Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Selain Sungai Musi, Sumatera Selatan Juga Memiliki Objek-Objek Wisata Ini

Bagi anda yang ingin merasakan sesuatu yang baru selain berlibur di tempat yang itu-itu saja, mungkin anda bisa menyeberang sebentar ke Pulau Sumatera. Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi di Sumatera yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya di masa dahulu. Selain itu, provinsi yang dikelilingi oleh air ini sangat populer dengan megahnya Jembatan Ampera dan luasnya Sungai Musi. Namun, tahukah kamu bahwa Sumatera Selatan tidak sebatas Sungai Musi dan Jembatan Ampera saja? Masih banyak objek wisata lainnya yang bisa anda telusuri di provinsi yang sangat terkenal dengan pempek ini. Seperti apa sajakah objek wisata tersebut? Mari kita simak bersama.

  1. Masjid Agung, Palembang

    Masjid ini terletak di jantung kota Palembang tepatnya di Jalan Merdeka. Gaya arsitekturnya yang merupakan kombinasi antara gaya Eropa dan China membuat masjid ini terbilang unik. Dengan tembok-temboknya yang berukuran besar, masjid ini tampak sangat megah. Halamannya pun begitu luas dan asri. Setiap hari Jumat, tepatnya pada saat Sholat Jumat, halaman luar Masjid Agung selalu diramaikan oleh pedagang-pedagang yang menjual aneka barang Islami seperti sajadah, sarung, peci, buku, dan sebagainya.


    1. Masjid Agung Palembang

  2. Bukit Sulap, Lubuklinggau

    Lubuklinggau adalah ibu kota dari Kabupaten Musi Rawas. Belakangan ini Lubuklinggau sangat terkenal dengan objek wisatanya yang bernama Bukit Sulap. Objek wisata ini termasuk baru di mana tanggal 19 Oktober 2013 lalu, Bukit Sulap baru diresmikan oleh Gubernur Alex Noerdin sebagai kawasan wisata. Ada satu keunikan Bukit Sulap yaitu bisa terlihat hilang pada saat pagi hari akibat ditutupi kabut. Selain itu, dari atas bukitnya, pengunjung bisa melihat pemandangan kota ini dan panorama Bukit Barisan. Oh ya, di sana juga ada fasilitas WiFi lho!


    2. Pemandangan Bukit Sulap Tampak Jauh

  3. Pagaralam

    Bisa dibilang wilayah ini adalah “Puncak”nya Palembang, karena udaranya yang sejuk dan bersih. Letaknya yang dikelilingi oleh Gunung Dempo dan Pegunungan Bukit Barisan membuat wilayah ini seakan-akan dipagari oleh pemandangan hijau yang benar-benar alami. Di Pagaralam, anda bisa mengunjungi wisata Gunung Dempo dan menikmati rimbunan daun teh. Untuk bisa sampai ke Pagaralam, anda harus menyiapkan mental yang kuat karena wilayah ini berada di tempat yang paling tinggi, jalan yang harus dilalui pun menanjak dan berkelak-kelok. Namun semua itu akan terbayar lunas saat anda tiba di Pagaralam dan menikmati hijau serta sejuknya kota ini.


    3. Gunung Dempo

  4. Taman Nasional Sembilang

    Taman nasional ini merupakan hutan konservasi aneka satwa yang dilindungi. Di dalam taman nasional ini, para pengunjung aneka burung, ikan, dan reptil buas. Selain melihat aneka satwa, pengunjung juga bisa menikmati deretan pohon bakau yang membentang indah. Sesekali anda akan bisa menemukan ular yang bergantung bebas di cabang-cabang pohon bakau tersebut. Untuk bisa masuk ke dalam Taman Nasional Sembilang, para pengunjung diwajibkan untuk mengajukan izin kepada Departemen Kehutanan di Palembang.


    4. Burung-burung di Taman Nasional Sembilang
Selain keempat objek wisata di atas, anda masih bisa menjelajahi objek wisata lain seperti Gua Putri Baturaja yang merupakan kutukan Si Pahit Lidah, Air Terjun Bedegung di Muara Enim yang bisa dimasuki secara gratis, Kabupaten Lahat yang dipenuhi situs megalitikum, dan juga indahnya Danau Ranau yang berada di perbatasan antara Kabupaten OKU Selatan dan Provinsi Lampung. Tunggu apa lagi? Ayo ke Sumatera Selatan!

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://simbi.kemenag.go.id/simas/index.php/profil/masjid/30/?tipologi_id=6
2. http://travel.detik.com/read/2013/11/29/081901/2427012/1519/bukit-sulap-objek-wisata-paling-baru-di-sumatera-selatan
3. http://www.gosumatra.com/gunung-dempo-sumatera-selatan/
4. http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/10/1349187486453492600.jpg

Rabu, 13 Agustus 2014

4 Gunung di Indonesia yang Bersahabat dengan Pendaki Wanita


1. Padang Edelweis Gunung Papandayan

Mendaki gunung sudah sejak dulu menjadi tren, terutama di kalangan para pecinta alam. Keindahan puncak gunung menjadi magnet tersendiri bagi para pecintanya, bahkan bagi mereka yang belum pernah mendaki, namun tertarik dengan cerita seru para pendaki. Selama ini pendakian gunung hanya begitu akrab bagi kaum pria. Sulitnya trek pendakian membuat kaum wanita merasa was-was dan takut ketika mendengar kata “Pendakian”. Namun, seiring berjalannya waktu, emansipasi wanita itu semakin nyata. Belakangan ini, sudah banyak kaum wanita yang berani melakukan pendakian gunung, bahkan tidak sedikit yang sudah berhasil mencapai Puncak Semeru yang merupakan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa. Jika anda sebagai wanita ingin merasakan bagaimana pendakian, namun masih merasa takut dengan sulitnya rintangan dan jalur pendakian yang harus dilalui, sebaiknya anda mencoba 4 gunung ini terlebih dahulu.

  1. Gunung Ungaran, Jawa Tengah

    Gunung Ungaran yang terletak di Jawa Tengah berada di urutan pertama yang pas untuk didaki oleh kaum wanita, dengan ketinggiannya 2.050 m di atas permukaan laut. Jika anda telah tiba di puncak gunung, anda bisa melihat 3 puncak gunung yang berdiri sejajar, yakni Puncak Gendol, Puncak Botak, dan Puncak Ungaran. Namun ternyata ketiganya tidak memiliki ketinggian yang sama meskipun dikatakan sejajar. Puncak Ungaran adalah puncak tertinggi, sementara ketinggian Puncak Gendol dan Puncak Botak tidak jauh berbeda dari ketinggian Puncak Ungaran. Dari atas gunung, anda akan terpesona dengan hamparan luas Laut Jawa dan jajaran Gunung Merbabu, Sumbing, Merapi, Telomoyo, dan Sindoro. Selain mendaki gunungnya, anda juga bisa menikmati objek wisata lain yang terdapat di kaki Gunung Ungaran, seperti Candi Gedongsongo, Curug Semirang, dan Curug Lawe.

  2. Gunung Sibayak, Sumatera Utara.

    Jalur pendakian juga bisa anda temui di Pulau Sumatera, yakni Gunung Sibayak yang terdapat di Kota Brastagi. Dengan ketinggiannya yaitu 2.212 m di atas permukaan laut, Gunung Sibayak berbentuk seperti tapal kuda. Tidak heran bila puncak tertingginya disebut Puncak Tapal Kuda. Selain terkenal dengan panoramanya yang eksotis, Gunung Sibayak juga memiliki jalur pendakian yang tidak sulit, sehingga bisa dilalui oleh pendaki pemula dan pendaki wanita. Jalur lima adalah jalur favorit para pendaki. Untuk mencapainya, anda tidak perlu menghabiskan waktu lama, hanya butuh waktu sekitar 3-4 jam saja.

  3. Gunung Ijen, Jawa Timur

    Gunung Ijen berada di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Dengan ketinggiannya 2.443 m di atas permukaan laut, Gunung Ijen tampil mempesona. Ada banyak pendaki yang rela mendaki sejak subuh demi bisa menikmati indahnya matahari terbit di Puncak Gunung Ijen. Tidak hanya itu saja, Gunung Ijen juga sangat terkenal dengan fenomena api birunya yang menawan. Tidak heran bila pendaki dari luar negeri saja sampai datang ke gunung ini. Konon katanya, hanya ada dua fenomena api biru di dunia, yaitu di Islandia dan Ijen, Jawa Timur. Gunung Ijen termasuk dalam deretan gunung yang mudah didaki oleh wanita. Hanya saja, anda harus lebih berhati-hati saat mendaki di jalan yang dipenuhi oleh pasir.

  4. Gunung Papandayan, Jawa Barat

    Gunung ini terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan ketinggian 2.665 m di atas permukaan laut. Ada satu pesona khas dari gunung ini, yaitu padang edelweiss yang berada dekat puncak gunung. Sepanjang jalur pendakian, anda akan ditemani oleh pemandangan indah kawah. Selain bersahabat dengan wanita, Gunung Papandayan juga bersahabat dengan anak kecil. Oleh karena itu, banyak yang mengajak keluarganya untuk menghabiskan waktu akhir minggu dengan mendaki Gunung Papandayan. Selain pesona bunga edelweis, anda akan dibuat terpesona dengan adanya hutan mati bekas erupsi Gunung Papandayan.


2. Kawah Gunung Ijen

Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://gispala.files.wordpress.com/2011/05/edelweis-papandayan.jpg
2. http://www.tourandtravelwisataindonesia.com/2013/05/menikmati-indahnya-pagi-di-kawah-ijen.html

Selasa, 20 Mei 2014

Air Terjun Menawan, Wajib Dikunjungi di Indonesia

Liburan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Menikmati kebersamaan bersama keluarga tercinta adalah impian setiap orang di hari weekend. Obyek wisata di Indonesia sangat beragam dari persawahan, pegunungan hingga air terjun. Sudah semestinya rakyat Indonesia bersyukur dengan ciptaanNya, karena negeri tercinta, Indonesia sangat berlimpah ruah pemandangan yang indah, menawan hingga menakjubkan dua bola mata indah manusia. Air terjun, salah satu obyek wisata yang sangat menarik untuk dilihat, aliran deras airnya mampu membuat mata manusia terpana melihat keindahannya. Berikut ini beberapa air terjun menawan yang ada di Indonesia :

1. Air Terjun Tiu Kelep

Air terjun Tiu Kelep terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Untuk mencapai di air terjun Tiu Kelep, Anda dapat menempuh waktu antara dua-tiga jam dengan kendaraan roda empat dan berjarak kurang lebih 60 km dari Ibu Kota Mataram. Jika Anda berasal dari luar Pulau Lombok, maka sebaiknya menggunakan jasa tour guide agar tidak tersasar menuju ke sana. Keindahan air terjun Tiu Kelep sangatlah menawan, di mana tepat berada di kaki Gunung Rinjani, salah satu gunung yang masih aktif di Indonesia. Untuk ketinggian air terjun Tiu Kelep bisa mencapai antara 30-45 meter. Dan tepat di bawah air terjun Tiu Kelep kita bisa menikmati bermain di sungai, pengunjung dapat membasahi tubuhnya dengan derasnya air terjun Tiu Kelep ataupun hanya menikmati pemandangan di sekitar air terjun Tiu Kelep dengan memejamkan mata dan memanjatkan syukur atas ciptaan Tuhan yang maha indah. Debit air di air terjun Tiu Kelep ini cukup besar, ditambah udara yang segar dan sangat cocok bagi Anda yang ingin melepaskan kepenatan untuk berlibur di air terjun Tiu Kelep.


Sumber foto : http://lombok.panduanwisata.com/wisata-alam/pesona-9-air-terjun-di-lombok/

2. Air Terjun Maramo

Air Terjun Maramo berada di Provinsi Sulawesi Tenggara, di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo , Kabupaten Konawe Selatan yang terletak di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa. Keindahan air terjun Maramo terlihat secara alami di mana disebut dengan air terjun bertingkat yang ketinggiannya mencapai sekitar 100 meter. Air terjun Maramo mempunyai 7 tingkatan utama ditambah dengan 60 tingkatan kecil yang berfungsi sebagai kolam air. Daya pikat air terjun ini sangat identik dengan bebatuan yang bertingkat. Sangat cocok bagi kalian yang suka petualang di mana bisa menikmati bebatuan bertingkat sambil berjalan melewati batuan lainnya hingga mendaki sampai puncak.


Sumber foto : http://id.wikipedia.org/wiki/Air_Terjun_Moramo

3. Air Terjun Dua Warna

Air terjun dua warna berada di kota Medan, Sumatera Utara. Letaknya di Desa Durin Sirugun, Sibolangit, Sumatera Utara dan menempuh waktu selama 1-2 jam dari kota Medan dengan jarak kurang lebih 75 km. Medan dikenal dengan jalanan yang berliku dan jurang, jadi berhati-hatilah ketika menuju ke air terjun dua warna. Air terjun dua warna memiliki ketinggian 100 meter. Kenapa disebut dengan air terjun dua warna? Karena pada air terjun tersebut ada dua warna yakni biru jernih pada danau kecil dan putih keabu-abuan, sehingga terciptalah dua warna. Air terjun dua warna ini memiliki keindahan panorama alam yang indah ditambah dengan pepohonan yang rindang dan udaranya pun masih segar. Air terjun dua warna tepat berada di bawah kaki Gunung Sibayak.


Sumber foto : http://jalan2.com/city/medan/air-terjun-dua-warna/

Selamat liburan dan buanglah sampah pada tempatnya!

Oleh : Titis Ayuningsih

Rabu, 05 Maret 2014

Maling Gentiri ternyata pahlawan di Blora

Barangkali agak mengejutkan jika kita mendengar kisah tentang seorang tokoh bernama Gentiri, karena ternyata ada dua buah versi cerita yang meliputi sepak terjangnya. Satu cerita diangkat dari legenda tanah Blora yang konon menyebut Gentiri ini sebagai Ratu Adil karena perannya yang teramat penting dan cukup vital dalam membantu mengentaskan kemiskinan di kota Blora, khususnya di wilayah Kawengan, jepon. Dan satu buah riwayat diangkat dari kota Kudus, terkait hubungan Gentiri dengan Sunan Muria yang tinggal di lereng gunung Muria.

Dalam versi yang pertama, Gentiri dikenal oleh masyarakat Blora sebagai seseorang yang memiliki ilmu tinggi. ia adalah putra dari Kiai Ageng Pancuran. Gentiri tidak hanya hebat dalam hal keilmuan, namun ia juga ringan tangan. Hal ini terbukti dengan upayanya untuk membantu masyarakat miskin yang tinggal di Kawenan agar keluar dari kesusahan hidup yang mereka alami. Namun sayangnya, Gentiri justru memanfaatkan ilmunya yang mandraguna tersebut untuk mencuri harta benda para adipati dan orang-orang kaya. Kemudian harta curian tersebut ia serahkan kepada orang-orang miskin yang hidup sebatang kara. Itulah sebabnya, masyarakat Kawenan menyebutnya dengan julukan, “Maling Gentiri.” Bahkan sebagian besar penduduk Kawenan yang ditolong oleh Maling Gentiri ini menyebutnya sebagai juru selamat atau ratu adil. Akan tetapi dalam perjalanan waktu, Gentiri sadar bahwa perbuatannya (baca: mencuri) adalah perbuatan yang keliru. Sehingga ia pun insyaf dan tidak lagi mengambil hak orang lain. Hingga pada akhirnya, ia wafat dan dimakamkan di desa Kawenan, Jepon.

Sementara itu, versi yang kedua menyebutkan bahwa Gentiri dan kakaknya yang bernama Kapa merupakan adik seperguruan dengan Sunan Muria. Keduanya membantu Sunan Muria mengejar Adipati Pathak Wharak yang menculik Dewi Roroyono, putri dari Sunan Ngerang. Mereka meminta Sunan Muria untuk kembali ke gunung muria saja karena harus membimbing dan memberikan pengajaran kepada masyarakat sekitar. Sehingga keduanya berjanji akan mengembalikan Dewi Roroyono dalam keadaan hidup pada ayahandanya, Sunan Ngerang. Maka Sunan Muria pun akhirnya menuruti permintaan mereka untuk pulang. Dan keesokan harinya Sunan Muria bertemu dengan Adipati Pathak Wharak untuk mengambil Dewi Roroyono, akan tetapi kedua kakak beradik (Kapa dan Gentiri) sudah memulangkan Dewi Roroyono. Namun terjadi perkelahian antara Pathak wharak dan Sunan Muria karena Pathak Wharak bermaksud mengambil kembali Dewi Roroyono, padahal Dewi Roroyono telah dijodohkan dengan Sunan Muria. Sehingga Pathak Wharak pun kalah dan hilang kesaktiannya.

Maka setelah peristiwa itu, Sunan Ngerang pun menikahkan putrinya dengan Sunan Muria untuk memenuhi janjinya. Yakni jika yang menolong perempuan akan dijadikan anak, sedang jika yang membebaskan putrinya itu laki-laki akan dijadikan menantu. Dan karena Kapa dan Gentiri telah berjanji mengambil Dewi Roroyono dari tangan Pathak Wharak untuk Sunan Muria, maka putri cantik itu dinikahkan dengan penguasa Gunung Muria tersebut. Namun sayangnya, setelah pernikahan Sunan Muria dengan Dewi Roroyono, kakak beradik tadi dirasuki oleh iblis dan tergoda oleh kemolekan tubuh Dewi Roroyono. Sehingga mereka pun bertekat untuk menculik Dewi Roroyono untuk mereka peristri. Maka Gentiri pun pergi lebih dulu untuk mengambil kesempatan menculik sang putri. Akan tetapi karena Sunan Muria jauh lebih sakti dibanding dia, maka Gentiri pun tewas di puncak gunung Muria. Sementara Kapa pun mati di tangan Sunan Muria ketika menculik istrinya dan membawanya pergi ke tempat Wiku Lodhang Datuk.

Kedua versi ini tentu tidak bisa diklaim mana yang paling benar, namun hal ini bisa menjadi pelajaran bagi kita bersama. Bahwa seburuk apapun sifat dan watak seseorang tentu masih ada hal-hal baik yang ada dalam dirinya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita turut menghargai warisan budaya berupa sejarah dari tokoh bernama Gentiri ini dengan menziarahi makamnya di Desa Kawengan, Jepon, kabupaten Blora.

Oleh : Mayshiza Widya

Rabu, 26 Februari 2014

Indahnya Wisata Gunungkidul - 2

Mendengar nama Gunungkidul pasti yang terlintas dalam pikiran adalah, gersang, tandus, kering, terpencil... Itu adalah kata-kata atau pendapat orang-orang yang belum pernah berkunjung ke Gunungkidul. Tapi jangan salah, banyak sekali keindahan dan juga potensi wisata yang tersembunyi di daerah yang berada di sisi tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta itu. Ada banyak pilihan wisata di Gunungkidul seperti pantai, goa-goa karts yang menantang , stalaktit/stalakmit yang indah dan sungai-sungai bawah tanah yang menakjubkan, air terjun, dll. Berikut adalah daftar wisata-wisata di Gunungkidul:

3. Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun Sri Gerthuk ini berada di Desa Bleberan Kecamatan Playen. Air terjun ini dekat Sungai Oya, tempat pemancingan, susur sungai dengan perahu/pelampung.



4. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul. Berada di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23? C – 27? C, jarak tempuh 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta.

Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, Gunung Nglanggeran dinyatakan sebagai Gunung Berapi Purba. Bongkahan batu yang menjulang tinggi seperti gedung bertingkat dan mall yang dulunya merupakan gunung berapi aktif (60juta tahun yang lalu) sekarang dapat kita duduki sambil menghirup udara segar sambil berfoto-foto.

Ada bangunan Joglo (Pendopo Joglo Kalisong) di pintu masuk dan bila kita melangkah ke jalan setapak untuk mendaki gunung, maka ada 3 bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang, sampai puncak gunung. Permadani hijau yang terhampar kala memandang ke bawah, melihat ladang, kebun, dan bangunan tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, menambah keindahan alam. Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata out bond, makrab, dan berkemah.

Fasilitas yang terdapat di kawasan Gunung Nglanggeran sudah sangat lengkap, sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman saat berwisata di sini. Fasilitas itu antara lain:

  1. Posko Kesehatan
  2. Pusat Informasi
  3. Balai Pertemuan
  4. Pusat Kuliner
  5. Home Stay
  6. Fasilitas MCK
  7. Fasilitas Ibadah
  8. Jalur pendakian; ringan,sedang,berat
  9. Camping Ground

Keterangan lain :

  • Jalur kendaraan roda empat/dua atau naik Ojek
  • Tiket Masuk Rp. 5.000, Parkir Rp.2.000
  • Jasa Pemandu Siang Rp.30.000/pemandu, Malam Rp.50.000/pemandu



5. Gunung Patuk  atau Bukit Hargodumilah

Tempat ini terletak di perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul. Bukit ini terletak di pintu gerbang masuk  wilayah Gunungkidul. Jika malam hari kita bisa melihat bentangan cahaya lampu seperti kumpulan bintang yang berada di bawah bukit (Piyungan dan sekitarnya). Jika siang hari dan tidak tertutup awan, dapat melihat keindahan pemandangan Gunung Merapi di sisi utara. Bukit ini sering disebut “Bukit Bintang”.

6. Gunung Kendil

Di Gunung Kendil kita bisa melihat keajaiban alam, yaitu adanya sumber air yang mengalir deras dari bongkahan batu besar atau bukit. Di sini kita juga bisa mendapati kolam renang, masjid dan juga tempat terapi untuk berbagai penyakit. Gunung Kendil ini berada di Kecamatan Ponjong.

7. Situs Gunungbang dan Situs Megalitik Sokoliman

Selain tempat-tempat wisata alam, di Gunungkidul juga ada tempat wisata yang berupa peninggalan sejarah. Situs Gunungbang dan juga Situs Megalitik Sokoliman merupakan situs megalitik yang sama-sama ada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Situs Gunungbang merupakan peninggalan sejarah berbentuk kubur batu, sedangkan Situs Megalitik Sokoliman merupakan peninggalan periode prasejarah berupa menhir, fragmen menhir, dan dinding kubur batu.

Selain obyek wisata di atas, masih banyak lokasi lain sebagai tujuan wisata di Kabupaten Gunungkidul seperti  pantai-pantai alami yang belum terekspose, goa-goa karst, situs-situs peninggalan sejarah, telaga, kawasan hutan lindung dan juga adanya desa wisata baru yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar sebagai wujud menciptakan lapangan kerja baru dan membantu kemajuan kepariwisataan di Gunungkidul.

Oleh : Novita Prahastiwi
Referensi :
http://kedaisusu01.blogspot.com/2012/10/daftar-obyek-wisata-di-gunungkidul.html
pontrenalitisham.wordpress.com/indahnya-gunungkidul/‎

Eksotika Alam Hutan Kina Bukit Unggul



Dulu, ada sebuah cerita di mana segerombolan orang terpaksa mengungsi ke hutan. Tetapi kehidupan di sana memang berat. Satu persatu mereka sakit dan meninggal dunia. Semua gejalanya sama. Badan terasa sakit, berkeringat disertai demam yang tinggi. Tetapi ada seorang yang mampu bertahan hidup. Dalam kesendirian dan rasa sakit, ia merayap mencari sumber air. Ketika sampai di kubangan, ia pun segera meminum air itu. Anehnya, semakin lama sakitnya malah semakin baik. Setelah diselidiki, ternyata ada khasiat obat di kubangan itu. Dan pohon tumbang yang terendam air itulah penyebabnya. Ternyata, itulah pohon kina yang sampai kini terkenal menjadi obat penyakit malaria.

Dan sensasi pohon kina itu bisa kita temukan pada sebuah agrowisata bernama Bukit Unggul. Ini merupakan kawasan hutan kina yang dikelola oleh PTPN VIII. Bahkan ada pabrik pengolahannya juga. Kawasan ini terletak di desa Cipanjalu kecamatan Cilengkrang kabupaten Bandung. Letaknya unik, karena ada di tengah, berbatasan dengan kabupaten Bandung Barat (kecamatan Lembang), kabupaten Subang, kabupaten Sumedang dan kota Bandung. Lokasinya sekitar 11 km dari arah alun-alun Ujungberung, Bandung. Tapi bisa juga dicapai dari arah Cibodas Lembang sejauh 17 km.

Jalan menuju arah sana memang tidak bagus. Apalagi sejak dari desa Ciporeat, keadaannya berlubang dan berbatu-batu. Tetapi apa yang akan didapatkan sungguh merupakan suatu kepuasan. Bagaimana bebauan pepohonan menusuk hidung. Angin hutan bertiup sepoi-sepoi menyegarkan badan. Suatu keadaan yang sangat kontras dengan kota yang penuh polusi dan kebisingan.

Sepanjang kanan kiri jalan diapit jurang dan bukit yang penuh pohon kina atau Eucalyptus. Bunga-bunga liar pun seolah tak mau kehilangan pesona, tumbuh dengan suburnya. Tak puas rasanya mata memandangi eksotika gunung dan bukit di sekitarnya. Bagi aku pribadi, inilah refreshing yang sebenarnya.

Jalanan memang cukup sepi. Tak banyak orang berlalu lalang. Juga tak banyak rumah di kiri kanan jalan. Tapi sering kita berpapasan dengan grup pecinta sepeda yang ingin menaklukkan medan yang cukup berat. Bagi mereka, wisata Bukit Unggul mempunyai tantangan tersendiri. Selain jalannya yang tidak bersahabat, arealnya menanjak terus. Pastinya dibutuhkan stamina yang prima untuk menggowes sepedanya.

Masuk kawasan hutan lebih dalam, jalannya juga cukup besar. Kami lalu berhenti di sebuah warung untuk minum dan beristirahat sejenak. Ada beberapa rumah penduduk sederhana. Sambil minum kami berbincang dengan seorang bapak yang sudah lama tinggal di sana. Ia menunjukkan bukit-bukit yang mengelilingi tempat kami berada. Jaraknya terlihat cukup dekat. Ada gunung Palasari, gunung Manglayang dan bukit Tunggul yang terlihat paling dekat.

Lalu dia menceritakan sesuatu yang unik. Katanya kalau pergi ke pasar, penduduk harus menempuh perjalanan sejauh 17 km ke Lembang. Dan bukan ke Ujungberung yang jaraknya lebih dekat. Hal itu dikarenakan akses ke Lembang lebih bagus dengan tersedianya sarana transportasi berupa ojek dan jalan yang lebih bagus.

Setelah istirahat sejenak, atas petunjuk bapak itu, kami melanjutkan perjalanan. Kawasan wisatalah tujuannya. Di sana kami disuguhi berbagai pemandangan yang lebih menakjubkan lagi. Selain penangkaran rusa, kami juga bisa melihat camping ground. Ada juga sebuah pemancingan yang dikelilingi taman dengan bunga-bunganya yang menawan. Airnya tercurah menjadi semacam air terjun buatan menuju sungai. Tempat itu dinamakan situ Sangkuriang.

Melewati sungai banyak batu-batu besar yang cocok untuk mereka yang suka bernarsis ria. Latar belakangnya benar-benar hutan alami yang gelap dan cukup menyeramkan. Ada alur sungai yang airnya jernih sekali. Tapi kita harus melewati jembatan dari kayu yang kalau diinjak akan sedikit bergoyang.

Oh ya, beberapa kali kami berpapasan dengan burung perkutut yang hinggap. Rasanya ingin sekali menangkapnya karena lucu. Tetapi , tentu saja tidak kami lakukan. Kami kan harus menjaga kelestarian alam. Semoga saja burung-burung itu tidak ada yang menangkap untuk dipelihara. Keberadaan mereka yang bebas biarlah tetap jadi penyeimbang alam.

Keluar dari kawasan itu, menuju arah lain kita bisa melihat pemandangan taman dengan air terjunnya yang eksotik. curug Batu Sangkur Dekat sana ada taman bertingkat yang dipenuhi bunga-bunga aneka rupa. Belum saung-saung yang disebarkan di beberapa lokasi memudahkan pengunjung untuk mengaso dan menikmati pemandangan dari atas.

Bagi mereka yang menyukai tantangan bisa mencoba flying fox. Wow, pasti tak akan terlupakan mencoba tantangan satu itu. Bayangkan saja, meluncur dari ketinggian dengan pemandangan warna-warni taman yang indah. Sayangnya, aku tidak punya keberanian melakukan itu.

Oh ya, kalau mau berekreasi ke Bukit Unggul, sebaiknya membawa persediaan makanan dan air dari rumah. Sebab, hanya ada sedikit warung yang berjualan. Kawasan ini belum ramai seperti kawasan wisata lainnya. Tetapi bagi aku, sekali lagi, inilah refreshing yang sebenarnya.

Oleh : Dewi Iriani

Menengok Wisata Kulon Progo - 2

b. Pantai Trisik

Pantai ini berada di tenggara Kulonprogo yaitu di Banaran, Galur (30km dari Yogyakarta). Pantai Trisik ialah pantai yang tepat untuk menikmati keindahan cakrawala laut lepas, sunrise dan sunset. Pantai yang juga menjadi tempat bagi para nelayan untuk mendaratkan perahunya serta untuk jual beli ikan segar dari laut. Terdapat laguna-laguna yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk perikanan. Di sebelah timur kawasan Pantai Trisik yang merupakan muara sungai Progo sering dimanfaatkan sebagai tempat pengamatan burung selain itu juga sebagai lokasi penangkaran habitat penyu.

c. Pantai Congot

Pantai Congot membentang sepanjang 6,5 Km, terletak di Jangkaran, Temon di sebelah banal Pantai Galagah (15 Km dari Wates). Sungai Bogowonto yang membatasi Purworejo dan Kulon Progo bermuara di Pantai Congot menjadi tempat pendaratan perahu nelayan dan terdapat tempat penjualan ikan untuk jual beli ikan segar. Tidak jauh dari Pantai Congot terdapat tempat ritual Gunung Lanang yang dimana tiap malam 1 Suro diadakan upacara ruwatan dan dilanjutkan larung pada pagi harinya.

Wisata alam di Kulonprogo berikuntnya adalah Goa Kiskendo. Goa Kiskendo salah satu obyek wisata yang terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo di Pegunungan Menoreh, terletak 36km dari Yogyakarta dan 21km dari Wates. Goa ini sangat menarik karena kita akan menjumpai ornamen-ornamen goa berupa stalaktit dan stalaknit. Goa ini juga terkenal dengan kesakralannya dan terdapat relief cerita wayang (legenda pertempuran Mahesosuro-Lembusuro melawan Sugriwo-Subali)

Setelah anda menginjak lokasi wisata ini maka terhampar pertamanan yang akan menghubungkan dengan anak tangga menuju dalam goa. Kemudian anda diharuskan menuruni tangga bak ular yang berkelok ke arah mulut Goa Kiskendo. Jika masuk ke dalam goa, anda akan menemukan tempat-tempat sakral yang sering digunakan untuk ritual, antara lain Pertapaan Kusuma, Pertapaan Ledhek, dan Pertapaan Santri Tani.

Inilah beberapa foto dari Goa Kiskendo:



Berikutnya ada Puncak Suroloyo, Suroloyo adalah Puncak tertinggi di Pegunungan Manoreh tingginya 1071m dpl, dengan pemandangan indah di perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah. Pengunjung bisa menikmati Candi Borobudur, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing di sisi utara dan Kota Yogyakarta serta Samudera Hindia di sisi selatan. Pengunjung juga dapat menikmati indahnya sunrise atau sunset.

Untuk menuju Suroloyo pengunjung harus melewati jalan berkelok tajam serta menakhlukkan tanjakan yang cukup curam, letaknya sendiri kira-kira 50km dari Yogyakarta, tepatnya di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamtan Samigaluh. Tidak hanya itu pengunjung masih harus menaiki anak tangga, untuk benar-benar sampai ke Puncak Suroloyo. Namun perjalanan panjang dan melelahkan itu tentu akan terbayarkan oleh keindahan pemandangan yang disajikan oleh Puncak Suroloyo. Selain sangat mengagumkan Suroloyo juga memiliki mitos, yaitu sebagai kiblat pancering bumi (pusat dari empat penjuru) di tanah Jawa. Masyarakat setempat percaya bahwa puncak ini adalah pertemuan dua garis yang ditarik dari utara ke selatan dan dari arah barat ke timur Pulau Jawa.

Dan seperti inilah pemandangan yang dapat kita lihat di Puncak Suroloyo:



Kulonprogo juga memiliki sebuah waduk yang juga merupakan satu-satunya waduk di DIY, yaitu Waduk Sermo. Letak waduk ini ada di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap (5km dari wates dan 36km dari Yogyakarta), luasnya sekitar 157hektar. Selain kita dapat menikmati wisata berkeliling waduk dengan perahu kita juga dapat menikmati indahnya alam, karena Waduk Sermo berlatar belakang hutan dan juga Pegunungan Manoreh.

Wisata yang juga dapat kita kunjungi adalah Pemandian Clereng, pemandian ini terletak di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih hanya sekitar 4km dari Wates. Clereng adalah tempat pemandian dengan kolam renang dari mata air alami clereng. Pemandian ini terletak di kawasan perbukitan yang di bawahnya mengalir mata air jernih yang juga di manfaatkan untuk air minum dan irigasi pertanian masyarakat setempat.



Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi:
http://thearoengbinangproject.com/wisata/wisata-kulon-progo/
https://sites.google.com/site/wisataairterjun/daerah-istimewa-yogjakarta/grojogan-watu-jonggol---kulon-progo
http://kalibiru.blogspot.com/

Puncak Tertinggi Jawa Tengah



Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Gunung dengan tinggi 3.432 m di atas permukaan laut dengan posisi geografis 7°14,30' LS dan 109°12,30' BT yang terletak di perbatasan daerah kabupaten Pemalang dan kabupaten Banyumas. Di mana wilayah utara dari gunung ini berada dalam kawasan kabupaten Pemalang sementara wilayah selatan masuk kawasan kabupaten Banyumas. Namun gunung Slamet juga sedikit menjorok pada kawasan kabupaten Banjarnegara dan Brebes.

Gunung ini mempunyai empat kawah di puncaknya. Gunung yang berada di sebelah utara kota Purwokerto dan di sebelah barat kota Purbalingga ini juga mempunyai beberapa sumber air panas. Dari sumber air panas itulah memunculkan beberapa kawasan wisata air panas salah satunya wisata pemandian air panas Guci. Dan kaki gunung Slamet pada daerah Purwokerto ini juga dijadikan salah satu kawasan wisata bernama Baturraden.

Tahun lalu aku berkesempatan melakukan pendakian menuju puncak gunung tertinggi di Jawa Tengah itu. Jalur pendakian yang dilalui bukan merupakan jalur yang pada umumnya digunakan oleh para pendaki yang biasanya melalui daerah Banyumas atau lewat daerah Guci. Jalur yang ditempuh merupakan jalur dari desa tepat di mana aku tinggal dan dibesarkan. Jalur itu masih dekat dengan desa Gunungsari, di bagian pojok barat daya yang juga berbatasan dengan desa Jurangmangu. Di sana juga si juru kunci gunung Slamet tinggal.

Rombongan terdiri dari tiga puluh orang termasuk aku di dalamnya. Sore, setelah waktu ashar, rombongan beranjak menuju tempat si juru kunci. Begitulah kepercayaan warga sekitar yang mengharuskan menemui juru kunci gunung Slamet terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendakian ke puncak Slamet. Perwakilan ketua pendakian menemui si juru kunci dan mengatakan jumlah pendaki dalam rombongan. Mitosnya, kata orang sekitar rombongan pendaki diharuskan berjumlah genap, tidak tahu kenapa.

Setelah diberi welingan dan dibakarkan kemenyan oleh si juru kunci rombongan memulai pendakian. Dipimpin oleh ketua rombongan kami menuju pondok awal masuk ke jalur pendakian gunung Slamet. Pos awal jalur pendakian dinamakan Plawangan, merupakan awal memulai rute pendakian untuk jalur pendakian yang kami tempuh. Di Plawangan kami sampai pada pukul 7 malam. Kami beristirahat sejenak dan berdoa untuk kembali melanjutkan pendakian menuju pos pertama di Pondok Gribig.


Pondok Gribig siang hari

Tak lama berselang, sekitar satu jam perjalanan kami berhasil mencapai di pos Pondok Gribig, 1700 meter di atas permukaan laut. Rombongan kembali beristirahat untuk menyantap bekal yang telah dipersiapkan, mulai dari lontong, ketupat, singkong rebus, dan juga keripik tempe serta ikan asin sebagai lauknya. Perjalanan dilanjutkan kembali menuju pos kedua. Medan yang kami lalui sekarang sangat berbeda dengan medan sebelumnya. Medan sekarang sulit untuk dilalui. Banyak pohon tumbang melintang di jalur perjalanan kami dan itu sangat menghambat laju perjalanan. Pos kedua ini juga memiliki jarak yang cukup jauh dari pos pertama. Sering rombongan berhenti sejenak untuk melepas lelah dan juga sembari menyantap kembali bekal makanan mereka. Akhirnya sampailah rombongan di Pondok Pakis, pos kedua di jalur pendakian tersebut. Tak tahu tepatnya pukul berapa kami sampai di sana.


Pondok pakis siang hari

Tak lama perjalanan dilanjutkan. Dingin sudah terasa sampai ke tulang. Pukul 11.52 malam kami berhasil sampai di pos ketiga Samyang Rangkam, 2665 mdpl. Setelah beristirahat dan melemaskan badan pendakian dilanjutkan kembali. Medan semakin kacau, banyak pohon tumbang bekas kebakaran hutan melintang pada rute yang kami lewati. Angin semakin kencang berhembus, kami pun juga sudah mulai kesulitan bernafas dengan kadar oksigen semakin menipis.


Pondok gua siang hari

Keesokan harinya, pukul 01.32 dini hari kami mencapai pos terakhir di Pondok Gua, tempat pemberhentian akhir untuk beristirahat sebelum mencapai puncak Slamet. Di pos itu kami mengistirahatkan mata yang belum sempat terpejam selama perjalanan. Pendakian menuju puncak dilanjutkan kembali pada pukul 04.31 pagi. Pendakian akhir melewati watu cadas, daerah penuh batu untuk mencapai puncak. Pukul 05.53 kami berhasil sampai di puncak tertinggi di Jawa Tengah, kami tidak mendapatkan sunrise, tapi terbayarkan dengan keindahan saat kami berada di puncak. Dan rasa lelah, letih, dan ngantuk selama perjalanan semua terbayarkan hanya dalam waktu yang singkat di sana. Paradiso, Indonesia itu memang indah.


Kawah Slamet


Segoro pasir

Oleh : Ario Dwi Prabowo
Referensi :
http://0ne-science.blogspot.com/2011/10/gunung-slamet.html
http://wikimapia.org/655748/Daerah-Puncak-Gunung-Slamet

Sabtu, 31 Maret 2012

Panorama Kawah Tangkuban Perahu

kawah tangkuban perahu
Sebagai salah satu gunung berapi yang masih aktif di Jawa Barat, Gunung Tangkuban Perahu menawarkan pemandangan alam yang eksotik khas gunung berapi dengan kawahnya yang terkenal yaitu Kawah Tangkuban Perahu. Selain tersohor dengan keindahan panoramannya, Tangkuban Perahu juga terkenal akan dongeng atau cerita rakyat nya.
Panorama yang ditawarkan di obyek wisata indonesia ini antara lain pemandangan kota Bandung dari kejauhan serta kesejukan khas dataran tinggi. Gunung yang apabila dilihat dari kejauhan nampak seperti perahu terbalik ini juga menawarkan wisata kuliner di sepanjang perjalanan kita menuju obyek wisata alam kawah Tangkuban Perahu.

Sangat disarankan untuk membawa baju hangat agar Anda dapat beraktivitas maksimal di ketinggian di atas 2000 meter ini.

Selamat menikmati.

Selasa, 20 Maret 2012

Fenomena Seru di Gunung Kelud

Gunung Kelud merupakan gunung aktif yang terletak di Jawa Timur, tepatnya perbatasan Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar. Gunung Kelud tercatat sebagai gunung aktif dengan siklus letusan 15 tahunan.
Pemandangan di sekitar Gunung Kelud sangat indah, pepohonan hijau dan persawahan akan mengiringi perjalanan Anda menuju puncak gunung ini.

Ada beberapa fenomena unik yan dimiliki Gunung Kelud. Salah satunya adalah adanya suatu tempat yang memiliki medan magnet misterius. Mirip dengan fenomena Jabbal Magnet di Arab, apabila Anda menggunakan mobil, Anda dapat mencoba fenomena ini, dengan mematikan mesin mobil Anda dapat bergerak sendiri padahal jalanan yang dituju adalah jalanan naik.

anak gunung Kelud
Selain itu, fenomena lainnya adalah hilangnya danau kawah Gunung Kelud yang diiingi dengan munculnya kubah lava yang oleh masyarakat disebut dengan anak gunung Kelud. Fenomena ini terjadi pada tahun 2007.

Berada di sekitar puncak Gunung Kelud akan lebih nyaman bila Anda mengenakan pakaian yang agak hangat. Suhu di puncak cukup dingin, walaupun mungkin tidak sedingin di Gunung Bromo.

Anda juga dapat menikmati air panas alami yang terdapat di area puncak dengan menuruni anak tangga yang cukup menguras tenaga Anda. Persiapkan bekal air minum bila Anda ingin turun ke pemandian air panas alami. Selamat menikmati.

Senin, 19 Maret 2012

Kawah dan Burung di Pulau Gunung Api

Dilihat dari namanya, Pulau Gunung Api sepertinya seru ya ? Pulau ini terletak di lautan paling dalam di Indonesia, dimanakah itu ?
Laut Banda. Inilah jawabannya. Laut Banda merupakan laut terdalam di Indonesia. Pulau Gunung Api merupakan salah satu pulau yang tergabung dalam kepulauan Banda.

Apa saja yang menarik dari Pulau Gunung Api ?

Gunung Api di pulau ini memiliki ketinggian mencapai 656 meter dari permukaan air laut. Salah satu hal yang menarik dari pulau ini adalah kekayaan satwanya, khususnya burung. Terdapat kurang lebih 23 jenis burung endemik di pulau ini.

Dengan statusnya yang masih aktif, terkadang Pulau Gunung Api menyajikan pemandangan kepulan asap yang keluar dari kawahnya. Perpaduan antara gunung api, pulau, dan laut membuat pemandangan begitu mempesona.

Selain burung, di pulau ini juga terdapat beberapa fauna unik lainnya seperti kus-kus, penyu belimbing, serta lumba-lumba. Berbagai jenis flora pun tersebar di pulau indah ini.

Selamat menikmati.




Kamis, 08 Maret 2012

Kawah Putih Ciwidey

Berfoto di dalam kawah ? Wow, bagaimana caranya ? Anda dapat melakukannya dengan berwisata ke Kawah Putih Ciwidey.
Kawah Putih terletak di daerah Ciwidey, Jawa Barat. Kawah Putih Ciwidey ini menyajikan pemandangan yang lain dari yag lain. Mungkin juga ini adalah salah satu kawah paling indah di dunia. Berhampar pasir putih, Anda akan merasa seperti berada di pantai.

Di dalam kawah ini terdapat danau berwarna hijau yang indah. Perpaduan yang apik antara pohon yang kering, pasir putih, dan danau hijau membuat Kawah Putih Ciwidey ini sering digunakan sebagai tempat berfoto. Tak jarang pasangan calon pengantin yang melakukan sesifoto pre wedding di Kawah Putih ini.

Di kawah putih ini terdapat beberapa tempat beristirahat untuk sekedar duduk-duduk melepas penat. Cukup nyaman untuk digunakan sebagai pelepas stres setelah sepekan beraktivitas.

Selamat menikmati.


Jumat, 02 Maret 2012

Gunung Bromo yang Mempesona

Bromo. Sebuah gunung yang terkenal hingga mancanegara. Wisatawan domestik maupun mancanegara akan terpana begitu melihat keindahan dan kemegahannya. Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur. Dapat dikatakan inilah gunung paling terkenal di Jawa Timur.
Apa yang menjadi daya tariknya ?




Bromo memiliki sejuta keindahan yang membuat setiap orang rindu untuk kembali mengunjunginya. Udaranya yang dingin membuat wisatawan domestik seakan-akan sedang berada di luar negeri. Cukuplah untuk mengobati rasa penasaran orang yang ingin berlibur dan merasakan suasana musim dingin. Hehehe. Pemandangan alam Bromo yang berlatarbelakang Gunung Semeru sungguh menghipnotis. Tak jarang orang yang langsung mengucapkan pujian kepada Tuhan yang telah menciptakan alam seindah ini. 

Wisata alam Gunung Bromo memiliki fasilitas yang memadai bagi wisatawan yang ingin berlibur ataupun menginap. Terdapat banyak penginapan di sekitar area Gunung Bromo. Sesaat setelah turun dari kendaraan Anda, dingin yang menusuk tulang namun menyegarkan akan menyapa Anda. Bekal wisata seperti kamera, baju hangat, dan penutup kepala sangat disarankan untuk dibawa serta.

Selamat menikmatinya bersama kerabat dan keluarga tercinta.