Tampilkan postingan dengan label jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jogja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

Makan Hemat di Angkringan Jogja Istimewa

Siapa yang tidak suka makanan murah nan lezat. Semua orang pasti suka. Sayangnya, di era seperti sekarang ini, makanan murah nan lezat itu sulit ditemukan. Sekalipun ada makanan murah, sering rasanya tidak sesuai keinginan kita. Namun jika anda ke Jogja, anda akan menemukan makanan-makanan murah nan lezat itu. Di mana? Tentu saja di angkringan. Jogja sangat terkenal dengan angkringannya, bukan hanya harga murah yang ditawarkan dari tiap makanannya, tapi juga kelezatan makanan dan suasana hangat yang terasa. Di angkringan-lah,perbedaan kasta tidak akan terlihat. Di sana semua orang sama, makan dengan menggunakan tangan ataupun duduk lesehan, yang penting makan kenyang, hati senang. Berikut 5 angkringan yang bisa anda temukan di Jogja:

  1. Angkringan Lek Man

    Nama angkringan satu ini sudah sangat terkenal seantero Jogja. Kopi Jos, itulah minuman unggulannya. Kopi Jos disajikan dalam keadaan panas dengan arang yang merah menyala. Arang pada kopi ini dipercaya mampu menetralisir kafein sehingga kafein pada Kopi Jos lebih rendah dibanding kopi-kopi umumnya. Satu gelas Kopi Jos dihargai Rp 3000. Sementara menu makanan pada angkringan ini tidak jauh beda dari angkringan lainnya, yaitu nasi kucing, sate telur puyuh, aneka gorengan, sate usus, dan sebagainya. Letak Angkringan Lek Man yang berdekatan dengan Stasiun Tugu membuat angkringan ini banyak dikunjungi wisatawan dari luar Jogja.


    1. Kopi Jos Disajikan dengan Arang

  2. Angkringan KR

    Angkringan ini merupakan salah satu yang teramai di Kota Jogja, terlebih bila weekend tiba. Dibanding angkringan lainnya, menu makanan angkringan ini jauh lebih banyak. Nasi kucingnya memiliki beberapa macam, ada nasi sambal teri, nasi rica ayam, nasi oseng tempe, nasi uduk spesial, nasi telor, nasi bebek, nasi goreng lombok ijo, nasi bumbu bali, dan nasi kornet ayam. Masing-masing harga makanan ini berkisar Rp 3000-Rp 3500 saja. Selain gorengan, ada juga sate keong, sate usus, dan sate telur puyuh. Sebagai makanan penutup, bisa juga mencicipi es susu tape ijo. Dengan menempati teras sebuah kantor , angkringan ini memiliki areal yang luas, pengunjung pun bisa memilih untuk makan di kursi gerobak, kursi taman, ataupun lesehan di teras.


    2. Angkringan KR

  3. Angkringan Lek Adi

    Dari segi tempat, angkringan ini tidak seperti angkringan lainnya yang menggunakan gerobak. Angkringan ini lebih menyerupai warung makan. Hanya saja, menu makanannya memang khas angkringan. Di sini pengunjung bisa menemukan nasi kucing, nasi bakar, gorengan, aneka sate, tongseng keong dan wedang. Angkringan yang berlokasi di Kotagede ini sering dijadikan tempat berburu lauk saat malam hari. Bagi beberapa pengunjung, menu spesial dari angkringan ini adalah nasi bakar dan wedang asemnya yang terasa kecut namun segar.


    3. Angkringan Lek Adi

  4. Angkringan Wilijan

    Angkringan yang berlokasi di Jalan Wilijan ini menyediakan menu makanan yang beragam. Selain menu khas angkringan seperti nasi kucing, aneka gorengan dan sate, angkringan Wilijan juga menyediakan tempura, nugget, telur dadar dan ceplok, ayam goreng, pecel, oseng usus, dan terong balado. Rasa sate usus angkringan ini berbeda dari sate usus angkringan lainnya yang manis. Sate usus angkringan Wilijan terasa gurih dan cenderung pedas. Keunikan lain dari angkringan ini ialah penyajian teh gula batu. Pengunjung akan mendapatkan satu penyaring teh, satu gelas berisikan gula batu, dan satu gelas berisikan rendaman daun teh dalam air panas.


    4. Teh Gula Batu


Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://www.yukpegi.com/indonesia/jawa-tengah/yogyakarta/menikmati-malam-di-angkringan-lik-man-yogyakarta/
2. http://www.satyawinnie.com/2014/07/nangkring-di-angkringan-kr-yogyakarta.html
3. http://perjalanangibraltar.blogspot.com/2013/04/angkringan-nganggo-suwe.html
4. http://heiupit.wordpress.com/2014/09/22/jalan-jajan-di-jogja/

Selasa, 24 Juni 2014

Wisata Edukasi di Taman Pintar Yogyakarta

Jogja memang layak dijuluki sebagai Kota Pelajar. Berbagai destinasi wisata yang tersebar di berbagai sudut Jogja membuat para pengunjung bisa belajar secara langsung mengenai sejarah di masa lampau, seperti Museum Benteng Vredeburg, Taman Budaya, Keraton Yogyakarta, dan sebagainya. Namun selain wisata sejarah, Jogja juga memiliki tempat wisata edukasi di mana para pengunjung bisa belajar sekaligus berekreasi. Sebut saja, Taman Pintar Yogyakarta, wahana wisata yang terletak di kawasan Benteng Vredeburg, di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3. Wahana wisata yang memadukan edukasi dan rekreasi ini menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama siswa sekolah dasar.

Menurut sejarah, pembangunan Taman Pintar Yogyakarta berawal dari kepedulian Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap dunia pendidikan. Pemerintah berharap, dengan adanya Taman Pintar, para siswa dapat diperkenalkan dengan sains sejak usia dini, begitu juga dengan kreativitas anak yang diharapkan dapat lebih terasah, sehingga Indonesia tidak hanya menerima teknologi luar saja, tapi juga bisa menciptakan teknologi sendiri. Bangunan Taman Pintar sengaja dibuat berdekatan dengan Benteng Vredeburg dan Taman Budaya, dengan harapan tetap ada keterkaitan erat antar lokasi wisata tersebut. Grand opening Taman Pintar diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 16 Desember 2008.


Lokasi Vredeburg, Taman Budaya, dan Taman Pintar yang Berdekatan
(Dokumentasi Pribadi)

Ada lima zona di dalam Taman Pintar Yogyakarta, yaitu zona playground, zona PAUD, zona oval-kotak, zona memorabilia, dan zona planetarium. Zona playground merupakan ruang publik bagi pengunjung Taman Pintar, di mana tersedia berbagai arena rekreasi yang menyenangkan, yang bisa diakses secara gratis. Di zona playground ini, para pengunjung juga dapat menemukan berbagai tugu, seperti tugu keenam Presiden RI, tugu Bhinneka Tunggal Ika dan gong perdamaian nusantara yang diresmikan oleh Hamengku Buwono X.


Gong Perdamaian Nusantara
(Dokumentasi Pribadi)

Di zona PAUD yang diperuntukkan secara khusus bagi anak usia pra TK dan TK, disediakan berbagai permainan edukasi bagi anak-anak dengan menggunakan teknologi, diharapkan permainan ini dapat mengasah ketertarikan anak-anak pada teknologi. Di zona oval pengunjung bisa menikmati berbagai wahana seperti demo sains, cuaca, iklim, harmoni alam, terowongan ilusi, aquarium air tawar, kehidupan purba, dan zona agro. Di zona kotak, pengunjung bisa melihat secara langsung peraga hukum archimedes, sistem pengolahan air, pengolahan minyak bumi, pengolahan susu, dan perpustakaan. Sementara itu, di zona memorabilia, para pengunjung dapat menambah pengetahuan mengenai Sejarah Indonesia melalui peralatan peraga, seperti sejarah Kesultanan Yogyakarta, Tokoh Kepresidenan RI, dan Tokoh Pendidikan. Zona yang terakhir yaitu planetarium berisi peralatan peraga yang menampilkan pengetahuan mengenai dunia antariksa.

Adapun setiap zona bisa diakses dengan membeli tiket masuk, kecuali zona playground. Setiap zona mengenakan tarif tiket yang berbeda-beda, di mana harga tiket masuk zona PAUD sebesar Rp 3000, zona oval dan kotak dikenakan tarif Rp 10.000, untuk anak-anak dan Rp 18.000, untuk anak-anak, sementara zona planetarium mengenakan tarif Rp 15.000. Selain kelima zona di atas, pengunjung masih bisa menikmati wahana lain seperti desaku permai, rumah gerabah, rumah batik, dan wahana bahari yang tentunya tidak kalah mengasyikkan.

Taman Pintar hadir untuk mencerdaskan anak bangsa dalam kemasan yang menyenangkan namun tetap berisi. Segera ajak adik, teman, dan anak anda ke Taman Pintar Yogyakarta.


Gedung Kotak (Dokumentasi Pribadi)


Desaku Permai (http://www.tamanpintar.com)

Oleh: Rahel Simbolon

Kamis, 13 Maret 2014

Tentang Jogja - 2 (Habis)

8. Alun-alun

Yogyakarta memiliki dua alun-alun, yakni alun-alun utara (altar) dan alun-alun kidul (alkid), tentu keduanya memiliki keterkaitan dengan kerajaan Mataram/keraton Yogyakarta. Altar adalah lapangan di bagian utara keraton atau di sepan keraton, di bagian tengah lapangan ini terdapat dua beringin yang disebut dengan Waringin Sengkeran/Ringin Kurung yang artinya beringin yang dipagari. Sedangkan Alkid berada di selatan atau di belakang keraton. Alkid terkenal dengan permainan masangin (masuk dua beringin), yaitu melewati pohon beringin kembar dengan mata ditutup, konon yang bisa melewati pohon beringin itu dengan mata tertutup adalah orang yang memiliki hati bersih. Pada malam hari suasana alkid akan semakin ramai dengan banyaknya muda mudi yang datang untuk menikmati malam di Jogja, banyak pula berjajar penjaja makanan, kita juga bisa berkeliling alun-alun dengan menggunakan odong-odong penuh lampu warna yang membuat suasana malam semakin menarik.


Odong-odong di Alkid


Beringin Kembar

9. Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang

Candi ini berada di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten. Letaknya sangat unik, karena candi ini terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Candi ini termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Di Candi Prambanan kita juga bisa melihat pementasan Sendratari Ramayana yang ditampilkan pada malam hari, itupun tidak setiap hari hanya ada tiap selasa, kamis, dan sabtu.

Pementasan Sendratari Ramayana



10. Situs Ratu Baka



Situs ini terletak di atas bukit di selatan Candi Prambanan, yakni di Kecamatan Sleman, Yogyakarta. Kompleks Situs Ratu Baka bukan merupakan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan adanya kompleks profan, lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung. Situs Ratu Baka ini sayang sekali terlewatkan bila kita berkunjung ke Jogja, karena selain merupakan situs bersejarah, situs Rata Baka memiliki pemandangan yang menawan karena letaknya di atas bukit, dan bila beruntung kita bisa melihat sunset yang Indah, letaknya juga tidak terlalu jauh dengan pusat kota Jogja (18km timur Jogjakarta).

11. Kaliurang

Bila ingin mencari suasana sejuk, tenang, dan melihat keindahan alam kita bisa mengunjungi Kaliurang. Kaliurang adalah dataran tinggi yang ada di wilayah utara Jogja, di sana kita bisa bersantai dan rekreasi baik dengan keluarga ataupun sahabat. Tidak jauh dari taman rekreasi Kaliurang terdapat Taman Wisata Plawangan Turgo, dan di sana kita bisa melihat Tlogo Putri yang airnya berasal dari mata air Plawangan. Selain itu, kita bisa juga melihat pemandangan Gunung Merapi, namun untuk melihat keindahan alam itu kita harus berjuang dulu untuk naik dengan tangga berundak kira-kira sejauh 900meter. Pemandangan yang jangan sampai terlewatkan saat berada di Kaliurang adalah air terjun di Tlogo Muncar. Berada di tempat sesejuk ini tentu tidak puas bila hanya seharian, untuk itu tidak perlu khawatir, karena di kawasan itu kita bisa menemukan banyak tempat penginapan dengan tarif yang terjangkau. Kaliurang ini berada di Kabupaten Sleman, yang langsung berbatasan dengan Jawa Tengah.

Tempat-tempat di atas bisa menjadi pilihan alternatif bila anda sedang berlibur di Jogja. Setelah sebelumnya kita pernah membahas wisata di Kulon Progo dan Gunungkidul, namun sebenarnya masih banyak wisata di Jogja yang bisa kita kunjungi seperti Pantai Samas, Pantai Parangtritis, Goa Selarong, Manding (Pusat Kerajinan Kulit), Taman Buah Mangunan, Makam Raja-raja (Imogiri) yang berada di Kabupaten Bantul. Jogja adalah kota yang tepat untuk berwisata, karena di kota ini kita tidak akan kehabisan tempat untuk berwisata.

Oleh: Novita Prahastiwi
Sumber: - http://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Yogyakarta
- http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan
- http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka
Sumber Gambar:
- http://yogyatrip.com/tugu-yogya-simbol-persatuan-kawula-gusti/
- http://kampusjogja.com/koleksi-foto-tugu-jogja/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Malioboro
- http://ranarast.wordpress.com/2013/03/08/never-lost-in-yogkayarta-3/
- http://www.yukpegi.com/indonesia/menikmati-wisata-peninggalan-belanda-di-benteng-vredeburg/
- http://yogyakarta.panduanwisata.com/hiburan/nol-kilometer-yogyakarta-tempat-favorit-berkumpulnya-wisatawan-dengan-keindahan-bangunan-tua-bersejarah/
- http://review-vacation-mahasiswa.blogspot.com/p/sebelum-saya-cerita-panjang-lebar.html
- http://www.indonesia-tourism.com/forum/showthread.php?383-Kraton-Ngayogyakarta-Hadiningrat-Yogyakarta-Indonesia
- http://raisaaryasheba.blogspot.com/2011/11/water-castle-taman-sari.html
- http://kangjava.wordpress.com/2011/08/08/alun-alun-kidul/
- http://wedotku.blogspot.com/2013/09/tempat-paling-gaul-yang-wajib-anda.html#pages/2

Rabu, 12 Maret 2014

Tentang Jogja - 1

Yogyakarta atau Jogjakarta. Siapa sih yang nggak tahu atau nggak kenal dengan kota yang satu ini?

Jogja terkenal dengan sebutan kota pelajar, karena di kota itu terdapat begitu banyak perguruan tinggi yang memiliki prestasi/predikat baik. Universitas Gajah Mada misalnya, Perguruan Tinggi yang satu ini menjadi incaran bukan hanya orang asli Jogja, tapi juga orang dari seluruh Indonesia. Ada juga Universitas Negeri Yogyakarta, untuk swasta ada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang merupakan PTS terbaik di Indonesia. Selain itu masih banyak Perguruan Tinggi lain yang ada di Jogja.

Selain terkenal sebagai kota pelajar, Jogja juga terkenal dengan kota budaya. Jogja memiliki lima kabupaten yang masing-masing kabupaten memiliki kebudayaan yang berbeda, dan merupakan ciri khas dari kabupaten atau daerah tersebut. Yogyakarta juga memiliki berbagai tempat wisata, yang sayang bila sampai terlewatkan. Tempat wisata itu diantaranya:

  1. Tugu Jogja

    Tugu Jogja merupakan simbol dari kota Yogyakarta, dan merupakan salah satu objek wisata di Jogja. Tugu Jogja dianggap memiliki nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, keraton Jogja dan Gunung Merapi.


    Siang hari


    Malam hari

  2. Jalan Malioboro

    Jalan Malioboro terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjual berbagai kerajinan khas Jogja seperti tas batik, baju batik, wayang kulit, kerajinan bambu, blangkon, miniatur kendaraan tradisional, dan segala macam aksesoris. Pada malam harinya akan banyak warung-warung lesehan yang menjual makanan khas Jogja yakni Gudeg. Sembari menikmati makan di lesehan kita dapat menikmati berbagai suguhan menarik dari para seniman Jogja, seperti musik, pantomim, lukisan, dll.


    Siang hari


    Malam hari

  3. Pasar Beringharjo

    Pasar ini masih berada di kawasan Malioboro yakni di Jalan A. Yani. Di Pasar Beringharjo kita bisa memperoleh oleh-oleh apa saja Khas Jogja, dari makanan, pakaian batik, kain batik sampai kerajinan. Bila pandai menawar kita juga bisa memperoleh barang dengan harga sangat murah. Pasar Beringharjo ini tak pernah sepi pengunjung, jadi harus sabar berdesak-desakkan dengan pengunjung lain.

  4. Benteng Vredeburg

    Benteng ini berada di sebelah Pasar Beringharjo. Di Benteng Vredeburg kita bisa memasuki diorama perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Pada bulan Juni-Juli, Benteng Vredeburg menjadi lokasi pelaksanaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY).


  5. Nol Kilometer

    Titik nol kilometer adalah sebuah titik yang menjadi patokan penentuan jarak antar daerah di Yogyakarta atau kota-kota lain di luar Yogyakarta. Kawasan di sekitar titik nol kilometer ini adalah kawasan wisata sejarah berupa bangunan-bangunan kuno yang sering disebut loji (bangunan-bangunan tua yang besar peninggalan Belanda). Kawasan nol kilometer juga menjadi sentra perekonomian bagi masyarakat Yogyakarta karena letaknya memang strategis. Suasana Nol kilometer pada malam hari akan lebih menarik dengan tambahan kerlap-kerlip lampu.


  6. Keraton Yogyakarta

    Keraton Yogyakarta adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga kini. Bangunan keraton adalah salah satu arsitektur istana Jawa yang baik, karena memiliki balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas, selain itu di kompleks keraton juga terdapat museum untuk menyimpan berbagai koleksi kesultanan. Keraton Yogyakarta ini adalah salah satu obyek wisata yang sayang sekali bila terlewatkan.


  7. Tamansari

    Tamansari adalah obyek wisata yang masih memiliki hubungan/keterkaitan dengan keraton Yogyakarta, letaknya di Jalan KH. Wahid Hasyim. Dulu Tamansari dimanfaatkan keluarga keraton untuk berkumpul dan bersantai dengan keluarganya, ada pula kolam untuk bermain anak-anak dan istri raja, di tamansari juga terdapat lorong bawah tanah yang digunakan sebagai jalan rahasia. Namun saat ini Tamansari hanya di manfaatkan sebagai tempat wisata.

Bersambung ke Bagian 2

Oleh: Novita Prahastiwi
Sumber: - http://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Yogyakarta
- http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan
- http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka
Sumber Gambar:
- http://yogyatrip.com/tugu-yogya-simbol-persatuan-kawula-gusti/
- http://kampusjogja.com/koleksi-foto-tugu-jogja/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Malioboro
- http://ranarast.wordpress.com/2013/03/08/never-lost-in-yogkayarta-3/
- http://www.yukpegi.com/indonesia/menikmati-wisata-peninggalan-belanda-di-benteng-vredeburg/
- http://yogyakarta.panduanwisata.com/hiburan/nol-kilometer-yogyakarta-tempat-favorit-berkumpulnya-wisatawan-dengan-keindahan-bangunan-tua-bersejarah/
- http://review-vacation-mahasiswa.blogspot.com/p/sebelum-saya-cerita-panjang-lebar.html
- http://www.indonesia-tourism.com/forum/showthread.php?383-Kraton-Ngayogyakarta-Hadiningrat-Yogyakarta-Indonesia
- http://raisaaryasheba.blogspot.com/2011/11/water-castle-taman-sari.html
- http://kangjava.wordpress.com/2011/08/08/alun-alun-kidul/
- http://wedotku.blogspot.com/2013/09/tempat-paling-gaul-yang-wajib-anda.html#pages/2

Rabu, 26 Februari 2014

Menelusuri Jejak Sejarah di Benteng Vredeburg

Jogja, salah satu kota besar di Pulau Jawa yang terkenal akan kebudayaannya. Bagi anda yang belum pernah ke Jogja, mari datang dan lihat betapa indahnya kota ini. Jogjakarta memiliki banyak objek wisata yang dapat dikunjungi. Ada Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Kebun Binatang Gembira Loka, Keraton, Alun-alun Kidul, dan lain sebagainya. Itulah sebagian objek wisata yang umumnya dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara dan kali ini saya akan memperkenalkan objek wisata yang cukup berbeda yaitu Museum Benteng Vredeburg, sebuah museum yang baru saja saya kunjungi di Bulan Januari yang lalu.

Museum Benteng Vredeburg adalah sebuah benteng sekaligus museum peninggalan Belanda, terletak di Jl. Jend. A. Yani No. 6 Jogjakarta, tidak jauh dari Malioboro pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Jogja. Untuk masuk ke dalam Museum ini, pengunjung cukup membayar Rp 2000,00 bagi pengunjung dewasa dan setengahnya bagi pengunjung anak-anak. Ada dua jalan yang dibuka untuk masuk ke dalamnya. Jalan pertama yaitu melalui pintu gerbang depan yang disusul jembatan kecil yang mencuatkan air mancur di sisi kanan dan kiri, sementara jalan kedua melalui Taman Budaya yang letaknya persis di belakang Museum Benteng Vredeburg.



Saat itu kami baru saja mengunjungi Taman Budaya dan melanjutkan perjalanan kami ke Benteng Vredeburg melalui pintu belakang. Karena masuk melalui pintu belakang, maka hal pertama yang kami lihat adalah petunjuk arah untuk menelusuri benteng tersebut.



Petunjuk adanya diorama membelokkan arah kami menuju diorama yang dimaksud. Sungguh menakjubkan apa yang kami lihat saat memasuki gedung tersebut. Hal-hal bersejarah yang biasanya hanya dapat kita ketahui melalui buku-buku sejarah tergambar jelas pada minirama-minirama di dalam diorama tersebut.

Terdapat 4 diorama yang dapat dikunjungi, tetapi karena kami masuk melalui pintu belakang, diorama yang pertama kami kunjungi ialah diorama 3 yang berisikan perjalanan sejarah yang dimulai dari tercetusnya perjanjian Renville hingga pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat.



Melanjutkan perjalanan menuju diorama 4, kami memasuki sebuah ruangan yang tampak tak terawat. Jangan kaget bila saat membuka pintu, ada kotak kaca berisikan replika pakaian pejuang semasa G-30 S/PKI yang akan menyambut di ujung lorong. Ruangan itu tampak sedikit menyeramkan, membuat kita seakan mampu merasakan aura kekejaman PKI di masa dulu.



Tidak terlalu banyak yang harus disusuri di dalam diorama 4. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju diorama 1.



Diorama 1 berisikan peristiwa-peristiwa penting mengenai zaman Diponegoro hingga kependudukan Jepang di Jogja. Melanjutkan perjalanan ke Diorama 2, kami melewati banyak minirama yang menggambarkan peristiwa Proklamasi hingga terjadinya Agresi Militer.

Saat keluar dari pintu diorama 2, dua buah meriam dan dua buah patung Jend. Soedirman menyambut pandangan mata kami. Sungguh patung yang megah. Banyaknya pengunjung yang datang membuat kami harus antre untuk berfoto dengan patung Jend. Soedirman.



Penelusuran kami berhenti tepat di Gedung Pertemuan dan Gedung Audio Visual yang sangat disayangkan tertutup saat itu. Sungguh penelusuran sejarah yang menyenangkan. Banyak hal yang kami dapatkan dari penelusuran di Benteng ini. Hari sudah sore saat kami menyelesaikan penelusuran, kami pun memutuskan untuk pulang dan meninggalkan Benteng yang indah ini. Kami berjanji, di waktu mendatang, kami akan kembali lagi ke Benteng ini, informan bisu yang telah menceritakan banyak sejarah mengenai tanah air.

Oleh : Rahel Simbolon