Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

Makan Hemat di Angkringan Jogja Istimewa

Siapa yang tidak suka makanan murah nan lezat. Semua orang pasti suka. Sayangnya, di era seperti sekarang ini, makanan murah nan lezat itu sulit ditemukan. Sekalipun ada makanan murah, sering rasanya tidak sesuai keinginan kita. Namun jika anda ke Jogja, anda akan menemukan makanan-makanan murah nan lezat itu. Di mana? Tentu saja di angkringan. Jogja sangat terkenal dengan angkringannya, bukan hanya harga murah yang ditawarkan dari tiap makanannya, tapi juga kelezatan makanan dan suasana hangat yang terasa. Di angkringan-lah,perbedaan kasta tidak akan terlihat. Di sana semua orang sama, makan dengan menggunakan tangan ataupun duduk lesehan, yang penting makan kenyang, hati senang. Berikut 5 angkringan yang bisa anda temukan di Jogja:

  1. Angkringan Lek Man

    Nama angkringan satu ini sudah sangat terkenal seantero Jogja. Kopi Jos, itulah minuman unggulannya. Kopi Jos disajikan dalam keadaan panas dengan arang yang merah menyala. Arang pada kopi ini dipercaya mampu menetralisir kafein sehingga kafein pada Kopi Jos lebih rendah dibanding kopi-kopi umumnya. Satu gelas Kopi Jos dihargai Rp 3000. Sementara menu makanan pada angkringan ini tidak jauh beda dari angkringan lainnya, yaitu nasi kucing, sate telur puyuh, aneka gorengan, sate usus, dan sebagainya. Letak Angkringan Lek Man yang berdekatan dengan Stasiun Tugu membuat angkringan ini banyak dikunjungi wisatawan dari luar Jogja.


    1. Kopi Jos Disajikan dengan Arang

  2. Angkringan KR

    Angkringan ini merupakan salah satu yang teramai di Kota Jogja, terlebih bila weekend tiba. Dibanding angkringan lainnya, menu makanan angkringan ini jauh lebih banyak. Nasi kucingnya memiliki beberapa macam, ada nasi sambal teri, nasi rica ayam, nasi oseng tempe, nasi uduk spesial, nasi telor, nasi bebek, nasi goreng lombok ijo, nasi bumbu bali, dan nasi kornet ayam. Masing-masing harga makanan ini berkisar Rp 3000-Rp 3500 saja. Selain gorengan, ada juga sate keong, sate usus, dan sate telur puyuh. Sebagai makanan penutup, bisa juga mencicipi es susu tape ijo. Dengan menempati teras sebuah kantor , angkringan ini memiliki areal yang luas, pengunjung pun bisa memilih untuk makan di kursi gerobak, kursi taman, ataupun lesehan di teras.


    2. Angkringan KR

  3. Angkringan Lek Adi

    Dari segi tempat, angkringan ini tidak seperti angkringan lainnya yang menggunakan gerobak. Angkringan ini lebih menyerupai warung makan. Hanya saja, menu makanannya memang khas angkringan. Di sini pengunjung bisa menemukan nasi kucing, nasi bakar, gorengan, aneka sate, tongseng keong dan wedang. Angkringan yang berlokasi di Kotagede ini sering dijadikan tempat berburu lauk saat malam hari. Bagi beberapa pengunjung, menu spesial dari angkringan ini adalah nasi bakar dan wedang asemnya yang terasa kecut namun segar.


    3. Angkringan Lek Adi

  4. Angkringan Wilijan

    Angkringan yang berlokasi di Jalan Wilijan ini menyediakan menu makanan yang beragam. Selain menu khas angkringan seperti nasi kucing, aneka gorengan dan sate, angkringan Wilijan juga menyediakan tempura, nugget, telur dadar dan ceplok, ayam goreng, pecel, oseng usus, dan terong balado. Rasa sate usus angkringan ini berbeda dari sate usus angkringan lainnya yang manis. Sate usus angkringan Wilijan terasa gurih dan cenderung pedas. Keunikan lain dari angkringan ini ialah penyajian teh gula batu. Pengunjung akan mendapatkan satu penyaring teh, satu gelas berisikan gula batu, dan satu gelas berisikan rendaman daun teh dalam air panas.


    4. Teh Gula Batu


Oleh : Rahel Simbolon
Gambar:
1. http://www.yukpegi.com/indonesia/jawa-tengah/yogyakarta/menikmati-malam-di-angkringan-lik-man-yogyakarta/
2. http://www.satyawinnie.com/2014/07/nangkring-di-angkringan-kr-yogyakarta.html
3. http://perjalanangibraltar.blogspot.com/2013/04/angkringan-nganggo-suwe.html
4. http://heiupit.wordpress.com/2014/09/22/jalan-jajan-di-jogja/

Kamis, 17 Juli 2014

Menikmati Nuansa Tempo Dulu di Kota Tua Jakarta

Rasa-rasanya kita pasti tak akan pernah lupa bahwa dahulunya Indonesia pernah dikuasai Belanda selama 350 tahun. Memang kita yang hidup di era sekarang tidak merasakannya secara langsung, tetapi buku sejarah, berita, dan peninggalan-peninggalannya-lah yang membuat kita tahu. Bukti-bukti itu bisa kita lihat secara langsung lewat bangunan-bangunan buatan Belanda yang hingga kini masih berdiri megah di beberapa tempat di Indonesia. Jakarta, yang dulunya disebut Batavia merupakan tempat di mana bangunan berarsitektur kolonial banyak berdiri. Sebut saja Kota Tua, yang kini dijadikan kawasan Cagar Budaya.


(Dokumentasi Pribadi)

Arsitektur bangunan yang bercorak tempo dulu membuat Kota Tua menjadi tempat bertemunya orang-orang pecinta sejarah, begitu juga dengan para seniman fotografi yang gemar memotret gedung-gedung megah di kawasan itu. Ada enam lokasi bersejarah di Kota Tua yaitu Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Mandiri, Stasiun KA Kota, dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Museum Fatahillah adalah tempat yang paling pas bagi anda yang berhasrat menelusuri jejak sejarah Kota Jakarta. Untuk memasuki museum-museum, anda akan dikenakan tarif murah.

Selain mengunjungi museum, anda juga bisa bersepeda layaknya meneer dan mevrouw. Tentu saja sepeda yang disediakan adalah sepeda onthel zaman dahulu, bukan sepeda modern di zaman sekarang. Dengan sepeda onthel, anda bisa berkeliling kawasan Kota Tua, hingga ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang letaknya agak jauh dari pusat Kota Tua.

Kota Tua selalu ramai, baik itu diramaikan pengunjung ataupun para pedagang. Ada hal yang menarik di Kota Tua sejak tahun 2013 lalu, yaitu kehadiran manusia batu. Manusia batu adalah orang-orang yang mengubah penampilannya menjadi seperti orang-orang di zaman penjajahan Belanda. Manusia batu yang pria berperan selayaknya prajurit sedangkan yang wanita berperan selayaknya None Belanda. Para pengunjung yang ingin berfoto dikenakan tarif sukarela, masing-masing mereka telah menyediakan kotak sukarela. Kehadiran manusia batu telah menambah atmosfer tempo dulu, di mana dahulunya hanya ada meriam Si Jagur di halaman Museum Sejarah Jakarta yang berwujud barang.

Setelah merasa puas mengelilingi Kota Tua, umumnya para pengunjung akan lapar. Namun jangan khawatir, karena di setiap sudut Kota Tua anda akan menemukan berbagai pedagang makanan kaki lima, bahkan café. Kerak telor, gado-gado, nasi goreng, dan makanan murah lainnya ada di sana. Jika anda ingin merasakan makanan luar, anda bisa mencicipi sajian makanan di Café Batavia. Di sana anda bisa menikmati makanan dan minuman Barat, Cina, dan juga Indonesia, dengan kisaran harga Rp 32.000 – Rp 200.000. Berdasarkan ulasan dari beberapa pengunjung Café Batavia, makanan dan minuman di café itu kurang mengena di lidah orang lokal, tapi jika anda ingin mencoba secara langsung, silakan kunjungi Café Batavia di Taman Fatahillah, Kota Tua. Mengenai makanan lokal, anda bisa menemukan kuliner khas Jakarta di halaman dalam Museum Sejarah Jakarta, seperti Kerak Telor, Tauge Goreng, dan Es Selendang Mayang.


(Dokumentasi Pribadi)

Untuk sampai ke Kota Tua, anda bisa menggunakan kereta, busway, dan mikrolet. Tunggu apalagi? Ayo ke Kota Tua, jaga kelestarian, kebersihan, dan keindahannya.

Oleh : Rahel Simbolon

Minggu, 23 Maret 2014

Berwisata ke Benteng Kuto Besak

Begitu beruntungnya Indonesia yang memiliki beragam destinasi wisata yang tersebar di 5 pulau besar, sehingga Indonesia tidak hanya dikenal dengan Bali ataupun Jawa saja. Bagi anda yang ingin merasakan sensasi berwisata yang cukup berbeda, cobalah datang ke Palembang, salah satu kota besar di selatan Pulau Sumatera. Kota yang dijuluki Kota Pempek ini memiliki beragam destinasi wisata yang bisa dikunjungi.

Salah satunya adalah Benteng Kuto Besak, sebuah benteng yang dibangun di abad ke-17 Masehi oleh Sultan Mahmud Bahauddin. Benteng ini terletak tidak jauh dari tempat berdirinya Jembatan Ampera. Bisa dikatakan, Jembatan Ampera berada di atas dan Benteng Kuto Besak berada di bawah. Dari Benteng Kuto Besak, pengunjung akan dimanjakan dengan panorama Jembatan Ampera yang berdiri kokoh di atas Sungai Musi dan indahnya matahari terbenam. Tidak hanya itu saja, anda juga bisa melihat anak-anak yang bermukim di sekitar sungai Musi yang asyik bermain bola dan berenang di Sungai Musi.


(Sumber : http://budaya-indonesia.org/Benteng-Kuto-Besak/)

BKB tidak pernah sepi pengunjung. Walaupun sedang tidak ada perayaan, objek wisata satu ini selalu terlihat ramai. Jika hari sudah sore, pengunjung yang datang semakin banyak. Kebanyakan mereka ingin menikmati sunset, memancing, dan berfoto bersama. Banyaknya pengunjung yang datang tentu tidak di sia-siakan oleh para pedagang. Pengunjung tidak perlu takut kelaparan karena di sana-sini banyak ditemukan pedagang makanan, seperti mie tek-tek, pempek, kerupuk-kemplang, dan minuman dingin. Ada juga beberapa warung kecil yang menjual makanan berat, seperti nasi goreng, gado-gado, tekwan, dan model. Jika anda ingin menikmati makanan di restoran sekaligus jembatan ampera, anda bisa datang ke River Side, sebuah restoran mewah yang ada di atas kapal. Tentunya anda harus merogoh kocek yang lebih dalam untuk menikmati makanan di tempat ini.


(Sumber : http://panduanwisata.com/2013/04/18/river-side-restoran-mewah-di-samping-jembatan-ampera/)

Untuk sampai ke tempat ini, anda tidak perlu pusing memikirkan caranya karena letak Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera berada di tengah-tengah Kota Palembang. Hampir seluruh angkot, menjadikan Ampera sebagai tujuan terakhirnya. Dari mana pun anda datang, baik itu Pakjo, Perumnas Sako, Sekip, Lemabang, KM 5, sampai Plaju, anda cukup menaiki angkot dengan tujuan Ampera dan merogoh kocek Rp 3.500, maka sopir angkot akan menurunkan anda tepat di bawah Jembatan Ampera. Letak Benteng Kuto Besak berada sebelum Jembatan Ampera, jadi jika anda telah menemukan sebuah bangunan benteng bertuliskan Benteng Kuto Besak dengan huruf besar, anda bisa langsung turun tepat di depan bangunan tersebut.

Nah, bagi anda yang datang dari KM 12 sekitarnya dan Perumnas sekitarnya, anda tinggal menaiki Bus Jurusan Kertapati atau Plaju. Kedua bus ini pasti melewati Jembatan Ampera. Jika sudah sampai di sekitar Masjid Agung, sebaiknya anda turun. Selanjutnya, anda tinggal berjalan kaki menuju Benteng Kuto Besak, melewati Monpera. Akan sedikit menguntungkan jika anda datang dari Lokasi Bukit, karena anda bisa langsung turun di depan Monpera. Anda tinggal berjalan lurus mengikuti jalan tersebut dan akan sampai di lokasi Benteng Kuto Besak. Jika anda menaiki Bus Bukit, anda tidak perlu menyeberang menuju Masjid Agung dan Monpera.

Lalu bagaimana dengan pengunjung dari luar kota? Nah, bagi anda yang datang dari luar kota, anda bisa menyesuaikannya dengan tempat anda berhenti. Jika anda menggunakan kereta api, otomatis anda akan berhenti di Stasiun Kertapati. Anda tinggal menaiki Bus jurusan KM 12, Perumnas, ataupun Pusri, lalu mintalah kernet bus untuk menurunkan anda di Monpera, lalu berjalanlah sedikit menuju BKB. Jika anda datang dari Bandara SMB II, anda harus keluar dari lokasi tersebut hingga menemukan Bus jurusan Kertapati ataupun Plaju. Mintalah supir taksi ataupun tukang ojek untuk mengantarkan anda menemukan bus-bus tersebut. Seperti di atas, anda tinggal menaiki bus tersebut lalu berhenti di sekitar Masjid Agung.

Tidak ada satu pun warga Palembang yang tidak mengetahui keberadaan benteng satu ini. Jika anda merasa tersesat, anda cukup menanyakannya kepada warga sekitar. Tingkat kriminal kota ini terbilang tinggi, karena itu harap berhati-hatilah. Jangan pernah menunjukkan barang berharga bila sedang di dalam angkutan umum. Ada baiknya jika anda berkunjung saat sore ataupun malam hari, karena saat siang, cuaca sangat panas. Di sore hari, anda bisa menikmati sunset dan di malam hari, anda bisa menikmati indahnya Jembatan Ampera yang berhiaskan lampu-lampu cantik.

Oleh : Rahel Simbolon