Tampilkan postingan dengan label lokasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lokasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Juli 2014

MENIKMATI PESONA ALAM CURUG 7 BIDADARI SEMARANG – JAWA TENGAH

Indonesia merupakan negara yang luas yaitu  -+ 5.180.053 km2. Menakjubkan bukan? Berdasarkan pernyataan tersebut, banyak hal menarik yang dapat ditemui di Indonesia yang tersebar di berbagai belahan nusantara. Ragam pesona yang disuguhkan oleh alam Indonesia, memang tak ada habis-habisnya hingga membuat kita makin tertegun akan keelokannya. Namun, masih ada segelintir orang yang enggan untuk menikmati keindahan alam Indonesia dan lebih memilih untuk menikmati suasana alam luar Indonesia. Padahal, pesona alam negeri kita tak kalah juga dengan negara-negara lainnya. Berikut salah satu keindahan alam Indonesia yang patut untuk dikunjungi seperti “Air Terjun 7 Bidadari”.


1. Curug 7 Bidadari

Tempat wisata yang berlokasi di desa Keseneng, Sumowono-Kabupaten Semarang ini, sering disebut Curug 7 Bidadari oleh warga setempat. Curug berarti gerojogan banyu atau dalam istilah Indonesianya air terjun. Wisata lokal yang tak asing lagi bagi warga semarang ini, memiliki kisah yang unik hingga tempat ini di beri nama Curug 7 Bidadari. Konon, ada 7 bidadari yang turun dari kayangan untuk berendam di tempat ini supaya kutukan mereka lenyap. Alhasil dari cerita tersebutlah nama curug 7 bidadari didapat. Lokasi yang berjarak 9 km dari Bandungan dan 7 km dari Gedong Songo, memiliki pemandangan yang menakjubkan di sekitarnya seperti pepohonan hijau nan rimbun dan pemandangan asri lainnya. Sawah pun juga tak luput dari tempat ini sehingga banyak warga setempat yang lalu lalang guna mencari nafkah. Berkunjung ke tempat wisata ini tak perlu merogoh biaya terlalu dalam, kita dapat menikmati keindahan curug yang ketinggiannya kurang lebih 20 meter dengan 3 tingkatan air terjun di mana tingkatan pertama memiliki 1 air terjun, tingkatan selanjutnya terdiri dari 2 air terjun, dan tingkatan terakhir terdapat 4 air terjun yang bersebelahan. Banyak kepercayaan mengenai tempat ini, ada yang mengatakan jika sepasang muda mudi yang berkunjung ke sini akan menjadi sepasang kekasih yang langgeng. Selain itu, terdapat Kedung Wali mirip sebuah sumur yang berdiameter kurang lebih 70cm dengan sumber mata air yang tak ada habis-habisnya. Diyakini Kedung Wali ini memiliki berbagai khasiat seperti awet muda, mempercepat jodoh maupun rezeki, dll.


2. Kedung Wali

Terlepas dari benar atau tidak kepercayaan tersebut, tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi. Tak jauh dari lokasi juga, terdapat makam sesepuh desa Keseneng yakni Kyai Mandung dengan luas area makam 150 meter persegi. Yang hingga sekarang makamnya dikeramatkan


3. Makam Kyai Mandung

Curug 7 Bidadari ini dialiri langsung oleh sungai dari Gunung Ungaran sebab lokasi wisata ini tak jauh dari Gunung Ungaran. Berbagai fasilitas disediakan di Curug 7 Bidadari seperti tempat berkemah (camping ground), permainan outbound, gazebo sebagai tempat pertemuan atau kumpul-kumpul, tempat ziarah, mushola, toilet, area parkir, dll. Bagi anda pecinta alam atau ingin melepas penat dari hiruk pikuk dan panasnya kota, tak ada salahnya untuk mengunjungi curug 7 bidadari untuk merefreshingkan jiwa maupun pikiran.

Oleh : Ardan Esand
Gambar:
1. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqMAe7z2QWPL-qJMNbqVMSORkeuuPZt-VebRHBQHnQFYxE5klK5LST56JQvLOpks6y7HKCZYOrVpqXFXdCjp_weDyqBn0v8K5fyiVGhfZqTT8izebU8dSe_tPHFaolFNL3H7_EyNV-b94/s800/curug%2525207%252520bidadari.jpg
2. http://teamtouring.net/wp-content/uploads/2010/08/Kedung-Wali.jpg
3. https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZuaepAX3GGfI9V6vAEz2YsWGZXml5ai0ukRVy1aJxxY4oJP55FDLwK080oONTFYpeH9a4QDFgD9C6rcygOF2InGeFFC74egUWBILZ-KQeW1i5uvjGgKqPufSNKIdTgKyZVBevEaF_dzfx/s1600/Foto-0008t.jpg

Jumat, 16 Mei 2014

Eksotisme Candi Ijo Tak Kalah dengan Candi Prambanan.







Masih ingatkah film-film kolosal di Indonesia seperti Angling Darmo, Saur Sepuh, diantaranya yang demikian itu. Hal itu tidak semata-mata tayangan pada film-film belaka, namun adakalanya kita bisa menyaksikan kehebatan yang ditularkan melalui film tersebut. Banyak di sana sini bangunan-bangunan yang megah terlihat dalam layar kaca menggambarkan betapa dahsyatnya pembuatan skenario film tersebut dengan menonjolkan bangunan-bangunan megah agar mendukung daya khayal penonton mengenai sejarah masa lampau begitu megah bangunannya walaupun mungkin dibuat dengan tiruan atau replika semisal istana-istana dan candi-candi.

Tidak sampai di situ saja, berbicara mengenai candi-candi di Negara Indonesia tersebar beribu candi di nusantara. Terlebih-lebih candi di pulau Jawa yang mana di bawah kekuasaan Mataram terutama Mataram kuno yang bercorak Hindu. Banyak sekali peninggalan-peninggalan masa kini yang masih tersisa seperti yang kita kenal dan masyarakat seantero negeri ini mengenal yaitu candi Prambanan yang tercatat UNESCO sebagai warisan budaya dunia di mana terletak di Sleman Yogyakarta. Banyak pengunjung baik turis domestik maupun manca negara. Begitu sangat terkenalnya candi Prambanan ini dikenal candi Hindu yang tertinggi di Indonesia. Namun jangan salah ada yang lebih menarik lagi ketika di Yogyakarta rasa-rasanya belum puas jika hanya berkunjung di candi Prambanan. Padahal di sekitar candi Prambanan sangat banyak candi-candi kecil yang eksotis, menarik, dan unik. Yaitu candi Ijo yang masih belum terkenal di kalangan umum memang letaknya agak tinggi dari candi Prambanan dan agak ke pelosok menyusuri jalan pedesaan. Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta.

Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung, kira-kira sekitar 4 kilometer arah tenggara Candi Ratu Boko. Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 375 meter di atas permukaan laut Candi ini dinamakan ‘Ijo’ karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk (Wikipedia).

Sayang pemerintah setempat belum mengelola candi Ijo ini secara maksimal terutama jalan transportasi menuju candi Ijo ini. Padahal sangat menarik yang memang turunan candi Hindu di Prambanan. Keindahannnya sungguh luar biasa berada pada ketinggian gunung dan sewaktu-waktu berkabut menambah aura yang eksotis dengan udara yang dingin. Jika musim panas tiba memang lokasi wisata ini cenderung panas dan tidak ada jajanan di sekitar candi. Maka jika akan berkunjung di lokasi candi ini harus mempersiapkan dari rumah.


Candi Ijo saat berkabut

Seiring berjalannya waktu, candi Ijo kini mulai dikenal oleh wisatawan, mereka tertarik melihat pesona alam di sekitar candi dan candi yang berderet rapi dengan dialasi rerumputan hijau yang alami. Bukan khayalan lagi seperti di film-film kolosal tetapi inilah bukti bahwa Indonesia masih menyimpan kekayaan yang luar biasa.

Menguliti sedikit agar perjalanan di candi Ijo ini tidak menjadi perjalanan angsia-sia, namun menjadikan perjalanan yang penuh pembelajaran. Candi Ijo ini dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram. Ijo berarti hijau yang pertama kalinya ada dalam prasasti Poh yang berasal dari tahun 906 Masehi dalam prasasti tersebut bahwa ada seseorang yang berasal dari desa ijo yang menghadiri upacara keagamaan. Bhunmyinya ahila sebagai berikut: “Anak wanua i Luang hijo i “. Di dalam candi-candi tersebut sering ditempatkan arca-arca dewa yang bernilai seni tinggi.  Kitab-kita India kuno menyebutkan pemilihan lokasi untuk mendirikan statu bangunan kuil/dewa dilihat Amat berharga, bahkan lebih utama dibandingkan  bangunan kuil/candi. Di dalam kitabb kuno menyebutkan bahwa lahan atau tanah merupakan Vastu atau atau tempat tinggal yang paling utama bagi dewa atau  manusia. Lahan seperti ini  biasanya lahan yang subur dan tidak jauh dari mata air. Lahan seperti ini  biasanya hádala lahan yang subur dan tidak jauh dari mata air.

Itulah mengapa candi Ijo ini menjadi referensi penting selain candi prambanan yang mempunyai daya pikat luar biasa, penuh eksotis dan menjadikan wisata sejarah yang menyenangkan.

Oleh:
Desi Ariani
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Ijo
http://wisatasejarah.wordpress.com/2010/07/14/sejarah-candi-ijo/
Gambar : Dok.Pribadi