Tampilkan postingan dengan label plawangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label plawangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Maret 2014

Tentang Jogja - 2 (Habis)

8. Alun-alun

Yogyakarta memiliki dua alun-alun, yakni alun-alun utara (altar) dan alun-alun kidul (alkid), tentu keduanya memiliki keterkaitan dengan kerajaan Mataram/keraton Yogyakarta. Altar adalah lapangan di bagian utara keraton atau di sepan keraton, di bagian tengah lapangan ini terdapat dua beringin yang disebut dengan Waringin Sengkeran/Ringin Kurung yang artinya beringin yang dipagari. Sedangkan Alkid berada di selatan atau di belakang keraton. Alkid terkenal dengan permainan masangin (masuk dua beringin), yaitu melewati pohon beringin kembar dengan mata ditutup, konon yang bisa melewati pohon beringin itu dengan mata tertutup adalah orang yang memiliki hati bersih. Pada malam hari suasana alkid akan semakin ramai dengan banyaknya muda mudi yang datang untuk menikmati malam di Jogja, banyak pula berjajar penjaja makanan, kita juga bisa berkeliling alun-alun dengan menggunakan odong-odong penuh lampu warna yang membuat suasana malam semakin menarik.


Odong-odong di Alkid


Beringin Kembar

9. Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang

Candi ini berada di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten. Letaknya sangat unik, karena candi ini terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Candi ini termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Di Candi Prambanan kita juga bisa melihat pementasan Sendratari Ramayana yang ditampilkan pada malam hari, itupun tidak setiap hari hanya ada tiap selasa, kamis, dan sabtu.

Pementasan Sendratari Ramayana



10. Situs Ratu Baka



Situs ini terletak di atas bukit di selatan Candi Prambanan, yakni di Kecamatan Sleman, Yogyakarta. Kompleks Situs Ratu Baka bukan merupakan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan adanya kompleks profan, lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung. Situs Ratu Baka ini sayang sekali terlewatkan bila kita berkunjung ke Jogja, karena selain merupakan situs bersejarah, situs Rata Baka memiliki pemandangan yang menawan karena letaknya di atas bukit, dan bila beruntung kita bisa melihat sunset yang Indah, letaknya juga tidak terlalu jauh dengan pusat kota Jogja (18km timur Jogjakarta).

11. Kaliurang

Bila ingin mencari suasana sejuk, tenang, dan melihat keindahan alam kita bisa mengunjungi Kaliurang. Kaliurang adalah dataran tinggi yang ada di wilayah utara Jogja, di sana kita bisa bersantai dan rekreasi baik dengan keluarga ataupun sahabat. Tidak jauh dari taman rekreasi Kaliurang terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo, dan di sana kita bisa melihat Tlogo Putri yang airnya berasal dari mata air Plawangan. Selain itu, kita bisa juga melihat pemandangan Gunung Merapi, namun untuk melihat keindahan alam itu kita harus berjuang dulu untuk naik dengan tangga berundak kira-kira sejauh 900meter. Pemandangan yang jangan sampai terlewatkan saat berada di Kaliurang adalah air terjun di Tlogo Muncar. Berada di tempat sesejuk ini tentu tidak puas bila hanya seharian, untuk itu tidak perlu khawatir, karena di kawasan itu kita bisa menemukan banyak tempat penginapan dengan tarif yang terjangkau. Kaliurang ini berada di Kabupaten Sleman, yang langsung berbatasan dengan Jawa Tengah.

Tempat-tempat di atas bisa menjadi pilihan alternatif bila anda sedang berlibur di Jogja. Setelah sebelumnya kita pernah membahas wisata di Kulon Progo dan Gunungkidul, namun sebenarnya masih banyak wisata di Jogja yang bisa kita kunjungi seperti Pantai Samas, Pantai Parangtritis, Goa Selarong, Manding (Pusat Kerajinan Kulit), Taman Buah Mangunan, Makam Raja-raja (Imogiri) yang berada di Kabupaten Bantul. Jogja adalah kota yang tepat untuk berwisata, karena di kota ini kita tidak akan kehabisan tempat untuk berwisata.

Oleh: Novita Prahastiwi
Sumber: - http://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Yogyakarta
- http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan
- http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka
Sumber Gambar:
- http://yogyatrip.com/tugu-yogya-simbol-persatuan-kawula-gusti/
- http://kampusjogja.com/koleksi-foto-tugu-jogja/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Malioboro
- http://ranarast.wordpress.com/2013/03/08/never-lost-in-yogkayarta-3/
- http://www.yukpegi.com/indonesia/menikmati-wisata-peninggalan-belanda-di-benteng-vredeburg/
- http://yogyakarta.panduanwisata.com/hiburan/nol-kilometer-yogyakarta-tempat-favorit-berkumpulnya-wisatawan-dengan-keindahan-bangunan-tua-bersejarah/
- http://review-vacation-mahasiswa.blogspot.com/p/sebelum-saya-cerita-panjang-lebar.html
- http://www.indonesia-tourism.com/forum/showthread.php?383-Kraton-Ngayogyakarta-Hadiningrat-Yogyakarta-Indonesia
- http://raisaaryasheba.blogspot.com/2011/11/water-castle-taman-sari.html
- http://kangjava.wordpress.com/2011/08/08/alun-alun-kidul/
- http://wedotku.blogspot.com/2013/09/tempat-paling-gaul-yang-wajib-anda.html#pages/2

Rabu, 26 Februari 2014

Puncak Tertinggi Jawa Tengah



Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Gunung dengan tinggi 3.432 m di atas permukaan laut dengan posisi geografis 7°14,30' LS dan 109°12,30' BT yang terletak di perbatasan daerah kabupaten Pemalang dan kabupaten Banyumas. Di mana wilayah utara dari gunung ini berada dalam kawasan kabupaten Pemalang sementara wilayah selatan masuk kawasan kabupaten Banyumas. Namun gunung Slamet juga sedikit menjorok pada kawasan kabupaten Banjarnegara dan Brebes.

Gunung ini mempunyai empat kawah di puncaknya. Gunung yang berada di sebelah utara kota Purwokerto dan di sebelah barat kota Purbalingga ini juga mempunyai beberapa sumber air panas. Dari sumber air panas itulah memunculkan beberapa kawasan wisata air panas salah satunya wisata pemandian air panas Guci. Dan kaki gunung Slamet pada daerah Purwokerto ini juga dijadikan salah satu kawasan wisata bernama Baturraden.

Tahun lalu aku berkesempatan melakukan pendakian menuju puncak gunung tertinggi di Jawa Tengah itu. Jalur pendakian yang dilalui bukan merupakan jalur yang pada umumnya digunakan oleh para pendaki yang biasanya melalui daerah Banyumas atau lewat daerah Guci. Jalur yang ditempuh merupakan jalur dari desa tepat di mana aku tinggal dan dibesarkan. Jalur itu masih dekat dengan desa Gunungsari, di bagian pojok barat daya yang juga berbatasan dengan desa Jurangmangu. Di sana juga si juru kunci gunung Slamet tinggal.

Rombongan terdiri dari tiga puluh orang termasuk aku di dalamnya. Sore, setelah waktu ashar, rombongan beranjak menuju tempat si juru kunci. Begitulah kepercayaan warga sekitar yang mengharuskan menemui juru kunci gunung Slamet terlebih dahulu sebelum melanjutkan pendakian ke puncak Slamet. Perwakilan ketua pendakian menemui si juru kunci dan mengatakan jumlah pendaki dalam rombongan. Mitosnya, kata orang sekitar rombongan pendaki diharuskan berjumlah genap, tidak tahu kenapa.

Setelah diberi welingan dan dibakarkan kemenyan oleh si juru kunci rombongan memulai pendakian. Dipimpin oleh ketua rombongan kami menuju pondok awal masuk ke jalur pendakian gunung Slamet. Pos awal jalur pendakian dinamakan Plawangan, merupakan awal memulai rute pendakian untuk jalur pendakian yang kami tempuh. Di Plawangan kami sampai pada pukul 7 malam. Kami beristirahat sejenak dan berdoa untuk kembali melanjutkan pendakian menuju pos pertama di Pondok Gribig.


Pondok Gribig siang hari

Tak lama berselang, sekitar satu jam perjalanan kami berhasil mencapai di pos Pondok Gribig, 1700 meter di atas permukaan laut. Rombongan kembali beristirahat untuk menyantap bekal yang telah dipersiapkan, mulai dari lontong, ketupat, singkong rebus, dan juga keripik tempe serta ikan asin sebagai lauknya. Perjalanan dilanjutkan kembali menuju pos kedua. Medan yang kami lalui sekarang sangat berbeda dengan medan sebelumnya. Medan sekarang sulit untuk dilalui. Banyak pohon tumbang melintang di jalur perjalanan kami dan itu sangat menghambat laju perjalanan. Pos kedua ini juga memiliki jarak yang cukup jauh dari pos pertama. Sering rombongan berhenti sejenak untuk melepas lelah dan juga sembari menyantap kembali bekal makanan mereka. Akhirnya sampailah rombongan di Pondok Pakis, pos kedua di jalur pendakian tersebut. Tak tahu tepatnya pukul berapa kami sampai di sana.


Pondok pakis siang hari

Tak lama perjalanan dilanjutkan. Dingin sudah terasa sampai ke tulang. Pukul 11.52 malam kami berhasil sampai di pos ketiga Samyang Rangkam, 2665 mdpl. Setelah beristirahat dan melemaskan badan pendakian dilanjutkan kembali. Medan semakin kacau, banyak pohon tumbang bekas kebakaran hutan melintang pada rute yang kami lewati. Angin semakin kencang berhembus, kami pun juga sudah mulai kesulitan bernafas dengan kadar oksigen semakin menipis.


Pondok gua siang hari

Keesokan harinya, pukul 01.32 dini hari kami mencapai pos terakhir di Pondok Gua, tempat pemberhentian akhir untuk beristirahat sebelum mencapai puncak Slamet. Di pos itu kami mengistirahatkan mata yang belum sempat terpejam selama perjalanan. Pendakian menuju puncak dilanjutkan kembali pada pukul 04.31 pagi. Pendakian akhir melewati watu cadas, daerah penuh batu untuk mencapai puncak. Pukul 05.53 kami berhasil sampai di puncak tertinggi di Jawa Tengah, kami tidak mendapatkan sunrise, tapi terbayarkan dengan keindahan saat kami berada di puncak. Dan rasa lelah, letih, dan ngantuk selama perjalanan semua terbayarkan hanya dalam waktu yang singkat di sana. Paradiso, Indonesia itu memang indah.


Kawah Slamet


Segoro pasir

Oleh : Ario Dwi Prabowo
Referensi :
http://0ne-science.blogspot.com/2011/10/gunung-slamet.html
http://wikimapia.org/655748/Daerah-Puncak-Gunung-Slamet