Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juni 2014

Pulau Moyo, Terlalu Manis untuk Tak Dikunjungi


Pulau Moyo [sumber: http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/25/1028309moyooo780x390.jpg]

Tersebutlah satu pulau hening dan damai. Dan seorang putri cantik dari negeri yang jauh mendatangi tempat itu untuk menepis kekalutan hatinya. Selama tiga hari dua malam ia menghabiskan waktu mendengarkan suara-suara meneduhkan dari sekelilingnya. Ia yang datang dengan mata sayu, berkat keheningan dan kedamaian tempat itu, ia pun pulang dengan mata penuh binar.

Pulau dan putri cantik itu bukanlah cerita dongeng. Mereka nyata. Pulau itu bernama Pulau Moyo, dan putri itu bernama Lady Diana. Barangkali nama putri itu tidak asing bagi banyak orang—ia putri Inggris istri Pangeran Charles yang meninggal pada 1997. Tapi Pulau Moyo? Barangkali ini masih asing bagi orang Indonesia. Jika dikatakan ini sebagai daerah wisata, barangkali pula tempat yang indah ini masih belum-belum dikenal oleh para wisatawan dan pelancong.

Pulau Moyo ini merupakan yang terbesar kedua di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ia ditetapkan sebagai taman buru dan taman laut pada September 1986. Awalnya berupa suaka alam dan margasatwa. Luas pulau yang berada di bagian utara Sumbawa ini adalah 30.000 hektar. Panjangnya dari selatan ke utara 27 km. Sedangkan dari barat ke timur sekitar 8-20 km.

Lady Diana mendatangi Pulau Moyo ini pada Senin pagi 16 Agustus 1993 bersama 11 anggota rombongannya, tiga wanita sebaya, dan beberapa pengawalnya. Ia menumpang kapal cruise Aman XI ke pulau Moyo. Waktu itu diserang ‘galau’. Rumah tangganya bersama Pangeran Charles sedang tidak baik. Barangkali itulah sebabnya ia datang ke Pulau yang terkenal karena kesunyian dan ketenangannya ini. Ia mengusir kalut hatinya dengan mendengar kicau burung gosong, suara langkah kaki rusa, babi hutan, sapi liar dan kera abu-abu. Bayangkanlah di sore hari putri cantik ini datang menyendiri menyaksikan dan mendengarkan percik air terjun Mata Jitu dan Diwu Mbai. Hmmm..


Salah satu air terjun di Pulau Moyo [sumber: http://www.pulaumoyo.com/images/portfolio/popup/matajt.jpg]

Meski pernah didatangi Lady Diana—juga selebritis dunia seperti Mick Jagger—tempat ini tetap masih asing bagi para wisatawan nasional, bahkan lokal. Padahal tempat ini menyediakan sajian pemandangan alam yang natural serta beberapa jenis hewan langka dan air terjun yang menyejukkan.

Cara menuju ke Pulau Moyo

Misalkan anda berada di luar wilayah Nusa Tenggara Barat, dan belum pernah mengunjungi Pulau Moyo di sebelah utara Sumbawa ini, ada beberapa alternatif untuk menuju ke sana: ambillah garis start dari Mataram. Anda bisa menggunakan jalan darat atau udara. Untuk darat, anda bisa menyewa mobil travel yang akan menempuh perjalanan kurang lebih 6 jam. Atau jika menempuh perjalanan udara, anda bisa menggunakan jasa Maskapai yang buka setiap hari dari Mataram-Sumbawa Besar. Pesawat Fokker 50 dan sebuah Maskapai yang terbang setiap Selasa dan Jumat akan menerbangkan anda ke selama 35 menit.

Jika sudah tiba di Sumbawa, berangkatlah ke pantai di Kenanga Beach Cottage. Dari sana anda bisa berangkat menggunakan kapal ke Pulau Moyo. Kapal akan berlabuh di Labuhan Aji, sebuah pelabuhan tempat para penduduk lokal dan backpacker menumpang kapal sumbangan Amanwana Resort yang gratis bagi penduduk lokal, dan dikenakan biaya Rp. 15.000 untuk yang bukan orang lokal.


Transportasi penyeberangan menuju Pulau Moyo [sumber: http://www.pulaumoyo.com/potojarum.html]

Anda tak perlu khawatir soal mencari tempat tinggal. Anda bisa tinggal di rumah penduduk di dekat pantai atau di penginapan sederhana yang ada di sana. Jika anda memilih penginapan, anda mengeluarkan biaya sekira Rp. 150.000 per malam. Sudah termasuk makan tiga kali sehari.

Hanya memang anda harus bersiap-siap untuk kondisi seperti ini di Pulau Moyo: di pulau itu anda tak akan mendapatkan satu pun mobil, listrik hanya menyala pada malam hari, kondisi jalan tak rata, dan untuk menuju beberapa tempat tujuan wisata, seperti air terjun Mata Jitu dan Diwu Mbai, jalan menanjak dan sedikit berdebu.

Tapi sekali anda tiba di tempat tujuan, semua ‘petualangan’ itu akan terbayar lunas. Kesejukan hutan akan merangkul anda. Dingin air terjun di tengah hutan itu menunggu anda untuk menjamahnya.

Jika anda belum juga puas, tak perlu khawatir. Ada bisa mencoba snorkeling di sore hari sambil menyaksikan matahari pulang ke barat. Ada banyak pantai eksotis di Pulau Moyo yang bisa anda selami. Seperti Raja Sua, Ai Manis dan Tanjung Pasir.


Rumah-rumah penduduk di pinggir pantai dinaungi pohon kelapa menjulang dan langit biru lazuardi. [sumber: http://www.pulaumoyo.com/images/portfolio/popup/sebotok.jpg]

Penasaran dan tertarik untuk mendatangi dan menikmati alam Pulau Maya? Rancanglah perjalanan anda. Hanya saja disarankan jangan melakukan perjalanan ke sana pada kisaran bulan Desember-April. Gelombang ombak yang besar tidak bersahabat. Datanglah ke sana pada Juli-Agustus. Dan nikmatilah wisata anda. Barangkali seperti Lady Diana, anda pun akan pulang dengan mata berbinar.

Sungguh, Pulau Moyo terlalu manis untuk tidak anda kunjungi.

Oleh : Dedy Hermansyah
Sumber:
1. http://lomboknews.com/2007/10/03/moyo-pun-didatangi-lady-diana/
2. http://bangmek.wordpress.com/2012/01/12/kisah-kedatangan-lady-diana-ke-pulau-moyo/
3. http://travel.kompas.com/read/2013/10/25/1122078/Mencari.Keheningan.di.Sumbawa.Pulau.Moyo.Tempatnya
Sumber gambar:
1. http://www.anneahira.com/sumbawa.htm
2. http://travel.kompas.com/read/2013/10/25/1122078/Mencari.Keheningan.di.Sumbawa.Pulau.Moyo.Tempatnya
3. http://www.pulaumoyo.com/

Selasa, 20 Mei 2014

Air Terjun Menawan, Wajib Dikunjungi di Indonesia

Liburan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Menikmati kebersamaan bersama keluarga tercinta adalah impian setiap orang di hari weekend. Obyek wisata di Indonesia sangat beragam dari persawahan, pegunungan hingga air terjun. Sudah semestinya rakyat Indonesia bersyukur dengan ciptaanNya, karena negeri tercinta, Indonesia sangat berlimpah ruah pemandangan yang indah, menawan hingga menakjubkan dua bola mata indah manusia. Air terjun, salah satu obyek wisata yang sangat menarik untuk dilihat, aliran deras airnya mampu membuat mata manusia terpana melihat keindahannya. Berikut ini beberapa air terjun menawan yang ada di Indonesia :

1. Air Terjun Tiu Kelep

Air terjun Tiu Kelep terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Untuk mencapai di air terjun Tiu Kelep, Anda dapat menempuh waktu antara dua-tiga jam dengan kendaraan roda empat dan berjarak kurang lebih 60 km dari Ibu Kota Mataram. Jika Anda berasal dari luar Pulau Lombok, maka sebaiknya menggunakan jasa tour guide agar tidak tersasar menuju ke sana. Keindahan air terjun Tiu Kelep sangatlah menawan, di mana tepat berada di kaki Gunung Rinjani, salah satu gunung yang masih aktif di Indonesia. Untuk ketinggian air terjun Tiu Kelep bisa mencapai antara 30-45 meter. Dan tepat di bawah air terjun Tiu Kelep kita bisa menikmati bermain di sungai, pengunjung dapat membasahi tubuhnya dengan derasnya air terjun Tiu Kelep ataupun hanya menikmati pemandangan di sekitar air terjun Tiu Kelep dengan memejamkan mata dan memanjatkan syukur atas ciptaan Tuhan yang maha indah. Debit air di air terjun Tiu Kelep ini cukup besar, ditambah udara yang segar dan sangat cocok bagi Anda yang ingin melepaskan kepenatan untuk berlibur di air terjun Tiu Kelep.


Sumber foto : http://lombok.panduanwisata.com/wisata-alam/pesona-9-air-terjun-di-lombok/

2. Air Terjun Maramo

Air Terjun Maramo berada di Provinsi Sulawesi Tenggara, di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo , Kabupaten Konawe Selatan yang terletak di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa. Keindahan air terjun Maramo terlihat secara alami di mana disebut dengan air terjun bertingkat yang ketinggiannya mencapai sekitar 100 meter. Air terjun Maramo mempunyai 7 tingkatan utama ditambah dengan 60 tingkatan kecil yang berfungsi sebagai kolam air. Daya pikat air terjun ini sangat identik dengan bebatuan yang bertingkat. Sangat cocok bagi kalian yang suka petualang di mana bisa menikmati bebatuan bertingkat sambil berjalan melewati batuan lainnya hingga mendaki sampai puncak.


Sumber foto : http://id.wikipedia.org/wiki/Air_Terjun_Moramo

3. Air Terjun Dua Warna

Air terjun dua warna berada di kota Medan, Sumatera Utara. Letaknya di Desa Durin Sirugun, Sibolangit, Sumatera Utara dan menempuh waktu selama 1-2 jam dari kota Medan dengan jarak kurang lebih 75 km. Medan dikenal dengan jalanan yang berliku dan jurang, jadi berhati-hatilah ketika menuju ke air terjun dua warna. Air terjun dua warna memiliki ketinggian 100 meter. Kenapa disebut dengan air terjun dua warna? Karena pada air terjun tersebut ada dua warna yakni biru jernih pada danau kecil dan putih keabu-abuan, sehingga terciptalah dua warna. Air terjun dua warna ini memiliki keindahan panorama alam yang indah ditambah dengan pepohonan yang rindang dan udaranya pun masih segar. Air terjun dua warna tepat berada di bawah kaki Gunung Sibayak.


Sumber foto : http://jalan2.com/city/medan/air-terjun-dua-warna/

Selamat liburan dan buanglah sampah pada tempatnya!

Oleh : Titis Ayuningsih