di tempat tujuan, semua ‘petualangan’ itu akan terbayar lunas. Kesejukan hutan akan merangkul anda. Dingin air terjun di tengah hutan itu menunggu anda untuk menjamahnya.

Jika anda belum juga puas, tak perlu khawatir. Ada bisa mencoba snorkeling di sore hari sambil menyaksikan matahari pulang ke barat. Ada banyak pantai eksotis di Pulau Moyo yang bisa anda selami. Seperti Raja Sua, Ai Manis dan Tanjung Pasir.


Rumah-rumah penduduk di pinggir pantai dinaungi pohon kelapa menjulang dan langit biru lazuardi. [sumber: http://www.pulaumoyo.com/images/portfolio/popup/sebotok.jpg]

Penasaran dan tertarik untuk mendatangi dan menikmati alam Pulau Maya? Rancanglah perjalanan anda. Hanya saja disarankan jangan melakukan perjalanan ke sana pada kisaran bulan Desember-April. Gelombang ombak yang besar tidak bersahabat. Datanglah ke sana pada Juli-Agustus. Dan nikmatilah wisata anda. Barangkali seperti Lady Diana, anda pun akan pulang dengan mata berbinar.

Sungguh, Pulau Moyo terlalu manis untuk tidak anda kunjungi.

Oleh : Dedy Hermansyah
Sumber:
1. http://lomboknews.com/2007/10/03/moyo-pun-didatangi-lady-diana/
2. http://bangmek.wordpress.com/2012/01/12/kisah-kedatangan-lady-diana-ke-pulau-moyo/
3. http://travel.kompas.com/read/2013/10/25/1122078/Mencari.Keheningan.di.Sumbawa.Pulau.Moyo.Tempatnya
Sumber gambar:
1. http://www.anneahira.com/sumbawa.htm
2. http://travel.kompas.com/read/2013/10/25/1122078/Mencari.Keheningan.di.Sumbawa.Pulau.Moyo.Tempatnya
3. http://www.pulaumoyo.com/

Rabu, 26 Februari 2014

Indahnya Wisata Gunungkidul - 2

Mendengar nama Gunungkidul pasti yang terlintas dalam pikiran adalah, gersang, tandus, kering, terpencil... Itu adalah kata-kata atau pendapat orang-orang yang belum pernah berkunjung ke Gunungkidul. Tapi jangan salah, banyak sekali keindahan dan juga potensi wisata yang tersembunyi di daerah yang berada di sisi tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta itu. Ada banyak pilihan wisata di Gunungkidul seperti pantai, goa-goa karts yang menantang , stalaktit/stalakmit yang indah dan sungai-sungai bawah tanah yang menakjubkan, air terjun, dll. Berikut adalah daftar wisata-wisata di Gunungkidul:

3. Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun Sri Gerthuk ini berada di Desa Bleberan Kecamatan Playen. Air terjun ini dekat Sungai Oya, tempat pemancingan, susur sungai dengan perahu/pelampung.



4. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23? C – 27? C, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta.

Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, Gunung Nglanggeran dinyatakan sebagai Gunung Berapi Purba. Bongkahan batu yang menjulang tinggi seperti gedung bertingkat dan mall yang dulunya merupakan gunung berapi aktif (60juta tahun yang lalu) sekarang dapat kita duduki sambil menghirup udara segar sambil berfoto-foto.

Ada bangunan Joglo (Pendopo Joglo Kalisong) di pintu masuk dan bila kita melangkah ke jalan setapak untuk mendaki gunung, maka ada 3 bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang, sampai puncak gunung. Permadani hijau yang terhampar kala memandang ke bawah, melihat ladang, kebun, dan bangunan tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, menambah keindahan alam. Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata out bond, makrab, dan berkemah.

Fasilitas yang terdapat di kawasan Gunung Nglanggeran sudah sangat lengkap, sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman saat berwisata di sini. Fasilitas itu antara lain:

  1. Posko Kesehatan
  2. Pusat Informasi
  3. Balai Pertemuan
  4. Pusat Kuliner
  5. Home Stay
  6. Fasilitas MCK
  7. Fasilitas Ibadah
  8. Jalur pendakian; ringan,sedang,berat
  9. Camping Ground

Keterangan lain :

  • Jalur kendaraan roda empat/dua atau naik Ojek
  • Tiket Masuk Rp. 5.000, Parkir Rp.2.000
  • Jasa Pemandu Siang Rp.30.000/pemandu, Malam Rp.50.000/pemandu



5. Gunung Patuk  atau Bukit Hargodumilah

Tempat ini terletak di perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul. Bukit ini terletak di pintu gerbang masuk  wilayah Gunungkidul. Jika malam hari kita bisa melihat bentangan cahaya lampu seperti kumpulan bintang yang berada di bawah bukit (Piyungan dan sekitarnya). Jika siang hari dan tidak tertutup awan, dapat melihat keindahan pemandangan Gunung Merapi di sisi utara. Bukit ini sering disebut “Bukit Bintang”.

6. Gunung Kendil

Di Gunung Kendil kita bisa melihat keajaiban alam, yaitu adanya sumber air yang mengalir deras dari bongkahan batu besar atau bukit. Di sini kita juga bisa mendapati kolam renang, masjid dan juga tempat terapi untuk berbagai penyakit. Gunung Kendil ini berada di Kecamatan Ponjong.

7. Situs Gunungbang dan Situs Megalitik Sokoliman

Selain tempat-tempat wisata alam, di Gunungkidul juga ada tempat wisata yang berupa peninggalan sejarah. Situs Gunungbang dan juga Situs Megalitik Sokoliman merupakan situs megalitik yang sama-sama ada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Situs Gunungbang merupakan peninggalan sejarah berbentuk kubur batu, sedangkan Situs Megalitik Sokoliman merupakan peninggalan periode prasejarah berupa menhir, fragmen menhir, dan dinding kubur batu.

Selain obyek wisata di atas, masih banyak lokasi lain sebagai tujuan wisata di Kabupaten Gunungkidul seperti  pantai-pantai alami yang belum terekspose, goa-goa karst, situs-situs peninggalan sejarah, telaga, kawasan hutan lindung dan juga adanya desa wisata baru yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar sebagai wujud menciptakan lapangan kerja baru dan membantu kemajuan kepariwisataan di Gunungkidul.

Oleh : Novita Prahastiwi
Referensi :
http://kedaisusu01.blogspot.com/2012/10/daftar-obyek-wisata-di-gunungkidul.html
pontrenalitisham.wordpress.com/indahnya-gunungkidul/‎

Menengok Wisata Kulon Progo - 1

Kulonprogo adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Yogyakarta. Meski kabupaten ini dikatakan sebagai kabupaten terbelakang di Yogyakarta, namun kalau kita mau menengok sejenak, begitu banyak wisata alam yang dapat kita kunjungi di tempat ini.

Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru misalnya, wisata ini terletak di Perbukitan Menoreh, Kulonprogo, Yogyakarta, berada pada ketinggian 450m dpl. Lokasi wisata ini ialah di sebelah barat Kota Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 40 km (+ 1 jam perjalanan) atau hanya berjarak 10 km dari Kota Wates, Ibukota Kabupaten Kulonprogo.

Wisata Alam ini dibangun atas inisiatif masyarakat di sekitar hutan Negara yang berkeinginan agar hutan tersebut tetap tumbuh hijau, sejuk, dan lestari. Pengembangan wisata alam ini tidak lepas dari proses panjang upaya masyarakat di sekitar hutan dalam memulihkan keadaan hutan yang dulunya tandus dan gersang.

Salah satu daya tarik kawasan wisata alam ini adalah bentang alamnya yang merupakan harmonisasi antara hijaunya hutan dengan hamparan berbukit yang sangat luas dengan pemandangan yang sangat indah dan mempesona. Keelokan alam ini semakin menarik ketika dipadukan dengan suasana masyarakat Desa yang ramah, santun, yang masih kental dengan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan, yang juga masih mempertahankan beraneka ragam seni budaya tradisional.

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru antara lain: Outbound Training, Wisata Pedesaan, Wisata Budaya, Wisata Pendidikan, Wisata Keluarga, Wisata Terapi, Down Hill, bagi yang suka dengan tentangan bisa juga Off-Road dan Wisata Trekking.



Wisata berikutnya ialah Wisata Grojogan Watu Jonggol, letaknya di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh (42km dari Yogyakarta). Grojogan Watu Jonggol berada di ketinggian 900m dpl, yang terletak di pegunungan Menoreh di dalam kawasan Desa Wisata Nglinggo.  Grojogan ini memiliki ketinggian sekitar 60m.  Selain Grojogan Watu Jonggol di kawasan ini juga terdapat dua air terjun lagi yaitu Kedung Cumpleng dan yang satunya biasa disebut Curug Nglinggo. Untuk menuju ke lokasi ke dua air terjun ini cukup sulit di mana harus melewati jalan setapak dan menuruni lembah yang dalam.  Hanya ke lokasi Grojogan Watu Jonggol saja yang mudah di akses karena sudah dibuatkan jalan setapak. Wisata yang letaknya juga ada di dekat grojogan ini adalah Wisata Perkebunan Teh Nglinggo.

Ini adalah beberapa foto dari Grojogan Watu Jonggol :



Nah..., wisata berikutnya ialah Pantai. Pantai-pantai di Kulonprogo ini memiliki pasir hitam dan karena tidak terhalang oleh gunung seperti pantai-pantai di Gunungkidul kita bisa menikmati sunset dan sunrise sambil duduk di tepi-tepi pantai. Pantai di Kulonprogo antaranya:

a. Pantai Glagah

Pantai Glagah berada kira-kira 10km dari Kota Wates. Pantai ini merupakan pantai dengan hamparan pasir yang luas dan akan semakin indah saat sunrise ataupun sunset. Di Pantai Glagah ini juga terdapat pemecah ombak yang jarang kita temui di Pantai-Pantai lain, dan ini menambah daya tarik Pantai Glagah tentunya. Selain itu terdapat kawasan gumuk pasir dengan rumput grinting dan laguna glagah untuk berperahu wisata, olahraga kano, kayak ataupun berenang. Selain itu juga ada agrowisata buah naga, melon, semangka dan cabai yang dikelola oleh masyarakat.

Kawasan Glagah juga sering dipakai untuk event rutin motocross, festival layang-layang di bulan juli, dan pesta kembang api tahun baru. Pantai Glagah menjadi muara Sungai Serang yang sekaligus pintu masuk ke Pelabuhan Ikan Tanjung Adi Karta. Sisi barat sungai serang menjadi camping ground dan dermaga wisata.



Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi:
http://thearoengbinangproject.com/wisata/wisata-kulon-progo/
https://sites.google.com/site/wisataairterjun/daerah-istimewa-yogjakarta/grojogan-watu-jonggol---kulon-progo
http://kalibiru.blogspot.com/

Senin, 05 Maret 2012

Coban Rondo

Ingin menghilangkan penat ? Tempat wisata satu ini layak untuk diperhitungkan. Coban Rondo. Salah satu tempat wisata air terjun di Kota Batu, Jawa Timur.

Setiap orang yang datang pasti akan merasakan kesejukan dari hijaunya alam sekitar air terjun. Sudah bukan rahasia lagi bahwa air terjun adalah penyumbang ion negatif yang besar bagi manusia. Oleh karena itu dengan mengunjungi air terjun seseorang dapat menyegarkan jasmani dan pikirannya.

Dengan berjalan sejauh kurang lebih 2 km dari loket pembelian tiket masuk, Anda akan langsung disapa oleh hijaunya dedaunan dan pepohonan khas dataran tinggi.

Di area Coban Rondo terdapat area perkemahan yang sering digunakan untuk outbond dan acara perkemahan. Tempat bermain untuk untuk anak-anak juga disediakan bagai wisatawan anak-anak.

Nikmati kesegaran dataran tinggi dan sejuknya cipratan air terjun. Selamat menikmati.